Hari Natal ialah hari yang sangat dinanti-nantikan seluruh umat kristiani di muka bumi ini, hari yang datang setahun sekali itupun sering kali ditandai sebagai hari libur sekaligus kesempatan untuk merayakan bersama orang-orang yang kita sayangi dan berdoa bersama meminta hidup kita diberkati. Semua orang menyambutnya dengan hangat tak terkecuali Barra.
"Woah, Natal telah tiba! Tuhan, semoga Santa Claus datang membawa hadiah serta mengabulkan semua permohonanku. Amen."
Barra sangat menyukai Santa Claus karena orang tuanya bilang Santa Claus akan datang dan mengabulkan semua permintaannya jika dia menjadi anak baik. Barra kecil mempunyai segudang mimpi dan permintaan, maka dia menjadi anak penurut dan berperilaku baik agar kelak dia bisa membuat permintaan pada Santa Claus.
Tahun demi tahun, setiap natal Barra selalu menunggu kedatangan Santa tapi tak kunjung datang, bahkan sampai Barra beranjak remaja dengan perjalanan pubertas yang ia lewati, dia mulai menyalahkan orang tuanya yang berbohong soal Santa Claus, perubahan emosi yang labil pada remaja merubahnya menjadi anak nakal dan pem-bully di sekolah.
Dia merasa menyesal menjadi anak baik, dia merasa dibodohi dengan dongeng Santa Claus yang dia percayai dulu. Nyatanya, orang dewasa membohonginya agar dia tak melawan dan bisa memperlakukannya sesuka hati mereka dengan kedok "Anak harus menurut pada orang tua jika tak mau menjadi durhaka".
"Sini bekalnya!! Aku lapar!" Barra merebut kotak bekal yang dibawa teman sekelasnya.
"Bar, uangku gak cukup loh buat jajan, cuma bawa bekal aja buat makan siang." ucap temannya memohon.
"Ya tinggal ngutang apa susahnya!!! Ntar aku balikin kotak bekalnya, pergi sana! Atau aku bully lagi di kelas!"
"Tapi Bar..."
"Aku bilang pergi!!! Awas kau ya kalo ngadu ke guru!"
Mendengar hal itu temannya Barra langsung terbirit pergi meninggalkannya dengan wajah sembab. Barra yang sudah tumbuh dikenal nakal dan suka menindas, tak segan dia menyakiti siapapun jika tak menuruti perintahnya. Sudah beberapa kali juga Barra dipanggil masuk ke ruang BK untuk mendapat ceramah dan beberapa peringatan, bahkan sudah diancam akan dikeluarkan tapi beruntungnya Barra karena pemilik sekolah itu ialah ayahnya jadi mau senakal Barra apa pun tak akan dikeluarkan.
"BARRA!!! SUDAH BERAPA KALI AYAH BILANG, JADILAH ANAK BAIK! AYAH LELAH DENGAN KELAKUANMU!!"
"Yah, udah, jangan terlalu keras sama Barra." ujar Mama Barra lembut.
"Tuh kan! Gara-gara kamu terlalu memanjakan Barra dari kecil jadi ngelunjak dia sekarang!"
"Tapi bisa dibicarakan baik-baik lagi pah, pasti ada penyebabnya!" suara mama Barra meninggi.
"Udah berapa kali kita hukum!? Percuma!! Dia akan berulah lagi! Kita harus kasih pelajaran lebih agar dia jera!!"
"Barra lelah jadi anak baik!! Mana!? Katanya kalau jadi anak baik Santa Claus akan mengabulkan permintaanku!! Kalau gitu sekalian aja aku jadi nakal!! Kalian pembohong!" teriak Barra kepada orang tuanya.
Plakk
"JAGA MULUTMU BARRA!!!" ujar Ayah Barra setelah menamparnya.
"AYAH JANGAN KETERLALUAN!!!" Mamah Barra histeris.
"Oh jadi begitu.. Kalian jahat!!!" Barra berlari keluar rumah sambil memegangi sebelah pipinya.
"BARRA TUNGGU!!!!"
🐻🐿
Di tengah turunnya salju tahun ini malam natal pun tiba. Barra terlihat menyesap susu coklat hangat di dekat tungku perapian di dalam kamarnya. Kenapa Barra bisa dirumah? Mamanya terus menelpon dan memohon sambil menangis agar dia pulang kerumah, karena tak tega dan rasa sayang pada Mamanya akhirnya Barra pulang dengan konsekuensi dia tidak boleh ikut merayakan natal bersama keluarga besarnya, dia dikurung di kamarnya sampai malam natal usai. Dia tak masalah toh dia sudah tidak lagi menyukai hari natal.
Saat sedang asyik menyesap coklat hangatnya Barra sekilas mendengar suara gemuruh. Mungkin suara salju padat berjatuhan di atas atap rumahnya, pikirnya. Tak lama..
BRUKKK
"Arghhh sakitt!!"
"AAAAA SIAPA KAMU!?!?"
To Be Continued
VOUS LISEZ
Santa Claus | beomtae ✔
FantasyKatanya, Santa Claus akan memberiku hadiah serta mengabulkan permintaan jika aku menjadi anak baik, tapi mengapa ia tak kunjung datang?
