Kalian tau? Rasa nya jadi anak dari wakil walikota?...
Haha... Dari mana happy nya?!
Jujur... Belakangan ini hidup gue rumit. Banget. Entah karena sudah kebal di bully atau bosan dengan barang mahal. Tapi intinya gue masih sebal sama ayah gue.
Gak usah di tanya kenapa, "seorang wakil walikota". Pasti pekerjaan nya lebih penting dari keluarga nya.
Pulang larut malam dengan dorongan pintu sangat pelan. Duduk di sofa sambil mengunyah donat cokelat kesukaan nya. Mamah menyambut kepulangan nya dengan diskusi panjang di meja ruang tengah depan televisi.
Apa? Penguntit? Jujur gue juga gak mau kenapa memata-matai kehidupan orang tua sendiri, tapi mereka terlalu banyak menyimpan rahasia.
Mamah akrab banget sama semua "om-om" di bar gang sempit "markas penjahat 01" gue sama teman-teman yang menamai tempat itu.
Sedangkan ayah, selalu pulang larut malam bahkan terkadang gak pulang dengan alasan pekerjaan yang sangat menumpuk.
Lo pernah gak merasa punya orang tua kayak gue? Pasti lo merasa gak lama lagi hidup lo bakal berantakan dan kacau. Karena,.. kunci kebahagiaan keluarga adalah saling percaya dan tidak ada yang di sembunyikan.
Itu penjelasan dari buku bahagia halaman 34 yang gue pinjam dari perpustakaan sekolah. Tapi pemikiran itu hanya sejenak terlintas di kepala. Ayah sama mamah punya chemistry yang kuat menurut gue.
Hasil dari penelitian dari uji coba nomer 8 tentang kebiasaan orang tua yang gue lakukan menunjukan hasil yang di luar nalar.
Setiap ayah bilang satu kata, mamah bisa jelasin seratus kalimat dengan detail. Dan sebalik nya, setiap mamah buat seribu alasan, ayah bisa menjelaskan dengan sejuta cerita.
Sampai detik ini gue masih mengurung diri di kamar dari tadi sore. Ya gue sangat jenuh.
"Kaa... Mamah bilang kita akan makan malam di luar jadi cepat atau kau akan ditinggal hahaaha.."
Dia, dia pengacau kecil. Anak kecil yang sok tau dan selalu ikut campur urusan gue.
Mamah juga kelihatan lebih dekat sama Xanbel di banding gue. Mereka suka menghabiskan waktu bersama untuk latihan bela diri dan penguasaan emosional.
Mamah juga bilang kalau gue gak berbakat untuk berkelahi dan mengizinkan gue untuk menekuni kegiatan apapun yang gue suka.
Memang sih kelihatan nya seorang mamah yang paling pengertian. Tapi, mamah selalu memaksa Xanbel untuk terus latihan. Tapi gak pernah memaksa gue, dan gue merasa iri karena itu.
Gue juga pernah berfikir kalau gue bukan anak kandung mereka...
YOU ARE READING
Perjalanan Ke Masa Lalu
Science FictionIkuti perjalanan Vivi menembus waktu, bukan untuk mengubah dunia, tapi untuk memahami rahasia besar di balik luka dan perjuangan keluarga nya. #The Origin Story by zaqhfa.
