chapter-1

1 0 0
                                        

"kalau caper jangan sama gue"

İtu adalah kalimat yang di lontarkan oleh Kinan kepada gadis yang sedang memberikan nya minum dan sebuah amplop putih.gadis itu bernama Kirana.

Kirana yang mendengar nya langsung meleparkan air itu ke Kinan dan langsung di tangkap.

" Siapa juga yang caper sama Lo " ucap kirana lalu memberikan amplop putih itu kepada Kinan dengan nada ketus
" Dari fans Lo!" setelah mengatakan tiga kata itu ia pergi meninggalkan lapangan basket.

Kinan terheran dengan gadis itu. ia nampak berpikir heran
'kalo bukan caper,terus apa?'
Tanya nya dalam hati
    
                       ************

Kirana sangat kesal,ini kalau bukan karena ia kalah dari permainan dari temannya ia juga tidak mau menuruti perintah nya,ia juga yang kena imbasnya. ia pergi ke kantin untuk menemui temannya yang satu itu.

Lena yang sudah menunggu kedatangan Kirana ia nampak girang ia menantikan jawaban temannya.

"Gimana ran?" Tanya Lena pada Kirana yang tengah duduk.kirana ia tidak berniat menjawab pertanyaan dari Lena.ia langsung meminum minuman yang ada di meja,ntah siapa yang punya.

Lena yang di abaikan pun mulai sedikit merasa tidak enak hati.

" Jangan gitu dong ,ran..kan gue jarang-jarang minta bantuan sama Lo" ucap Lena. Kirana menghembuskan nafas nya lalu ia melihat Lena dengan malas.

" İni terakhir kalinya Lo nyuruh gue,buat ngelakuin yang ga ada mutunya". Lena dengan cepat menganggukan kepalanya,lalu ia bertanya lagi kepada Kirana.

" gimana? Kinan Nerima amplop yang Lo Kasikan?" Tanya lena dengan penuh harapan. Kirana hanya menjawab dengan anggukan.Lena yang tidak puas dengan Jawaban dari Kirana ia nampak gemas.

" Trus dia bilang apa ran? " Tanya lagi .

Hey, ayolah dia sekarang sedang dalam mode ingin menerkam orang hidup - hidup. Kalau bukan karena yang di depannya ini adalah temannya,sudah di pastikan habis sudah mukanya kena cakar.

" Dia bilang j.a.n.g.a.n c.a.p.e.r s.a.m.a g.u.e " ucap Kirana ,lalu ia mengelus dadanya ' sabar Kiran...sabar...'

" Yah...,tapi gapapa deh yang penting dia Nerima amplop itu" ujarnya lalu menggenggam tangan Kirana " makasih ya Kirana,Lo emang sahabat gue yang the best". Ucap Lena

Kirana menjawab dengan deheman.ia nampak berfikir, kenapa temannya ini tidak mengerti dengan keadaannya ia sekarang?. Kenapa dia tidak menanyakan perasaan nya gimana?, kenapa ia cemberut?.

Pikiran Kirana buyar ketika mendengar suara bel masuk kelas berbunyi,dan dia sudah tidak melihat Lena lagi di depannya.kemana tub orang tanya nya pada diri sendiri.

Sudahlah kenapa dia harus memikirkan hal itu?

Kirana langsung bangkit dari duduknya dan pergi ke kelasnya.

problems and obstaclesCerita yang bikin terobses. Temukan sekarang