Mentari mulai menuju ke tempat persembunyiannya
Perlahan dunia menggelap
Berganti dengan bulan yang akan mengganti tugas matahari
Walau tak seterang sang pengusa siang
Dengan datangnya bulan di langit
Bersamaan pula dengan datangnya dia dalam kehidupanku
Topeng itu terlepas tinggallah kerapuhan tersisa
Topeng yang menemani siangku bersama kawanku
Kini aku sendiri dengan kegelapan
Disudut kamar yang tak terlalu luas
Hanya berpelukan dengan lutut
Dan saling tatap dengan dinding abu abu kamarku
Sekilas terlintas di benakku
Ingatan masalalu yg ingin aku lupakan
Namun ingatan itu semakin terlihat jelas hingga kini
Ku hanya bisa meraung dan mencoba melenyapkan bayangan itu
Nyatanya raungan ku tak membantu
Bayangan itu semakin terlihat nyata
Tangisanku tak bersuara lagi
Tubuhku bergetar
Pandanganku menggelap
Ku tak tahu lagi apa yang terjadi selanjutnya
Aku melemah hingga terbaring pada dinginnya lantai
Semoga masih ada esok hari lagi untukku dan topengku
Ku ingin bahagia walau hanya sandiwara
