Chelsea-Jio itu couple paling goals se-SMA Bumantara. Semua orang tahu kalau Jio itu punya Chelsea, dan Chelsea itu punya Jio.
Tapi gak mungkin kan, yang namanya pacaran bisa mulus terus kayak jalan tol. Apalagi yang pacaran itu anak sekolah. Kamu t...
Chelsea memasuki ruang kelasnya dengan nafas terengah. “Gue gak telat, kan?!”
Salah seorang anak perempuan mendekatinya dan berkata; “Dikit sih... tapi gurunya juga belum ada. Cepet duduk aja deh.”
Chelsea mengangguk singkat dan mengucapkan terima kasih. Netra cantiknya mengedar aksa kesana. Hanya tersedia tiga bangku kosong di bagian paling belakang sana. Hanya mereka bertiga yang belum memiliki teman sebangku—dan semuanya laki-laki bertampang galak yang membuatnya takut. Namun apa boleh buat, dia tetap harus duduk. Akhirnya ia memutuskan untuk menghampiri kursi terdekat dulu.
“Halo.”
Cowok itu bernama Jio. Tidak seperti penampilannya, dia langsung mengkaget dengan lucu. Dia sempat nge-bug sebentar, sebelum akhirnya membalas sapaan cewek berambut panjang berponi itu.
“Gue boleh duduk disini, gak?” tanya Chelsea hati-hati. Jujur, dia agak takut yah.
Jio terus bungkam, membuat Chelsea berpikir kalau itu adalah sinyal merah untuknya.
Baru saja Chelsea ingin beranjak, Jio keburu berkata; “Boleh.”
Chelsea bersorak riang dalam hati. Setidaknya, ia jadi tidak perlu menghadapi dua orang bertampang galak lainnya. Sang Puan segera mengucapkan terima kasih, dan kemudian tanpa basa-basi apapun lagi, dia duduk di kursi sebelah Jio.
“Ngomong-ngomong... boleh gue tahu nama lo siapa?” tanya Chelsea mencoba mencairkan suasana.
“Jio,” jawabnya pendek.
Chelsea tidak bisa mendengarnya dengan baik saking cepatnya Jio berkata. Jadi ia bertanya lagi untuk memastikan; “Gio?”
“GraZIELLO Juan Pranadipta," ucap Jio, menekankan kata ‘Ziello’ yang terdapat dalam namanya. “Biasa dipanggil Jio.”
“Aah... sorry. Graziello... Ziello... Jio. Nama lo asalnya dari sana?” tanya Chelsea, masih tidak kehabisan topik.
Jio mengangguk.
“Kenapa bukan Jiel?”
“Eh..?”
“Graziello... Ziello... Ziel... Jiel. Kenapa malah Jio?”
“Ah... nggak tahu. Dari kecil emang dipanggil gitu....”
“Oooh... okay.”
Setelahnya hening. Tidak ada percakapan lain diantara mereka berdua. Chelsea sudah kehabisan topik.
“Euhmmm... kalo elo?” tanya Jio tiba-tiba.
“Hah? Gue kenapa?” Chelsea malah bertanya balik karena pertanyaan Jio yang ambigu.
“Nama elo... siapa?” tanya Jio ragu.
Gadis itu tersenyum, manis sekali. “Chelsea Gata Kireina.”
Jio mematung di tempatnya.
Katanya, nama itu adalah doa. Nama Chelsea berarti kedamaian abadi.
Ayah-ibunya Chelsea, kayaknya doa kalian terkabul deh.
Soalnya Jio langsung merasa adem ketika melihat Chelsea.
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Our bocah prik, Jio.
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Our gue mah ikut aja girl, Chelsea.
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.