1

81 4 0
                                        

"Torao, aishiteru"

Law hanya memutar matanya malas, terlampau bosan mendengar kata itu dari Luffy.

Jika orang lain yang mengatakannya, mungkin law akan percaya, tapi ini Luffy, jadi dia tidak menanggapi nya dengan serius.

Kenapa?

Karna Law tau, Luffy mencintai semua orang. Dia selalu mengatakan "Aku mencintaimu" ke semua orang yang disayanginya.

Saat ini mereka berada di cafe seberang sekolah, bel pulang baru berbunyi dan mereka sedang menunggu teman teman yang lain datang untuk mengerjakan tugas dari Robin-sensei.

Law meneguk kopi miliknya.

"Apa kau juga mencintaiku Torao?"  tanya Luffy karna tak mendapat respon dari Law.

"Apa kau akan menanyakan hal itu terus menerus Luffy-ya?"

Luffy menekuk wajahnya "Aku serius Torao"

Law hanya memutar matanya malas lalu mengalihkan pandangannya pada temannya yang baru datang,

Sanji melempar dua bungkus onigiri kesukaan law dan di tangkap law dengan sempurna. "Kau harus makan lebih banyak Law, agar tubuhmu tidak seperti lidi" Law  tidak membalas perkataan sanji dan hanya fokus memakan onigirinya. Sesekali mereka saling melemparkan lelucon dan kemudian tertawa bersama.

Luffy menatap pemandangan itu dalam diam, tanpa sadar dia menarik napas dalam dalam dan memilih mengalihkan pandangannya.

Dan Zoro menyadari itu.

•••

Sedari tadi pandangan Luffy hanya berfokus pada satu titik, yaitu Law yang sedang asyik mendengar cerita Usopp dan sesekali terkekeh kecil, Luffy tersenyum saat melihat Law bahagia bersama para sahabatnya.

Tapi saat sadar bahwa senyum Law bukan karena dirinya, dia merasa agak sedih. Luffy juga ingin menjadi alasan Law tersenyum, bukannya Luffy tak suka Law tersenyum pada sahabatnya. Luffy hanya iri, mengapa bukan dia yang jadi alasan Law tersenyum?.

Semakin di pikirkan terasa semakin menyakitkan, tapi Luffy sudah terlampau terbiasa dengan rasa sakitnya.

•••

Tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 19.00 tugas pun baru selesai di kerjakan karena ada sedikit kendala, yaitu Zoro dan Sanji yang selalu berbeda pendapat dan berakhir dengan debat panjang yang sudah menjadi kebiasaan mereka jika bertemu.

Sanji Zoro dan Usopp sudah lebih dulu pulang, kini tersisa Law yang tertidur sejak debat Zoro dan Sanji, dan Luffy yang masih betah memandangi wajah rupawan Law.

Saat sedang asyik memandangi Law, tiba tiba ponsel Law berdering dan tertera nama 'Monet', siapa yang tidak kenal Monet, senior cantik dengan segudang prestasi, tipe gadis populer yang di gandrungi banyak laki laki.

Dan sial nya, dia lumayan dekat dengan Law, tapi Luffy tidak tau ada hubungan apa antara mereka berdua.

Saat Luffy masih sibuk dengan pemikiran tentang hubungan Law dan senior bernama Monet, ternyata Law sudah bangun dari tidur nya dan membereskan barang barang miliknya.

"Luffy-ya"

"Oi Luffy-ya"

Karna tak kunjung mendapat jawaban Law menepuk pelan pundak Luffy

"Oi kau tak mau pulang? ini sudah larut"

Luffy tersentak saat Law menepuk pundaknya, bukannya menjawab, Luffy malah sibuk memandangi wajah Law.

Law mengernyitkan dahi, lalu kembali menepuk pundak Luffy.

"Jika kau tidak cepat, akan ku tinggal" ucap Law sambil berjalan keluar dari cafe.

Luffy masih diam mematung, saat sadar dirinya sudah sendirian dan melihat Law yang sudah berada agak jauh dari cafe, buru buru dia memakai tas dan berlari mengejar Law.

Saat sudah sampai di dekat Law, Luffy berhenti sejenak untuk mengambil nafas, Law yang menyadari Luffy sudah menyusulnya membalikkan badan dan melihat luffy dengan tatapan datarnya.

"Mengapa kau meninggalkanku Torao, padahal aku sudah berbaik hati menunggumu terbangun tapi kau malah seenaknya meninggalkan ku begitu saja"

Law mendecih pelan

"Aku sudah mengajakmu pulang tadi, tapi kau malah asik melamun"

Luffy cemberut mendengar penuturan Law, dan sisa perjalanan pulang malam itu, hanya diisi oleh gerutuan tak jelas Luffy.

Our DestinyWhere stories live. Discover now