We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.

prolog

79 9 2
                                        

Radela tidak suka dengan pelajaran Sejarah Indonesia, dia benar benar merasa malas apalagi jika waktu pelajarannya pada siang hari.

Ia berpikir mungkin itu suatu hal yang wajar bagi para siswa mengantuk saat pelajaran Sejarah Indonesia disiang hari. Jujur saja pelajaran ini seperti dongeng, digambarkan tapi tidak pernah terlihat secara nyata.

Mungkin ada peninggalannya, tapi untuk diperjelas, apalagi di zaman modern ini, tentu saja sebagian anak-anak milenial tidak suka mendengarkan hal hal berbau tradisional masalalu.

Saat ini saja dunia mereka dipenuhi dengan pro dan kontra, masalah artis, masalah sinetron dan drama diaplikasi, bahkan masalah perKpopan. Nyatanya itu lebih mengasikkan dibandingkan mendengarkan penjelasan guru, mau dibilang mitos ini semua fakta yang tidak dapat disangkal.

"Radelaa puspaa adiningrat!" Tentu saja mendengar teriakan itu, Radela terkejut bahkan sampai akan terjungkal dari duduknya.

"I iya pak!" Gagapnya sembari berdiri, sungguh ia hampir saja masuk ke dunia mimpi, sialnya Pak Singkir yang bernama panjang Singkir Wanabaya memergokinya sehingga kabur lah semua mimpi indah tentang Cha Eunwoo dengan ketampanannya walau dalam mimpi.

"Kamu! Dari dulu saya perhatikan, kamu selalu tidur dipelajaran saya! Kamu pikir saya ini apa!" Marah sang guru, tentu saja semua perhatian kelas mengarah ke Radela sekarang.

Dengan menunduk dia meminta maaf kepada Pak Singkir.

"Maaf pak." Sesal Radela, dia tidak bisa menyertai alasan mengapa ia tertidur.

"Huuh sudah lah! Untuk peringatan buat kamu, kamu bapak hukum!"

Keputusan itu segera ditolak oleh Radela, dia kan hanya tidur teman yang lain juga tidur disaat pelajaran lalu mengapa hanya Radela yang dihukum.

Jelas, itu semua karna Radela benar benar selalu tertidur, dan sayangnya disaat semua nilai mata pelajaran umum lainnya mendapatkan A+ hanya pelajaran Sejarah Indonesia yang mendapatkan nilai B- itu satu satunya kekurangan Radela dalam hal ini.

"Tapi pak, saya kan sudah minta maaf."

"Tidak ada tapi tapian, setelah pulang sekolah pergi ke perpustakaan dan rangkum tentang Biografis Majapahit!"

"Baik pak." Jawab Radela, ia menghembuskan nafas pasrahnya.

Pelajaranpun dilanjut, kali ini Radela benar benar tidak tidur dan mendengar baik baik penjelasan Pak Singkir tentang Majapahit.

"Majapahit salah satu kerajaan Hindu yang paling berjaya di Indonesia, dengan masa kejayaan yang dipimpin oleh Raja Hayam Wuruk."

"Sst ssst." Suara desis san kini terdengar dari bangku sebelah, tentu saja Radela tau siapa yang melakukan itu. Sahabatnya Vishaka putri Adhinata berbisik.

"Woi, lu gak papa?" Tanyanya khawatir.

"Gepepe." Jawab cuek Radela, hancur sudah moodnya yang tinggal sedikit.

"Asli nih anak, makanya kalau dibilangin jangan ngeyel, udah sering dibilangin buat jangan tidur, lu tidur mulu."

"Ngantuk Vis." Balas Radela dengan cemberut.

"Besok besok sebelum pelajaran cuci tuh muka, biar gak ngantuk ok?" Vishaka benar benar perhatian, dia juga cukup terkejut mendengar Pak Singkir berteriak memanggil nama Radela tadi.

"Iya iya."

Kembali mendengarkan Pak Singkir, kini guru itu membalikkan pertanyaan ke anak anak muridnya.

"Jadi sampai sini apa ada yang mau ditanyakan tentang Sejarah kerajaan?"

Semua anak murid terdiam, mata Pak Singkir kini melihat dari ujung kanan sampai ke ujung kiri, hingga akhirnya lagi-lagi Radela kena imbasnya.

Radela [Majapahit In Modern Era]Stories to obsess over. Discover now