Hei Na Jaem ku.
Sahabat yang sangat ku sayangi.
Apa kau merindukanku? Bilang saja kalau rindu ya. Tidak usah malu malu atau gengsi haha
Rasanya berat sekali saat aku harus pergi menenangkan diri, memperbaiki hati dan pikiranku agar berjalan normal kembali.
Dari situasi kemarin aku tersadar bahwa apa yang kulakukan padamu adalah obsesi yang berlebihan, dan kau tidak menyukai itu. Lalu aku belajar satu hal. Tidak semua hal yang ku inginkan harus terwujud, karna kita harus memikirkan kenyamanan dua belah pihak tanpa saling melukai karena paksaan.
Aku menyukaimu, menyayangimu bahkan sempat mencintaimu sebentar itu sudah cukup untukku. Sekarang aku akan menyerahkannya pada sang pemilik waktu. Cinta sejati seseorang bisa disimpan dalam memorinya. Tidak akan ku kubur atau ku buang, aku hanya akan menyimpannya dengan baik tanpa ada yg menyentuhnya.
Kau benar sahabat sejati tidak akan tergantikan. Teman dan akan selalu menjadi teman. Tanpa ke egoisan tenang perasaan, tanpa rasa benci karena perubahan sikap. Teman akan selalu saling melindungi, saling mengerti, dan saling membahagiakan jika kita mengetahui batasan yang sudah terpatri didalamnya.
Na Jaem, kau adalah salah satu alasan untuk aku bertahan disini. Jangan mengelak soal ini oke. Jadikan aku duniamu, karna aku akan menjadikanmu semestaku. Ini hanya untaian dari temanmu yang menyayangimu sebagai teman.
Na jaem.
Terimakasih karena kau sudah sangat mewarnai hari ku. Lembaran kertas kusut yg kosong ini kini terisi oleh kisah unik yang kita buat bersama. Jadilah pelangi setelah hujan, dan aku akan menjadi langit yang terbentang luas untuk menaungi keindahan mu.
YOU ARE READING
Surat Kecil Untuk Sahabat
Short StoryHi semua, izinkan aku memperkenalkan diri. Aku si penulis yang tidak ingin disebut namanya. Disini aku hanya ingin menuangkan rasa. Ungkapan hati yang ku bungkus dengan sebuah tulisan. Aku akan menulis sebuah cerita tentang Na Jaemin dan Lee Jeno...
