Don't Hurt Yourself

53 5 1
                                        

Ruby mengedarkan pandangannya kanan dan kiri melihat apa yang harus ia beli. Sedang berada di supermarket untuk belanja kebutuhan bulanan.

Ruby lebih tenang belanja sendiri, kalau bersama Joen, dia ribet sendiri minta cepat pulang.

Seseorang menabrak Ruby.

SENGAJA.

Dan itu adalah Hara.

Ruby sebetulnya tidak terlalu mengenal sosok Hara karena hanya melihat foto dari sosmed. Ia masih bingung dengan wanita di hadapannya yang menatapnya sinis.

"Ruby kan?"

"Sorry, kamu siapa, kok tau aku?"

"Calon tunangan Joen, Hara." Nadanya angkuh dan tatapan meremehkan diarahkan pada Ruby.

Ruby memutar bola matanya dengan raut malas, lalu melenggang pergi melewati Hara. Sebelum benar-benar jauh, Ruby berhenti karena sesuatu yang dikatakan wanita tadi.

"Eh pelacur."

Ruby berbalik sempurna, ia melangkah dengan tatapan lurus tajam menatap Hara.

"Ngomong apa barusan?" ucap Ruby dingin, tangannya sudah mengepal di samping tubuhnya.

"Kamu nggak ada bedanya sama mama kamu yang suka godain laki-laki."

Isi perut Ruby terasa kosong, matanya terasa panas, amarahnya mulai terkumpul. Dia masih mencoba menahan, karena tidak mau membuat keributan di tempat ramai.

"Kenapa? Kaget aku bisa tau tentang kamu? Dari dulu nggak ada yang berubah ya dari kehidupanmu, By? Udah nggak punya bapak, ibu tukang goda suami orang, utang di mana-mana, nyusahin orang. Sekarang Joen yang jelas calon tunanganku, masih kamu embat juga."

"Nggak malu apa. Keluarga Joen sudah tau semua kalo aku calon tunangan Joen. Masih aja kamu nggak jauhin dia. Mana sok caper banget pake acara bunuh diri. Mau dapat perhatian Joen? Kenapa nggak sekalian aja kemaren mati?"

BUGG!!!

Ruby melayangkan kepalan tinju tepat pada sisi kiri wajah Hara yang langsung terlempar jatuh ke lantai. Ruby langsung menginjak perut Hara berulang kali. Saat ini dirinya dikuasai iblis yang tak kenal ampun, bahkan dia menarik kerah baju Hara yang masih terbaring lemah, dan menghantam dua kali wajah itu lagi.

Mereka menarik perhatian semua orang. Jika tidak ada yang menghentikan Ruby, Hara bisa saja sekarat. Hara tidak bisa banyak bergerak, darah keluar dari hidungnya.

Ruby benar-benar kalut. Bukan soal Joen. Tapi perkataan Hara tentang orangtua dan kehidupannya yang dulu. Ruby yang sering dibully. Dia merasa dirinya kembali ke masa itu.

Kebiasaan buruknya terulang lagi, menyakiti diri sendiri. Yang lebih mengejutkan lagi, ia berada di rumah Tae.

Pak Jono dan Mbak menelpon Tae, memberitahukan semua yang terjadi.

Tidak ada yang bisa menghentikan Ruby sekalipun Pak Jono. Di kamar yang bernuansa pink ini ia masih bergelut dengan dirinya sendiri. Bahkan Ruby berteriak pada kedua orang di sana.

"PERGI!"

Ruby kembali meremas rambut dengan kedua tangannya pada posisi duduk melantai dengan kaki yang tertekuk ke atas.

Nggak bisa. Ini masih sakit. Sakit banget. Ruby menggigit lengannya sendiri sekuat tenaga. Ia yakin sakit di tangannya ini bisa mengalahkan sakit dalam dadanya.

Gagal. Masih sakit. Sekarang kepalanya dipenuhi memori lampau, saat ia di bully habis-habisan. Muncul bayangan di benak Ruby, mamanya yang menangis diam-diam tengah malam.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Jan 05, 2022 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

Joen RubyWhere stories live. Discover now