Haechan mengangkat kepalanya yang tadi ditidurkan diatas meja, memandang pemuda yang menarik kursi ke hadapannya lalu duduk bersidekap dada dengan wajah sebal
"Kau pikir musim dingin menyukaimu?" tanya nya sarkas
Jaemin berdecak lalu membuang muka ke arah jendela kelas, selang beberapa detik kemudian pemuda itu memekik
"Haechan-ah lihat, Mark masuk sekolah!" hebohnya menepuk-nepuk lengan Haechan yang tadi kembali melanjutkan tidurnya
Haechan berdecak lalu memperbaiki posisinya dan melihat ke arah yang Jaemin tunjuk
Disana siswa lelaki dari kelas sebelah sedang berjalan melewati lapangan sekolah
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
"Dia sedikit berbeda hari ini, padahal biasanya dia suka mengenakan pakaian aneh" celetuk Haechan
"Apa maksudmu?, itu namanya fashion! Tampan sekali"
"Tidak tampan, justru terlihat jadul"
"Kau saja yang tidak mengerti fashion, ah..Mark mengubah warna rambutnya, emm..semakin tampan!"
Haechan hanya merotasikan matanya malas
"Tapi sayang, Donghwa bilang Mark sudah punya kekasih"
"Mana mungkin" gumam Haechan
"Hey, Donghwa tak pernah menyebarkan gosip bohong"
"Ya-ya terserah, lagi pula siapa yang mau berkencan dengan si dingin itu, bicara saja tidak pernah mana mungkin berani menyatakan perasaannya"
"Seseorang akan berubah dengan orang yang dicintainya!"
"Omong kosong"
"Diamlah Haechan, kau tidak tau aku sedang cemburu hah?"
"Itu hanya gosip burung, lagi pun untuk apa kau cemburu? Mark saja tidak tau kau hidup"
"Dia tau!, Mark pernah mengirimiku pesan!"
Haechan mengangkat sebelah alisnya
"Kau membual?"
"Tidak! hanya saja pesannya dapat dibaca oleh satu angkatan, tapi tak apa aku tetap menyukainya"
Haechan memandang Jaemin jijik lalu bangkit dari duduknya
"Itu namanya pesan untuk grup angkatan"
"Heh! mau kemana?!"
"Aku lapar"
Jaemin pun mengikuti langkah Haechan
..
"Ini enak!"
"Hm tentu saja, gratis" Haechan melahap sandwitch nya
"Hehe terimakasih Haechan-ah, ku doakan kulitmu akan putih"