Chelsea-Jio itu couple paling goals se-SMA Bumantara. Semua orang tahu kalau Jio itu punya Chelsea, dan Chelsea itu punya Jio.
Tapi gak mungkin kan, yang namanya pacaran bisa mulus terus kayak jalan tol. Apalagi yang pacaran itu anak sekolah. Kamu t...
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Empat balon pesan yang dikirimkan oleh Airell, kakaknya, sudah lebih dari cukup untuk membuat cewek berponi itu emosi.
Chelsea refleks mengumpat. Jarak dari sekolah dan rumahnya itu memang tidak jauh, tapi tetap saja berjalan kaki dari sekolah ke rumah di siang bolong begini itu melelahkan. Namun apa boleh buat, rumahnya tidak dilalui angkutan umum manapun dan akun aplikasi ojek online miliknya sedang ditangguhkan.
“BANG AIRELL SIALAAAANN!!!!”
Beberapa orang memperhatikannya, tapi Chelsea tidak peduli. Dia mendengus kesal, kemudian berjalan pulang menuju rumah dengan hati gondok.
“Dek? Kenapa?”
Jio menoleh pada Jean, abangnya. Kemudian ia menggeleng. “Nggak kenapa-napa kok, Bang. Ayo buru dah.”
“Iyaa, iyaaa. Pakai seatbelt-nya, Dek.”
Jio segera memakai sabuk pengamannya, kemudian mengacungkan jempol pada Jean sambil berkata; “Sudah.”
Jean menjerit tertahan. Kemudian cowok itu mencubit pipi adiknya gemas. “Kamu tuh lucuuuu banget tahu gak sih, haa?”
Jio mengelus-elus pipinya, sakit. “Gua bukan anak kecil lagi, Bang....”
“Masa, sih? Masih lucu, kok.”
Jio cemberut. “Udah deh Bang. Ayo pulaangg. Gua capek.”
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Chelsea merebahkan diri pada kasur kesayangannya. Rasanya capek, capek banget. Airell, abangnya yang lebih tua tiga tahun darinya itu, nggak ngotak banget sumpah.
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.