Segaris fajar terlihat di ufuk. Menarik cahaya biru perlahan menaiki langit. Merangkak sedikit demi sedikit, hingga sang kelam terusir sempurna.
Semilir sejuk menyentuh pipi. Dinginnya menyelusup memenuhi lakuna-lakuna hati. Memberi sejuk pada ruang rindu, memadamkan gejolaknya yang tak hendak pergi.
Melayang angan padamu yang di sana. Sembari lirih menitipkan pada angin, biar tersampaikan pesan, "Baik-baik saja, ya! Jangan rindu, biar saja rindu menjadi tugasku. Titip saja hati, jaga dan basahi terus dengan cinta."
