Never click suspicious links
Reminder: Wattpad will never ask for passwords, payment information, or other sensitive account security details.

Fighting!

72 6 21
                                        

Hari ini suhu udara lebih tinggi dari biasanya. Lampu penyeberangan masih menyala merah dan masih tersisa satu menit lagi sebelum berubah warna. Beberapa dari mereka sibuk mengipas wajah dengan satu tangan, sambil menyeka keringat yang mengucur di dahi dengan tangan satunya. Ada pula yang berusaha mengusir panas dengan menenggak habis sebotol teh dingin, tanpa memedulikan tatapan iri orang di sampingnya. Dan begitu lampu penyeberangan berubah menjadi hijau, orang-orang berjalan dengan cepat menghindari sengatan matahari yang bersinar terik seperti tepat di atas ubun-ubun.

Dari balik kaca jendela lantai dua sebuah cafe, seorang gadis duduk menghadap beberapa buku yang terbuka. Namun, tatapannya justru mengamati lalu lalang manusia di jalan raya yang terlihat dari sana.

"El! Ayo, ajari aku! Besok kita ada ujian bahasa Jepang!" ucap Sara sambil sibuk mengunyah kentang goreng.

"Kau minta ajari, tapi malah sibuk makan. Mending aku ngelamun aja."

Sara menyingkirkan sepiring kentang dari meja. Mengelap mulut dan tangannya dengan tissue, kemudian membuka buku pelajaran bahasa Jepang tingkat SMA yang sedari tadi ada dalam tasnya.

"Sorry. Habisnya kelaparan, sih. Ayo! Aku siap!"

Eliana menatap gadis manis dihadapannya itu sambil geleng-geleng. Sahabatnya itu memang suka sekali dengan makanan. Meski dibilang kelaparan, sebelum datang ke cafe, sebenarnya Sara sudah menghabiskan dua hotdog pedas, satu burger keju dan semangkuk mi instan spesial pakai telor di kantin sekolah mereka. Meski makan sebanyak itu, timbangan Sara tetap konstan. Perut nih anak ada blackhole-nya apa, ya? Batin Elina setiap kali melihat nafsu makan Sara yang luar biasa.

"Terus, apa yang bingung?"

Sara menunjuk sebaris kalimat dari sebuah buku berisi tulisan huruf-huruf negeri sakura sambil membacanya, "Sakura san no hon. Sakura kan nama orang. Hon artinya buku. No disini apaan?"

Elina mendengarkan pertanyaan Sara dengan serius. Dahinya mengernyit. Ia nampak berpikir keras. Tak lama, ia pun berkata, "No artinya tidak. Berarti Sakura tidak buku."

Sara yang awalnya mendengarkan dengan serius, menjitak kepala Elina dengan keras. "Kutu kupret! Udah didengerin serius malah becanda!"

"Habisnya, ini udah lu tanyain berkali-kali. Sekarang tanya lagi."

Sara memanyunkan bibirnya, "Yu munu gumunu lugu. Uku lupuun."

Elina menghela napas. Seminggu lalu dan bahkan sejak dua minggu lalu, Elina menerangkan kepada Sara panjang lebar kali tinggi tentang hal yang sama. Tetapi, setiap kali Sara meminta bantuan, selalu tentang materi yang sama pula.

"Oke dengerin. Awas sampe tanya lagi. Partikel no dalam Sakura san no hon memiliki makna kepunyaan. Disini artinya bukunya Sakura. Buku punya Sakura. Paham?"

"Oh, inget! Oke udah. Ganti! Yang ini!"

Elina memandang ke arah jari Sara menunjuk. Dan benar saja, lagi-lagi hal yang telah dia beritahukan sebelumnya. Tampaknya hari ini Elina akan kembali mengajari Sara hingga mulutnya serasa berbusa. Ganbatte, watashi!* Batin Elina.

Tl : (*Semangatlah, diriku!)

Tugas PW 3 Menulis Drabble

lorddevil__
YooFreiZhuh
MikasaKuruta
RaindeAlthera
CandleMits
PhoenixWriter_

Fighting!Stories to obsess over. Discover now