Oh,Ini?

20 4 1
                                        

"Bun!, Aku mau ke toko Omah ya" Ucap seorang gadis berkaos abu polos dengan celana training hitamnya kepada sang Bunda.

"Mau ngapain?" Tanya sang Bunda.

"Umm...mau ketemu Omah sekalian beli apa gitu" Jawabnya.

"Ya udah sana, hati-hati" Ucap Bunda mengingatkan.

"Ya udah dah bun!, oh iya tolong bilang ke Abang. Aku pinjem motor" Ucapnya sembari berlari kecil ke arah pintu masuk.

"GAK USAH BAWA MOTOR, PELANGI!" Teriak sang Bunda namun tak terdengar oleh anaknya yang sudah berada diluar rumah. "Terserah deh" Gumamnya tak peduli. Lagian juga udah keburu pergi anaknya, pikirnya.

🐥

"Eh mas Bay, Omah ada ga?" Tanya Pelangi kepada seorang karyawan berbaju merah yang duduk di meja kasir, setelah masuk ke dalam ruko yang cukup besar itu.

"Eh Pelangi, udah lama ga kesini. Itu ada Omahnya di dalem" Jawab Mas Bay yang memang sudah akrab dengan Pelangi.

"Oh oke Mas, eh aku mau ambil ini dulu ya Mas satu nanti aku bayar" Ucap Pelangi sembari mengambil 1 botol minuman di dalam lemari pendingin besar yang ada disisi toko. "Sisa satu, beruntung juga gue" Batin Pelangi melihat minuman favoritnya itu hanya tersisa satu di lemari pendingin tersebut.

"Eh, apa-apaan lu, itu punya gua" Suara bariton seseorang mengejutkan Pelangi yang masih bisa merasakan dinginnya lemari es yang masih terbuka.

"Enak aja! gua duluan yang ngambil" Ucapnya tak terima lalu merebut kembali minuman yang tadi sempat direbut oleh laki laki tersebut.

"Ini punya gua, orang tadi gua nitip naro disini dulu, sebelum gua pulang!" Bantahnya lagi dan mengambil minuman yang ada di tangan Pelangi.

"BOONG!!" Teriak Pelangi dan membuat mereka menjadi pusat perhatian orang-orang yang ada di toko tersebut.

"Eh eh kenapa ini???" Suara yang sudah tak asing di telinga Pelangi membuatnya menoleh ke sumber suara tersebut.

"Omah!" Seru Pelangi setelah melihat siapa pemilik suara tersebut, ia pun segera berlari kecil menghampiri wanita paruh baya itu.

"Pelangi?!, kenapa itu?" Tanya Omah sembari membalas pelukan hangat yang diberikan oleh Pelangi kepadanya.

"Itu dia ngambil minuman aku" Adu Pelangi sembari menunjuk laki-laki perebut minumannya yang masih berdiri tegak di depan lemari pendingin.

"Heh, jangan deket-deket lu. Pake segala manggil Omah-Omah ini Omah gua" Laki-laki itu menghampiri mereka berdua lalu merangkul Omah dengan lembut, membawanya untuk sedikit menjauh dari Pelangi.

"Dih, Lu demen banget ya ngambil apa apa yang gua punya" Sebal Pelangi.

"Apasi, ngaca! lu yang kayak gitu"

"Eh eh udah udah. Mending sekarang kita masuk ke dalam, ga enak diliatin orang banyak begini" Ucap Omah menengahi adu mulut 2 insan tersebut.

"Ga usah Mah, Abi udah mau pulang. Biarin aja ni cewe sama Omah aja, Abi udah ditungguin" Tolak Laki-laki tersebut dengan lembut kepada Omah. Berbeda dengan cara ia tadi berbicara kepada Pelangi.

"Sok lembut banget lo" Pikir Pelangi, jengkel kepada Laki-Laki itu.

"Ya udah terserah kamu, tapi minta maaf dulu ke dia yuk" Tutur Omah lembut kepada Si Perebut Minuman.

"Ya udah, gua minta maaf. Mau ga nih?" Ucapnya dengan nada yang Pelangi sangat tahu bahwa ia tidak ikhlas mengucapkannya.

"Ga" Singkat Pelangi. Omah yang melihat wajah muak Pelangi hanya bisa menggelengkan kepalanya.

"Dih, yaudah", "Omah, Abi pulang dulu ya. Dah" Ucapnya lalu memberi kecupan di pipi kiri Omahnya.

"Iya, Hati-hati" Balas Omah dan Lelaki itupun pergi keluar dan menaiki motor besarnya, lalu melajukannya sampai Pelangi tak dapat melihat sosok tampannya lagi. "Ayo masuk" Ajak Omah menghancurkan semua lamunan yang ada di pikiran Pelangi.

"Ah, iya Mah"

🐥

"Kamu kemana aja?, udah lama ga kesini" Tanya Omah membuka pembicaraan.

"Ada kok dirumah, tapi emang males aja keluar-keluar" Jawab Pelangi diiringi cengengesan khasnya.

"Ihh kamu tuh" Ucap Omah lalu mereka berdus tertawa, "Kamu emang lupa sama cowo yang tadi?" Tanya Omah mengingatkan Pelangi pada kejadian menyebalkan tadi.

"Ga tau, emang siapa sih Mah?" Tanya Pelangi balik.

"Itu Abi, cucu Omah yang kedua. Kamu lupa?"

"Abi??..." Pelangi berusaha mengungat kembali kenangan masa kecilnya. "Oh Abi!, iya tau. Yang dulu dipaksa mandi sore sampe guling-guling di jalanan ya Mah?" Tanya Pelangi tiba-tiba bersemangat.

"Iya iya itu..." Jawab Omah diiringi tawa kecilnya, begitu juga dengan Pelangi. "Padahal Abi sama Raja sering banget main sama Langit, masa kamu ga pernah liat?" Lanjut Omah.

"Ga tau, aku ga pernah liat. Ga tertarik juga ngeliatin temen-temen abang kalo lagi main ke rumah" Ucap Pelangi. "Aku ga pernah liat dia lagi, terakhir pas dia mau pindah masih TK itu juga. Lagian juga dia tinggal disini ga sampe 1 Semester" Tambahnya.

"Dia sering main kesini semenjak SMA, Hiih sekarang malah kamu yang jarang kesini" Tutur Omah lalu keduanya tertawa.
"Padahal Omah sering loh nyeritain kamu ke Abi, tapi kayaknya dia ga sadar klo yang tadi rebutan minuman sama dia itu kamu"

"Ehh??, Omah cerita apa aja ke dia"

"Umm...banyak aja, tapi dia tau kalo kamu adeknya Langit"

"Ohh..."

"Gimana sekolahnya sekarang?" Tanya Omah merubah topik.

"Yaa gitu deh Mah, oh iya aku juga lupa mau cerita klo nanti hari Senin aku pindah sekolah" Pelangi bercerita.

"Kenapa emangnya?, mau pindah kemana?" Tanya Omah sembari mengerutkan keningnya pertanda heran.

"Ada problem Mah, mau pindah ke...sekolah Abang"

"Oh...ya udah baik-baik disana, kamu tuh spesial Pelangi. Harus bisa banggain Bunda Ayah" Omah menasehati dan Pelangi hanya menganggukan kepalanya pertanda paham.

🐥

"Omah, aku pulang dulu ya. Besok-besok aku mampir lagi" Pelangi berpamitan sembari mencium punggung tangan wanita paruh baya yang ada di hadapannya itu.

"Iya, hati-hati ya. Kamu bawa motor ini?" Tanya Omah heran karena yang ada di hadapan Pelangi adalah motor yang biasanya para lelaki gunakan.

"Iya, punya abang. Hehe"

"Kamu tuh cewe-cewe bawa motor gede-gede"

"Gapapa, pas kok sama badan aku" Pelangi menaiki motor hitam tersebut lalu berpamitan sekali lagi kepada Omah dan akhirnya melajukan motor tersebut sampai hilang dari pandangan Omah.

🐥






  ༄𖧷Finish 1 part, makasih buat yang udah baca maaf kalo belum maksimal. Jangan lupa follow dan share yaa. Thanks!!

ABIRAYA ADDICTStories to obsess over. Discover now