November, ya?
Bagaimana keadaanmu hari ini?
Bandung dan hujan seperti kisah yang tak dapat dipisahkan
Coba saja lihat--di sudut-sudut kota, rupa-rupa jiwa berbagi tawa membahana. Tak peduli sederas apa hujan mengguyur tubuh mereka. Canda tetap berderai, musik tetap menghentak, menggoyangkan badan seraya membuang prahara. Lamat-lamat teruntai cerita dari masing-masing pertemuan.
Namun, dalam remang-remang malam di suatu rumah. Ada
Air mata tak kunjung reda, membasuh rindu menggelora, ia merangsek ingin tertuntaskan. Apalah daya, objek yang dituju hilang ditelan malam. Untungnya di luar sedang hujan, dan ruang ini kedap suara. Hanya derai yang berteriak saat tubuhnya jatuh ke tanah.
Seketika air mengalir membentuk genangan, riaknya meringkuk ketidakberdayaan dari hati yang menahan sedu. Ingin meminta pada waktu, mengulang kembali, ah … hanya perandaian. Realitasnya jarum jam tetap bergulir tanpa henti tanpa jeda. Dan kita terbujur kaku di dalamnya. Sudah berlalu, rasanya masih sulit melupakan.
