" Hyung, makan malam sudah siap " ujar Haechan memanggil sang hyung yang masih setia duduk di teras rumahnya.
" Hm.... " jawabnya sambil berlalu melewati Haechan begitu saja.
" Hah, hyung kapan hyung berubah.... " ujar Haechan pelan, sangat pelan.
Haechan segera masuk kedalam dan menyusul Renjun untuk bergabung makan malam.
" Makan " ujar Renjun dingin sambil menyodorkan sepiring nasi penuh dengan lauk yang sudah Renjun siapkan.
Haechan yang melihat porsi makannya hanya dapat menelan ludah dengan kasar. Bagaimana bisa dirinya makan sepiring penuh dengan segunduk lauk seperti itu. Itu bukan porsi makan Haechan, bahkan Haechan makan setengah porsi tersebut tidak habis. Walau badan Haechan gembul, tapi bukan berarti porsi makan Haechan banyak seperti hyungnya.
Renjun yang melihat gerak gerik adiknya langsung mengambil piring tersebut.
" Eh hyung! Haechan makan! " seru Haechan secara refleks pada Renjun.
" Habisin, awas kalau kaga habis, ngerti! " ujar Renjun dengan tegas.
Sepertinya Haechan salah. Seharusnya Haechan membiarkan Renjun mengurangi porsi makannya.
Dengan gerakan pelan Hechan segera mendudukkan dirinya dikursi yang sudah Haechan siapkan tadi.
Haechan langsung memakan makan malamnya dengan nikmat. Setelah beberapa menit terlewati, akhirnya makanan Renjun sudah habis, hanya tinggal Haechan yang belum habis. Bahkan porsi yang Haechan makan belum ada setengah porsi yang masuk kedalam perutnya.
Walaupun sudah habis, Renjun tetap duduk dikursinya sambil memperhatikan Haechan yang masih sibuk dengan makannanya.
Melihat gelagat aneh dari Haechan yang sudah kenyang, dengan kasar Renjun menarik piring yang masih penuh dengan makanan tersebut. Dengan kasar Renjun segera menghabiskan sisa makanan Haechan yang bisa dibilang masih cukup banyak.
Haechan hanya dapat diam dan sesekali memandangi hyungnya yang kini sedang menghabiskan makanannya.
" Jika kenyang g usah sok kuat, " ujar dingin Renjun pada Haechan setelah dirinya selesai dengan makanannya.
" Maaf " jawab Haechan pelan.
" Jawab yang benar! " sentak Renjun pada Haechan.
" Maaf! " teriak Haechan refleks,karena Renjun menggebrak meja dengan keras.
" maaf " ujar Haechan sekali lagi dengan nada yang kecil.
" Tidur, biar hyung yang membereskannya " ujar Renjun sambil tangannya menumpuk bekas makan mereka.
Tanpa menunggu perintah dua kali, Haechan segera meninggalkan Renjun yang kini sudah berkutat dengan bekas makanan mereka.
Tok
Tok
Tok
Sebelum Haechan sampai ke kamarnya, terdengar suara ketukan yang berasal dari pintu rumahnya.
Dengan cekatan Haechan segera membuka pintu rumah tersebut.
" Renjun ada " tanyanya dingin, setelah pintu rumah yang ia ketuk Haechan buka.
" Ada, sebentar " Ujar Haechan sebelum dirinya melenggang masuk untuk memanggil Renjun.
" Hyung, Jeno hyung mencari hyung " panggil Haechan pada Renjun yang sedang mengelap tangannya setelah Renjun selesai mencuci semua peralatan makan malam mereka.
" Hm.... " jawab Renjun dengan berdehem pada Haechan.
Haechan segera menata peralatan dapur yang sudah Renjun cuci barusan.
YOU ARE READING
The Road : Slow Update
FanfictionCerita ini hanya fiksi, and jan salah lapak, salah lapak no what what, btw ini bxb xixixixixi, kalau kaga suka silakan go go, kalau suka come here 555555 ( KHALAL DIBACA ANAK DIBAWAH UMUR ) Ini hanya kisah Haechan dan Renjun yang hidup dalam dunia g...
