Disebuah Terminal di salah satu desa terlihat sepasang orang tua yang sedang menemani anaknya untuk menunggu bus ke kota tujannya.
"kamu baik baik disana, jangan nakal dan jangan nyusahin paman sama bibi kamu" ucap seorang wanita paruh baya kepada anak nya.
"iya bu, udah yang keberapa kali sih ibu ngomong itu ke aku, bisa bisa sakit nih telinga ku dengar itu terus" jawab sang anak ke ibunya.
"kamu nih ya kalo ibu kasih tau ngejawab mulu, nih rasain nih" balas sang ibu sambil mencubit pipi anaknya itu.
"aww.. Iya bu iya ampun sakit" rengek si anak minta di lepaskan.
"udah udah cepat siap siap sebentar lagi bus yang kamu naiki mau berangkat" ucap sang bapak menghentikan tingkah anak dan istri nya itu.
"iya pak, bu aku pamit ya pasti aku bakal kangen banget sama ibu" ucap sang anak sambil memeluk ibunya.
"iya ibu juga pasti kangen sama kamu, nanti kamu sering sering ya telpon ibu" balas sang ibu.
"pak aku pamit ya pak" ucap sang anak ke bapak nya.
"iya kamu yg rajin belajarnya disana, nanti kalau lagi liburan jangan lupa pulang" nasehat si bapak ke anaknya.
"iya pak" balas sang anak dan menyalami bapak dan ibunya lalu naik ke dalam bus yg akan berangkat ke kota tujuan nya itu.
Bagas POV
Namaku Bagas aku anak ke 2 ibu dan bapak ku, aku punya 1 kakak yang sudah menikah dan 1 adik perempuan yg masih kelas 1 SMP.
Aku hanya seorang anak desa dan kami bukan lah dari keluarga yg kaya tapi biarpun begitu keluarga kami tidak pernah merasa kekurangan.
Sekarang aku sedang duduk di dalam sebuah bus yg melaju santai sambil melihat ke arah luar jendela, hari ini aku akan berangkat ke sebuah kota tempat paman dan bibiku tinggal karena aku akan melanjutkan sekolah di salah satu SMA yg ada di kota itu dan aku akan tinggal bersama paman dan bibi ku sampai sekolah ku selesai.
Oh iya umur ku sekarang 16 tahun, tinggi ku hanya 165 tapi aku mempunyai kaki yg jenjang sehingga terlihat tinggi, berat badan ku hanya 48kg kulit ku putih seperti ibu ku dan aku adalah seorang gay, iya aku baru mengetahui bahwa aku seorang gay saat aku kelas 2 smp waktu itu aku menyadari bahwa aku lebih tertarik melihat tubuh lelaki yg kekar dari pada wanita montok, apalagi saat aku pulang sekolah dan melewati persawahan di kampung ku, kadang aku suka curi curi pandang ke bapak- bapak yg sedang mengurus sawahnya, kadang aku suka terangsang melihat nya apalagi melihat otot otot di tubuh mereka di tambah dengan keringat mereka yg menambah kesan jantan di tubuh mereka. Tapi aku tidak berani untuk bertindak lebih karena aku masih takut untuk itu.
Tak terasa sebentar lagi aku akan sampai ke tempat tujuan kata ibu paman akan menjemput ku di terminal, paman ku ini adalah Abang dari ibu ku.
Saat aku turun dari bus aku pun melihat sekitar untuk mencari keberadaan paman ku sampai ku temukan seorang lelaki paruh baya memegang sebuah karton bertuliskan nama ku.
"permisi pak, apakah anda mencari seseorang bernama bagas? " tanya ku padanya.
"iya saya sedang menunggu keponakan saya" jawabnya
"nama bapak yuda? " tanya ku lagi.
"iya, kamu siapa ya" jawab nya.
"ini aku bagas paman" jawab ku tersenyum padanya.
"kamu bagas? Wah sudah besar ya sampai paman gak sadar " ucapnya memelukku.
"iyalah paman, masak iya aku kecil terus" kata ku saat dia melepaskan pelukannya.
"haha, iya yuk pulang biar kamu bisa istirahat di rumah" ajak paman.
Saat dalam perjalanan kami tidak banyak bicara karena paman sedang fokus menyetir mobil nya, sedangkan aku melamun ternyata paman ku ini orangnya ganteng dan gagah saat dia memeluk ku tadi aku merasakan otot nya yg kekar di balik kemeja nya, ah mikir apasih aku sama paman ku sendiri.
Tak lama mobil paman pun masuk kedalam pagar sebuah rumah yg lumayan besar, lebih besar dari rumah ku yg di kampung, kami pun turun dari mobil dan paman membuka pintu rumah.
"ma papa pulang" ucap paman dan keluar seorang wanita paruh baya seumuran ibuku keluar.
"iya pa, eh ini bagas ya pa" tanya nya sambil melihat kearah ku.
"iya ma ini bagas" jawab paman.
"wah sudah besar ya sekarang dulu terakhir kali bibi melihat mu kamu masih 5 tahun" katanya mengelus kepala ku.
"yasudah ayo masuk kamu pasti cape kan, ayo istirahat bibi sudah menyiapkan kamar mu" ajak nya.
"nah ini kamar kamu, sekarang kamu istirahat saja dulu nanti kalau butuh apa apa panggil bibi saja" lanjutnya mengingati ku.
"iya bi, makasih ya bagas jadi gak enak ngerepoti" jawab ku.
"gak kok kan kamu bakalan tinggal di sini jadi anggap aja seperti rumah mu sendiri" ucap bibi.
Setelah bibi pergi aku pun meletakan tas ku ke samping tempat tidur dan rebahan di kasur, karena aku ngantuk jadi aku putuskan untuk tidur saja dulu nanti baru berberes pakaian dan tak lama aku
pun tertidur dengan nyenyak.
YOU ARE READING
Penakluk Binal
FantasySemua hanya imajinasi semata. Apabila ada kesamaan nama tokoh, latar/lokasi kejadian itu bukan unsur sengaja karena hanya sebagai pelengkap cerita. Gambar hanya pemanis ilustrasi. Dan maaf jika banyak kesalahan saya Hanya penulis baru.
