Oops! Ang larawang ito ay hindi sumusunod sa aming mga alituntunin sa nilalaman. Upang magpatuloy sa pag-publish, subukan itong alisin o mag-upload ng bago.
Oops! Ang larawang ito ay hindi sumusunod sa aming mga alituntunin sa nilalaman. Upang magpatuloy sa pag-publish, subukan itong alisin o mag-upload ng bago.
《 ●○●○●○● 》
she wasn't expecting to fall, but she was grateful that she fall for him.
. . . . .
"La, jalan yuk."
Oh, there he goes again.
Cewek itu mendengus, matanya melirik ke atas, menemukan sosok yang selama setahun ini tidak pernah absen sekalipun mengganggunya.
Dia Na Jaemin. Cowok kelas sebelah yang selalu merecokinya dimanapun kapanpun, tanpa memedulikan Candela sedang sibuk atau tidak. Yah, jangan ditanya, ketua OSIS mana yang tidak sibuk? Jangankan tidak sibuk, jika bisa makan di jam yang teratur aja sudah membuat Candela bersyukur setengah mati. Cewek itu sebenarnya tidak menyangka, memikul beban sebagai ketua OSIS akan serumit dan sesibuk ini, namun apa daya, sudah terlanjur dan tidak ada pilihan lain selain menjalaninya.
Dan hal itu akan semakin mudah dilalui jika saja Jaemin tidak muncul dalam kehidupannya.
Awal pertemuan mereka saat hari ketua OSIS untuk periode berikutnya diumumkan. Saat itu, Candela sedang duduk menunggu pengumumannya sambil menenggak air mineralnya saat tiba-tiba ia bisa merasakan kursi kosong yang berada di sebelahnya diisi oleh seseorang dan dengan nafas yang tersenggal-senggal.
"Lo telat," ucap cewek itu setelah menaruh kembali botol minumnya di sebelah kaki kursi tempat ia duduk. Walau sebenarnya cewek itu tidak mengenal oknum yang telah mengisi kursi di sebelahnya sama sekali.
Cowok itu menoleh. "Oh ya? At least gue nggak se-telat itu."
Candela merotasikan matanya lalu pandangannya kembali menuju ke depan. "Terserah," gumamnya.
Sampai saat pembicara di depan menyebutkan namanya, Candela maju dan menerima pin ketua OSIS dari ketua OSIS periode sebelumnya dan memberikan sedikit pembukaan untuk menyambut periode yang akan ia pimpin, lalu kembali ke tempat ia duduk tadi. Cewek itu sebenarnya tidak peduli saat melihat cowok yang disebelahnya tadi melihatnya takjub.