Prolog

33 6 6
                                        

Bismillah semoga suka cerita saya .

Mata Letta sudah terbuka pagi - pagi sekali dia sudah rapi dan baru saja selesai membersihkan diri  .

Hari ini seperti biasa Rafa Umbara menjemputnya untuk pergi ke sekolah .

Raffa Umbara dan Alessia Arletta sudah berpacaran sejak masih duduk di bangku Sekolah Menengah Pertama lebih tepatnya saat mereka masih menginjak umur belasan tahun .

Raffa dan Letta sudah biasa berangkat bersama ke sekolah . Tak jarang Raffa telat karena harus menjemput kekasihnya terlebih dahulu . Sebenarnya Raffa paling malas saat dihukum karena datang terlambat tapi , demi Letta dia rela melakukannya .

Hari ini Raffa dan Letta sudah sampai di depan gerbang SMA Bakti Mulya tepat pada pukul tujuh pagi . Satpam sekolah sudah menunggu di depan gerbang depan mata melotot ke arah mereka sambil berkata

" kalian berdua lagi , apa tidak bisa bangun pagi ? " tanyanya dengan nada ketus .

" maafkan kami pak Hero , kami memang sering terlambat tapi , kami berjanji , untuk besok hari , kami tidak akan pernah telat lagi . " Kata Letta meyakinkan satpam itu yang bernama lengkap Hero Pramudi atau bisa dipanggil Pak Hero .

" jangan hanya janji terus Ta , saya sudah sering mendengar janji itu , janji kalian , nyatanya mana tidak ada kan " . Jawab pak Hero dengan mata masih melotot pada keduanya .

Lidah  merekapun keluh tidak bisa mengelak , mereka memang langganan terlambat ke sekolah bahkan karena keseringan dihukum para guru dan satpam sekolah sudah banyak yang tak asing lagi dengan pasangan ini . Banyak diantaranya menamai mereka dengan sebutan sejoli suka telat .

"Ah sudahlah saya sudah malas untuk meladeni kalian , lebih baik kalian jalani hukuman kalian seperti biasa ". Perintah pak Hero yang langsung meninggalkan dua orang ini .

Hukuman mereka seperti biasa adalah memungut sampah di bawah jendela Kelas mereka dan setelah terkumpul banyak harus dimasukkan pada kantong plastik yang sudah disediakan dan dibuang ke tempat sampah .

Letta dan Raffa sama sekali tidak mengeluh karena hukuman itu justru mereka senang karena sudah terbiasa . Sesekali Raffa melirik kearah Letta sambil tersenyum .

" Perlu dibantuin gak ? " tanyanya sambil tersenyum .

" Gak lah udah biasa juga , lagian kamu juga sih , aku udah bilang tadi , gak usah nunggu aku , aku mandinya kan lama .

" Sayang , mana bisa kayak gitu , aku itu sengaja nunggu kamu biar bisa bareng " .

" Aku juga gak mau kamu telat terus gara - gara aku " .

Raffa tiba - tiba berdiri dari tempatnya dan berjalan ke arah Letta lalu dia memunguti sampah di tangan gadisnya dan membersihkan tangan gadisnya itu dengan cairan pembersih tangan yang dia bawa dari rumah .

" Aku janji Ta , gak akan biarin kamu tersakiti apalagi kalau kamu nangis karena aku. Aku gak mungkin bisa memaafkan diriku sendiri . "

Letta seketika terdiam melihat Raffa melakukan hal ini , degup jantungnya berdetak kencang hingga terasa darahnya mengalir mendengar pernyataan Raffa .

Beberapa orang teman mereka melihat mereka dibalik jendela hingga ada yang tidak fokus pada pelajaran yang sedang berlangsung .
Hari ini jam pelajaran Ibu Hesti guru Bahasa Indonesia yang terkenal galak .

Letta dan Suratnya Where stories live. Discover now