We've updated our Content Guidelines.
Review the latest guidelines to keep sharing stories safely.

Lost

1.1K 122 36
                                        

"Iwa-chan, kau sudah siap?" kepala berhiaskan helaian gelap itu menolehkan kepala, menatap lelaki bersurai coklat gelap yang juga menatapnya.

Pemuda bersurai raven, atau yang bisa kita sebut Iwaizumi Hajime, menganggukkan kepalanya pelan untuk menjawab pertanyaan yang bersurai coklat.

"Kalau begitu ayo kita berangkat." Mengulas senyum simpul, Oikawa meraih pergelangan tangan milik Iwaizumi, membawanya ke dalam genggaman hangat sebelum menariknya pelan.

Iwaizumi cuma diam, membiarkan sang brunette menarik tubuhnya agar berjalan berdampingan dengannya.

Manik indah bercorak kehijauan itu bergulir, menatap sendu pada jalanan di depannya. Genggaman tangannya pada milik Oikawa menguat, seakan-akan hidupnya bergantung pada hal itu.

Bingung, Oikawa menolehkan kepalanya dan mendapati ekspresi sang pacar yang campur aduk.

Pacar? Yah, keduanya sudah menjalin hubungan sejak mereka menginjakkan kaki ke Aoba Johsai. Terlalu awal? Ucapkan saja kalimat itu pada yang bersurai coklat, dan dia pasti akan menjawab, “Tapi cintaku pada Iwa-chan itu mutlak-!” sambil menatap nyalang ke arahmu.

Mengetahui apa yang ada pada pikiran sang belahan hati, Oikawa mengelus pelan punggung tangan milik Iwaizumi yang ada pada genggamannya. Tersentak pelan, teruna berkelahiran 10 Juni itu menoleh cepat ke arah lelaki yang lebih tinggi, mendapati tatapan hangat dari empunya.

Senyum tipis, netra kecoklatan yang menatapnya dalam, serta tatapan hangat dari pemuda di sebelahnya tersebut membuat Iwaizumi merasa aman.

Membuang napas lega, Iwaizumi menaikkan dagu, menatap percaya diri pada jalanan di hadapanya. Senyum tipis ia ulas, dipererat olehnya genggamannya pada tangan sang terkasih.

"Cepatlah, kusokawa. Kita akan terlambat."

Tersenyum tampan, Oikawa menjawab dengan nada jahilnya, "Kan kau sendiri yang lama, Iwa-chan!"

Iwaizumi kemudian mendengus kesal. "Terserahmu saja."

Sesampainya di gerbang sekolah, keduanya lekas berjalan menuju gym sekolah tatkala menyadari bahwa latihan pagi akan segera dimulai.

Brak!

"Pagi semuanya," sapa sang Kapten ramah. Seisi ruangan seketika menoleh bersamaan, sebelum menjawab sapaan itu tak kalah hangat.

"Yoo, kapten. Kau terlambat," Matsukawa Issei, lelaki jangkung dengan alis tebal itu berkomentar.

"Ah, salahkan Iwa-chan-! Dia berdandan lama sekali!" Oikawa menjawab sambil sesekali tertawa.

"Oi! Aku disini, tau!" berujar kesal, Iwaizumi hampir saja melemparkan bola voli yang sedang ia pegang ke arah kepala yang dipenuhi helaian coklat tersebut. Beruntung bagi Oikawa, Kindaichi dengan cepat menghentikan seniornya tersebut.

Oikawa beranjak dari tempatnya berdiri, tangannya sibuk merogoh isi tas, mencari keberadaan kaos yang biasa ia pakai untuk latihan pagi.

Netra kecoklatan itu bergulir, mendapati Iwaizumi yang kini sedang berjalan menuju ruang ganti. Melihat itu, dengan segera ia hampiri teruna bersurai gelap itu.

"Iwa-chan! Apa yang mau kau lakukan?" Oikawa bertanya, kedua lengannya bersedekap di depan dada, alisnya menaik.

"Kenapa kau bertanya? Tentu saja aku ingin berganti pakaian, bodoh," jawabnya singkat. Mendengar jawaban tersebut, Oikawa dengan sigap meraih pakaian yang sedang Iwaizumi pegang, lalu merampasnya.

"Oi! Apa yang kau—" Ucapannya terpotong, dikala yang bersurai coklat berkata, "Sejak kapan aku bilang kau boleh ikut latihan, Iwa-chan?"

Iwaizumi bergeming. Ia menatap heran pada Oikawa untuk beberapa saat, sebelum akhirnya mengerti apa yang dimaksud sang brunette.

Lost | OiIwa One-Shot ✔Stories to obsess over. Discover now