Kanaya minta perpisahan, dan Sagara hanya melepaskan.
Lalu Eros hanya berusaha memberikan kenyamanan.
🔞
It is not gonna be too long. Please enjoy carefully and full of responsilibity.
Contain mature content, harsh word, sexually explicit etc.
️⚠️⚠️⚠️⚠️⚠️ PLEASE BE WISEYAAAA!! KAYAKNYA KEDEPANNYA, INI BAKAL JADI KOTOR BANGET. PLEASE PLEASE PLEASE YANG BELUM CUKUP UMUR, ATAU KALO NANTINYA ELO MERASA BAKAL KE-TRIGGER, MENDING STEP BACK AJA.
"Aku nggak akan menahan orang yang enggak mau tinggal."
"Kalau kamu mau pergi, silahkan. Terima kasih untuk semua tawa juga lara yang pernah ada."
"Jaga diri baik-baik. Aku nggak lagi bisa jaga kamu, saat kamu memutuskan untuk pergi, Kanaya."
Bullshit!!
Kanaya mengumpat dalam gemuruh hatinya, juga mati-matian menahan genangan air di matanya agar tidak lolos dan jatuh ke pipi.
Amarah ini bukan untuk Sagara, bukan!
Tapi lebih untuk dirinya sendiri.
Terhitung sudah delapan hari kalimat menyakitkan itu keluar dari bibir Sagara saat dirinya dan pacar yang kini telah menjadi mantan itu putus hubungan. Tapi tetap saja Kanaya tidak bisa melupakan segala rasa sakit yang mendera hatinya.
Sagara hanya mengabulkan permintaan Kanaya. Memang. Benar Kanaya yang minta putus. Yang tidak disangka gadis itu adalah, Sagara dengan gampangnya mengiyakan. Tanpa pertimbangan.
Hanya setuju saja.
Brengsek memang.
Hubungan yang sudah berusia hampir dua tahun kini hanya sejarah. Tak ada lagi.
Dan Kanaya, tak semudah itu melupakan. Juga tak pandai mengabaikan gemuruh dalam dirinya.
"Pergi sana ke mantan lo. Minta balikan!" ucap Gracia ikut gusar melihat sahabatnya merana.
Kanaya menanggapi malas, "Yang bener aja deh, kan gue yang minta putus. Masa gue juga minta balikan," katanya. "Dan gue nggak mau sama tukang selingkuh macam dia."
"Nah. Kalo gitu move on. Cari pacar lagi."
Kanaya memutar matanya. Dirinya baru saja putus karena diselingkuhi, dipikir mudah memulai hubungan baru?
"Tapi gue masih sangsi Kak Sagara selingkuh. Dia itu boyfie material banget. Ee.. tapi karena emang terbukti dia selingkuh.... " ucap Gracia buru-buru demi melihat wajah Kanaya yang tampak kesal.
"Lo pikir gue ngibul? Gue ada bukti dia lagi sama cewek."
"Oke.. Oke.. Gue nggak ada bilang lo ngibul lho, sayang."
"Don't sayang me. Ngingetin sama orang itu aja."
"Oke... Sorry!" ucap Gracia meminta maaf.
"Gue ada saran biar lo cepet lupa sama Kak Sagara."
"Nggak usah sebut namanya bisa nggak sih?"
"Dih sensi amat!" Gracia separuh menggoda sahabatnya itu.
"Nih, gue nggak akan kasih ide yang baik dan benar. Karena gue yakin lo nggak bakal mau. Yang gue maksud baik dan benar disini semacam, lo ikut kelas baking, atau belajar planting, merawat bonsai, atau apapun, biar waktu lo kepakai dengan benar, biar nggak ada kepikiran mantan lo lagi."
Disini Kanaya memutar matanya lagi.
"Gue udah nggak nyebut nama mantan lo lagi ya, Nyet!"
"Bukan itu!" sahut Kanaya kesel. "Yang bener aja dong saran lo. Nggak sekalian gue ikut kelas bikin tembikar, tar gue bikinin lo mangkok buat makan seblak."
Ganti Gracia yang memutar matanya, dan lebih memilih mengabaikan sarkasme itu.
"Elo kan nggak bisa hidup kalau nggak ada cowok dideket lo. Yang lo butuhin, Naya, cuma...." Jeda, "...pengalihan."
Kanaya berkedip sekali, berpikir akan makna kalimat sahabatnya itu. "Lo nyuruh gue cari pelarian? Pelampiasan?"
"Bukan pelarian, tapi pengalihan. Yang bisa bikin lo lupa. Cari cowok lagi. Kalo lo males ada hubungan, cari yang no hard feeling, no strings attached."
Maka, mengamini ucapan Gracia itu, sore pulang sekolah, Kanaya sudah duduk di sudut kafe bersama Eros. Anak basket sekolahnya, golongan anak populer, yang tadi menawarkan tumpangan pulang, tapi malah berakhir mampir di salah satu kafe populer.
"Serius nggak ada yang marah gue ajak lo kesini?"
"Apaan sih lo," cuek Kanaya menyuap pasta yang tadi dia pesan.
"Ya gue ngeri aja pawang lo marah. Yang biasa jemput itu."
"Liat aja lo."
Eros terkekeh, "Gue kan selalu perhatiin lo, lo aja enggak sadar."
"Dih, ngalus lo."
Eros mengeluarkan seringai, "Jadi, dimana pawang lo?"
"Kepo. Udah putus."
"Wow!" seringainya makin lebar. "Jadi ada kesempatan buat gue dong."
"Huh!" Kanaya meletakkan garpu yang tadi dia pakai untuk memakan pasta. "Kalo lo mau, gue lagi butuh kacung."
Tertegun sejenak, lalu Eros terbahak. "Gue siap jadi apapun yang lo mau, Naya."
"Gue ralat," ucap Kanaya, langsung melihat ke mata Eros. "Gue lagi butuh tambahan kacung."
"I see... Itu artinya gue bukan satu-satunya kacung yang lo punya kan? Gue ngerti."
Kanaya diam melihat Eros yang masih menyeringai. Balas menunjukkan deretan gigi-giginya saat Eros bilang,
"You're so hot, Naya, make me h word. I will give you the world, you deserve all the world."
Cast : (Note : Cast hanya pemanis. Ini bukan fan fiction.)
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Kim Taehyung as Sagara
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Cha Eunwoo as Eros
Cast lain menyusul yaaa.. Ada ide untuk cast Kanaya ? Nggak usah dari kpop idol juga boleh. Dari mana aja aku terima masukannya, entar aku pertimbangkan. Okay? Let me see if you have any ideas ya...