1.lirik
"Dill" panggil Lora salah satu teman Dilla
"Apaan" sahut dilla dikursi belakang.
"Bawa bekal lo?"
"Bawa.lu gak bawa?" Tanyanya
"Bawaa,jelas.yaudah mabar lah" ucap lora sambil membuka tas untuk mengambil kotak bekalnya.
"Apa mabar?main bareng?" Ucap zia yang baru saja menyelesaikan tugas.
"Makan bareng" kompak mereka.
"Join tapi gue ketoilet dulu.tungguin" ujar dita hendak melenggang pergi tertahan ketika ia memergoki bian yang sedang melirik safira dibangku nya.
"Si anjirrr" umpat nya.
"Apaan dah?" Tanya arganta yang baru sampai bersama sandrea dibelakang nya.
"Bian, ngelirik Dilla masa" jelas dita yang masih terkejut.
"Dih bohong banget.lo.aja ngadi ngadi" elak dilla yang tak percaya.
"Demi apaa lo dit" sahut Keira disampingnya.
"Demiii sumpah.ngelirik tadii"
"Ini shiper gue berlayar kan yaa" sahut arganta membawa bakalnya juga.
"Ini mah dah pasti.yakin gue" timpa sandrea.
"Ngeri juga woi.dari kapal ghoib tiba-tiba jadi beneran masa" ujar Lora.
🥟🥟🥟🥟🥟
Mereka sudah masuk kedalam pembelajaran lagi.
Menyimak dengan tenang.
"Ibu" panggil Dilla.
"Iya, kenapa dilla?" Sahut guru ppkn tersebut.
"Buku catetan saya masih diibu," ucapnya
"Oh iya,kecuali dilla siapa lagi yang buku nya masih disaya?" Ujar bu nissa kepada mereka.
Bian mengangkat tangannya disusul oleh reyga dan Dita.
"Cuma empat orang aja nih,dilla sama lelaki tadi ambil berdua dimeja saya" titah bu nissa.
Dilla menggangguk lalu pamit keruang guru diikuti oleh Bian dari belakang.
"Lo tau meja bu nissa,gak?" Ucap Dilla membuka suara sambil berjalan
Bian merespon dengan gelengan kepala.
"Lo nanya aja plis sama guru yang lain,yaaaa" pinta dilla menoleh keBian yang lebih tinggi darinya.
"Kenapa gue?" Ucap Bian menoleh juga.
"Yaa lo aja,malu gue" cicit Dilla kaku,yang sudah ada didepan ruang guru.
"Yaudah" pasrah Bian.
"Pasrah amat"
"Lo aja berarti,ribet" sarkas bian,Dilla yang mendengar itu meringis pelan.
"Nggak sumpah,lo ajaa yaa" Dilla membalikkan badannya dan mendorong Bian masuk keadalam ruang guru.
Bian sudah didalam sedangkan Dilla menunggu didepan seperti tak ada dosa.
Tak Beberapa lama kemudian bian keluar sambil membawa beberapa buku, dan disambut oleh Dilla yang langsung mencari punyanya.
"Nanti" tutur bian
"Nanti apaan" balasnya masih mencari.
"Nyari buku nya nanti aja dikelas,ini punya beberapa kelas" jelas Bian.
Dilla langsung berhenti mencari,itu kalimat terpanjang yang pernah ia dengar dari mulut seorang Biantara.
Dan anehnya Dilla langsung mengangguk. "Punya kelas berapa aja?"
Bukannya menjawab Bian malah pergi mendahului Dilla.
"Yeee, kanebo kering" umpat nya ditinggal.
Dilla menyamankan langkah nya dengan langkah besar Bian.
"Oooh kelas 11 IPA 5" cicit dilla beroh ria.
Bian membalikan badannya dan menyerahkan beberapa buku. "Lo aja,"
"O-oh oke" menyambut buku itu dan pergi kedalam kelas.
Dilla keluar kembali dan melirik Bian yang sedang berjalan disampingnya dengan tenang.
Bian berhenti lagi didepan kelas 11 IPA 4 dan lagi-lagi menyerahkan beberapa buku dan menunggu diluar.
Dilla menggangguk paham,dan masuk kedalam kelas yang ricuh karena sedang jam kosong.
"Iraa,nih buku titipan dari bu nissa" tegur Dilla,kesalah satu kenalaannya.
Ira menoleh dan menyambut buku itu dan berterimakasih.
Dilla keluar dan mendapatkan Bian yang sedang menalikan tali sepatu menoleh kearah dilla yang sedang melihatnya juga.
"Udah,tinggal balik" ucap Bian singkat lalu pergi.
Dilla lagi-lagi harus menyamakan langkahnya lagi dengan Bian.
Hari itu,hari pertama dilla dan Bian berdua sedikit lama.
Canggung pasti,karena biasanya Dilla yang banyak bicara soal menggoda Bian.
Sekarang malah canggung,aneh.
YOU ARE READING
started with a joke
Teen FictionBerawal dari jokes yang Dilla lontarkan asal pada Bian yang sedang diam sambil memainkan rubik miliknya. "Bian, I have a crush on you" ujar Dilla sambil membuat hati dari tangannya. Bian menoleh dengan wajah datarnya. Tiga bulan kemudian. "Pulang?"...
