Aku Presyllia Xaviera biasa dipanggil Sysy, kini aku duduk dibangku SMA kelas 11. Sekarang aku sedang duduk dikursi yang biasa kutempati bersama sahabatku, Salma. Seperti biasa aku bercerita dengan Salma tentang laki-laki yang mendekatiku hari ini, jujur aku risih karena dia bukan tipe ku, dan aku tidak terlalu suka karena sifatnya yang membosankan.
"yauda sy lo diemin aja tuh cowo, gue juga kurang suka sih"
"iyaa tapi dia deketin gue terus sal, gimana gue gak risih"
Yaa setiap hari kami bercerita tentang itu kembali. Banyak sekali laki-laki yang ingin menjadikanku sebagai pacarnya, aku gak tau kenapa padahal banyak perempuan diluar sana yang lebih cantik dariku, lebih pintar, lebih segalanya dariku. Mereka semua bilang kalau aku menarik dimata mereka, aku punya daya tarik tersendiri yang buat mereka suka denganku. Bukan karena aku jual mahal, saat itu aku hanya tidak mau punya pacar, aku mau fokus untuk diriku sendiri dan bagiku pacaran rumit, aku bahagia jika sendiri tanpa harus suka dengan seseorang, bagiku sendiri lebih menyenangkan, bahkan aku tidak menemukan laki-laki yang cocok untukku.
Dan ada suatu hari disaat aku berulang tahun, temanku, Arsenio Narendra, teman SMP ku, ia datang ke acara ulang tahunku yang ke 16 tahun, dia datang tanpa diundang dan membawakan sebuah hadiah untukku. Arsen, laki-laki yang pernah menyukaiku dulu kini datang dihadapanku. Sejak saat itu kami menjadi dekat, kami komunikasi setiap saat, kehadirannya merubahku dari sedingin es menjadi sehangat matahari.
Kehadiran Arsen membuat hidupku menjadi lebih berwarna, banyak hal yang muncul dihidupku saat ia hadir, penuh kebahagiaan. Aku senang mengenal dia, aku bahagia.
Sampai disaat semua kebahagiaan itu lenyap, aku dan dia berakhir tak saling kenal.
*****
Aku sedang mengerjakan tugasku, tiba-tiba terdengar dering telfon dihandphoneku, ku lihat namanya jelas-jelas. Arsen. Ku angkat dan dia bilang dia rindu, padahal aku sedang mengerjakan tugas.
"Syyy lagi apaa? aku kangen tau" rengeknya diujung telfon
"Aku lagi nugas sen, kamu kok belum tidur?"
"Nungguin kamu hehe"
"Tidur gih udah malem tau, aku masih nugas nih nanti aku kabarin yaa?" Arsen mengiyakan.
Setelah itu telfon terputus, Arsen selalu seperti itu dia berfikir aku online karena selingkuh padahal aku mengerjakan tugasku dengan teman.
Setelah selesai mengerjakan tugas, ku telfon Arsen tapi tidak dijawab, akhirnya ku kabari melalui chat, aku mengatakan bahwa aku sudah selesai dan ingin tidur. Tidak ada balasan darinya, mungkin dia sudah tidur duluan.
*****
Aku dan Arsen LDR. Yaa semenjak ulang tahunku yang ke 16 aku menjadi dekat dan menjalin hubungan dengannya, aku merasa nyaman didekatnya dan sangat cocok dengannya, kami sefrekuensi dan aku menyukainya. Namun kami menjalani hubungan LDR, memang tidak mudah tapi saat itu aku merasa tidak masalah karena aku belum terlalu sayang sekali dengan Arsen. Aku sayang dengannya tapi tidak yang berlebihan. Dia yang menyayangiku secara berlebihan, dia posesif, mengekang, dan cemburuan.
Tapi aku tidak masalah dengan kekurangannya, aku tetap menyayanginya dengan tulus. Sekolahku di Bandung sedangkan Arsen di Jakarta, sangat jauh bukan? Namun aku percaya dengannya, aku menyayanginya jadi aku harus percaya dengannya.
Aku dan Arsen menjalani hari-hari dengan bahagia, tidak ada masalah sedikitpun. Aku merasa bahagia dengannya begitupun dia. Arsen adalah laki-laki yang friendly, semua orang suka dengannya, awalnya aku biasa saja karena aku menghargai apa yang dia ingin lakukan. Aku selalu memberi dia semangat, mendukung dia disaat dia tidak punya tempat untuk bercerita. Aku menyayanginya, sungguh.
YOU ARE READING
destroyed
RomanceAku sendirian, penuh luka namun tidak ada seorang pun yang tau, mereka melihatku seorang perempuan yang penuh candaan dan tawa yang menghibur mereka, tanpa mereka sadari aku sendirian, aku tak punya rumah. Aku hancur. Sampai akhirnya aku menemukan s...
