prolog

5 2 0
                                        

"Runa kamu jangan lari lari nak" teriak seorang wanita paruh baya pada gadis cantik dengan rambut panjang yang terus menerus mengejar seekor kupu kupu

"Iya bunda" jawab Aruna kecil yang terus mengejar kupu kupu

"Nah ini dia peri kecil ayah akhirnya ketangkep juga" Bima berhasil menangkap putrinya yang hampir saja menabrak pohon didepannya

"Yah ayah kupu kupu-kupunya kan jadi pergi" ucapnya kecewa

"Ga apa apa dia kan jadi bebas"

"Tapi runa mau kupu-kupunya soalnya sayapnya cantik mau runa bawa kerumah"

" Gini sayang runa kan peri kecil ayah runa punya sayap indah yang ga bisa orang liat yang bisa liat cuma ayah sama bunda . Iya kan Bun?" Tanya Bima

"Nah iya kata ayah jadi biarin kupu kupu nya bebas ya "

Aruna tersadar dari lamunannya kejadian saat ia kecil membuatnya meneteskan air mata ditengah tengah hujan yang mengguyur jalanan kota. Aruna menerbitkan senyum tipis sembari melihat keatas langit yang terus menerus menjatuhkan rintikan hujan, tak lama setelah itu bis yang ia tunggu sampai.

🦋🦋🦋

Setelah melalui perjalanan yang cukup panjang akhirnya sampailah Aruna di sebuah rumah sedehana ber cat putih . Aruna memandang rumah itu teringat beberapa tahun lalu ia selalu bermain dihalaman rumah dengan banyak bunga yang selalu dikunjungi oleh banyak kupu kupu kini hanya tinggal halaman kosong dengan satu pohon rindang yang ia dan ayahnya tanam, Aruna melihat jendela yang kini tertutup rapat tak ada lagi rumah terang dengan jendela terbuka, tak ada lagi aroma kue coklat yang selalu menggodanya untuk langsung pergi ke dapur. Namun dari sekian banyak hal yang hilang dari rumah itu satu hal yang sangat membuatnya kehilangan yaitu kedua sosok yang selalu menunggunya di depan pintu .

Ayah

Bunda

Aruna menghapus air matanya yang dudah jatuh sejak tadi , perlahan ia membuka daun pintu

"Assalamualaikum runa pulang" Ucapnya dengan senyuman di bibirnya

Tak ada jawaban semua hening

KelabuDonde viven las historias. Descúbrelo ahora