Hari ini adalah hari pertama Kelli masuk SMA barunya itu, tapi kebiasaannya bangun kesiangan tidak hilang. matanya mengerjap, menyesuaikan dengan cahaya yang masuk dari jendelanya. Tirai jendelanya yang terbuka, membuat sadar bahwa mamanya yang workaholic itu pulang tadi malam. Perempuan itu beranjak dari kasurnya menuju kamar mandi, melirik ke arah jam di atas nakas.
"
Oh masih jam tujuh," gumamnya sambila diatas kepalanya.
Begitu selesai, ia menyambar tas nya yang ada di atas meja belajarnya. Oh jangan salah, Kelli memiliki meja belajar walaupun itu hanya untuk pajangan saja atau paling tidak untuk meletakkan tas ranselnya itu. kelli belajar? tidak mungkin seorang Kelli belajar, sampai upin ipin SMA pun Kelli tidak mungkin belajar. melihat buku saja sudah membuat Kelli melihat.
Kelli memacu mobilnya dengan tenang, sambil mendengarkan lagu dari boyband favoritnya One Direction dan Exo. Ia tidak peduli jika ia sudah terlambat datang ke sekolah. Yang terpenting adalah masuk dan tidak bolos sekolah itu sudah cukup. Sesampai di depan gerbang sekolah, Kelli turun dan meminta satpam membukakan pintu gerbang untuknya.
"Oalah neng, mbok ya kalau berangkat jangan siang - siang. Kamu anak baru yo?" tanya satpam itu.
Kelli, ia meng-iyakan kutipan satpam itu dan masih keukeuh meminta satpam di buka untuk membukakan pintu gerbang untuknya.
"Pak kalau bapak nggak buka gerbangnya, saya bakalan manjat gerbang ini Pak." Kelli mulai geram.
"Manjat aja neng, aku nggak yakin eneng bis... loh neng jangan manjat neng!"
Kelli mulai memanjat tebing di atas, meminta kepada satpam yang memintanya untuk turun. Jangan salahkan Kelli yang memanjat gerbang, salahkan saja satpam di ini yang tidak mau membuka pintu gerbang untuknya.
"Heh kamu!!"
Kelli yang masih berada di atas menoleh ke sumber suara. Disana pria paruh baya berdiri dengan berkacak pinggang, Kelli menebak adalah guru di sekolah ini. Dengan santainya Kelli mulai turun dari gerbang. Sekarang ia sudah sampai di dalam, ia membuka pintu gerbang dari dalam. Begitu gerbang terbuka ia melajukan mobilnya ke arah parkiran. Selagi Guru itu masih menceramahi satpam, Kelli berlari kabur dari sana.
Kelli mencari namanya yang berada di mading, ia tidak tahu ia masuk kelas yang mana. Salahkan ia yang kemarin tidak mengikuti Masa Orientasi Siswa, karena malas mengikuti acara seperti itu. Mending tidur di rumah, iya kan.
Ternyata ia masuk di kelas 10 IPS 1, ia berjalan santai ke arah kelasnya. Setelah menemukan kelasnya, ia segera mengetuk pintu. Pintu kelasnya terbuka, Kelli bisa melihat wanita paruh waktu di bawah ini keluar dan bertanya kepada Kelli dengan membuat kamu belajar yang membuat murid di sekolah itu. Tapi itu tidak berlaku untuk Kelli. Semenakutkan guru apapun di sekolah, Kelli tidak akan terpengaruh. Buktinya sekarang menunjukkan cengiran lebarnya di depan guru yang saat ini sedang menatap dengan membunuh membunuh.
" Kamu baru jadi murid disini udah berani terlambat, apalagi di jam saya!! Apa kata dunia coba, kamu blablabla." Wanita di depan Kelli masih asik dengan ceramahnya sedangkan Kelli berharap gendang telinganya tidak pecah setelah ini.
"Ya ampun!! Sepatu warna putih, baju di keluarkan dan rok kamu kependekkan!! Kamu niat belajar di sekolah atau mau jadi preman di sekolah, hah?! Sekarang kamu pergi ke lapangan dan lari dua puluh lima kali putaran!! " Kelli tersenyum tersenyum lebaran
"Makasih Bu hukumannya," ujarnya santai
Kelli berjalan meninggalkan kelas. Sebelum itu ia membalik, memastikan bahwa guru tadi masuk ke dalam kelas. Tahu jika wanita paruh baya itu sudah masuk ke kelas, ia jalan - jalan keluar koridor mencari kantin. Bodo amat lah soal hukumannya tadi, Kelli tidak mengambil pusing. Karena yang terpenting sekarang perutnya kenyang hati pun senang.
Begitu sampai di kantin, ia memesan nasi goreng satu porsi dan es teh manis. Kelli melihat sekeliling, kantin di sekolah barunya ini luas. Apalagi di saat sepi seperti ini, terlihat tambah luas. Perhatikan seluruh isi gudang hingga lokasinya berhenti di satu titik, sekelompok laki-laki yang bisa di bilang bandel. Seragam yang keluarkan, tidak memakai dasi dan warna sepatu tidak sesuai ketentuan seperti dirinya. Tapi apa pedulinya. Kelli menyebarkan nasi goreng dan es teh manis yang baru saja datang.
"Gila nggak sih MOS kemarin, adek kelas kita bening - bening cuy."
"Bi, di otak lo isinya cewek mulu".
"Halah gayaan, lo juga cewek mulu. Malah lebih parah dari gue."
Dan berbagai obrolan lainnya seputar cecan -cewek cantik- yang membuat Kelli memutar kedua bola mata jengah. Kelli tahu sekarang, mereka itu kakak kelasnya. Kelli memperhatikan satu pertemuan dari segerombolan kakak kelasnya yang duduk di pojok belakang. Hingga pandangannya jatuh kepada satu laki - laki berjambul dan tampan, Kelli mengakui jika laki - laki itu tampan. Tapi ada yang lebih penting dari itu, dan hal itu membuat Kelli tidak nafsu makan lagi. Dia merokok.
rem!
Kelli menggebrak meja, membuat semua laki-laki di pojok belakang berjengit kaget dan memandang Kelli kesal. Kelli berjalan menghampiri kelompokan kakak kelas itu dengan wajah menekuk sebal. Ia tidak peduli mereka kakak kelasnya, yang terpenting ia bisa makan tanpa gangguan rokok di sekitarnya. matanya tidak lepas dari laki - laki berjambul itu. Tangannya mengepal, rasanya ingin memukul wajah laki - laki itu. Di sebelah kanan - laki itu jelas sekali terpasang tulisan dilarang merokok, apa tidak bisa.
Semua laki-laki memandangnya heran bahkan masih ada yang memandangnya kesal, karena tingkahnya barusan yang kasar untuk ukuran anak perempuan.
"Eh ini jam pelajaran pertama!! Kalian malah nongkrong disini. Terutama lo, rokok lo ganggu gue. Emang sekolah punya nenek lo apa, seenaknya aja jadi cowok. Lo nggak bisa baca tulisan di tembok sebelah lo? Gue heran, gimana lo bisa? jadi murid di SMA ini. Padahal lo nggak bisa baca." Kelli bersidekap, membocorkan satu pertemuan laki - laki disana. Ia membocorkan lama pada salah satu laki - laki disana yang merokok dengan tepat.
Laki - laki itu Reyhan. Ia termasuk laki - laki berpengaruh di SMA Jingga. Ia cucu dari pemilik sekolah ini. Reyhan berdiri, membocorkan bola di luar dugaan.
"Kalau ini emang sekolah punya nenek gue, emang lo bisa apa? Lagian ya, lo nggak bisa ngaca? Atau nggak punya kaca di rumah? Ngaca dong, kaya lo orang paling bener aja. Penampilan berandalan kaya gitu sok nasehatin kita. Suka - suka gue lah mau nge-rokok kek atau nggak, itu bukan urusan lo. Apalagi kita yang notabene kakak kelas lo." Reyhan membocorkan Kelli sinis. Sedangkan perempuan itu tersenyum.
"Lo sadarkan kalo lo itu kakak kelas? Harusnya lo jadi panutan yang baik dong buat adik kelas," ucap Kelli sambil tersenyum tanpa melihat.
"Lo...." Belum sempat membalas ucapan Kelli, Reyhan menarik teman-teman meninggalkan kantin. Kelli menghela nafas, ia tidak yakin kehidupan disekolahnya akan tenang setelah ini..
VOUS LISEZ
Gadis jahat vs anak jahat
Roman pour AdolescentsPastikan sulu sebelum baca Follow ⚠️Warning⚠️ -No tocic -Komen Jan berlebihan -No Bikin prg Trsinggung 💗Diperbolehkan💗 -Blh Req Crita Asal Fllw -Nerima Fllw balik -Nerima Dibuatin cover asal Fllw
