1. Jasmine ngamuk

1.7K 121 0
                                        

Mentari memang bersinar cerah siang ini. Saking cerahnya, sampai-sampai panas teriknya mampu melunturkan foundation para ibu-ibu yang sedang menjalani keseharian.

Panas memang, layaknya hati Jasmine sekarang.

Bagaimana hati wanita itu tidak panas, jika tiba-tiba saja ada sebuah pesan dari nomor tidak dikenal dan mengirimkan foto-foto suaminya yang sedang makan siang bersama dengan seorang wanita cantik.

Siapa sih wanita itu? Jasmine bahkan tidak kenal siapa namanya, apa pekerjaannya, dan dimana rumahnya!

Loh kok rumahnya?

Yaiyalah! Seandainya Jasmine tahu rumahnya dimana, maka sudah dapat dipastikan wanita itu akan nekat melabrak dan mengobrak-abrik segala isi rumah tanpa ampunan.

Bukannya Jasmine curiga berlebihan ataupun tidak percaya dengan suami sendiri. Tapi beberapa minggu ini memang tingkah pria itu patut dicurigai.

Tidak seperti biasanya, akhir-akhir ini Jayden lebih betah bermain ponsel lama-lama. Padahal ada Jasmine di sampingnya. Seharusnya pria itu lebih memilih cuddle dengan sang istri ataupun meminta jatah dibandingkan menanggapi berbagai pesan menumpuk di ponsel, yang rata-rata isinya dari perempuan-perempuan kegenitan dan haus akan belaian.

Selain itu, yang membuat Jasmine semakin meradang, karena sang suami juga akhir-akhir ini selalu pulang menjelang pagi. Entah apa yang dilakukannya. Jasmine pun tidak tahu.

Setiap kali wanita itu bertanya, Jayden selalu beralasan bahwa ada pekerjaan yang mengharuskannya untuk bekerja lembur. Untungnya Jasmine tidak sebucin itu yang dengan bodohnya langsung percaya. Ia selalu konfirmasi ke kantor, apakah suaminya pulang tepat waktu atau memang lembur betulan.

Dan rupanya, jawaban yang Jasmine dapatkan tidak sesuai dengan apa yang Jayden katakan. Informan tersebut memberi tahu bahwa Jayden bahkan sudah pulang dari kantor sebelum maghrib.

Lalu yang jadi pertanyaan, kenapa Jayden baru sampai di rumah saat waktunya sholat tahajud? Mlipir kemana dulu itu? Jadi overthinking, kan?

Jasmine sebenarnya ingin marah, tapi ia tidak bisa. Setiap kali melihat wajah Jayden yang manja-manja bagaikan kucing garong, selalu membuat Jasmine merasa tidak tega.

Jadi, mana yang tadi katanya Jasmine tidak sebucin itu? Bulol iya!

Jujur Jasmine lelah. Tapi ia masih ingin mempertahankan rumah tangga. Maka ia memutuskan untuk tetap berusaha positive thinking. Mungkin Jayden memang sedang bosan dan butuh hiburan di luar. Atau... mungkin saja ada suatu masalah yang pria itu sendiri belum siap untuk menceritakan pada sang istri.

Seminggu berlalu.

Yang awalnya Jasmine masih mencoba untuk tetap bersabar, pada akhirnya kekesalan yang ia pendam pun memuncak karena foto yang baru saja dikirimkan padanya.

Rasanya Jasmine ingin mengamuk, menjambak rambut Jayden bahkan sampai ingin menendang anu-nya sang suami agar tidak baperan.

Tapi bukan Jasmine jika ia melakukan hal itu tanpa persiapan. Ia menarik nafas sedalam-dalamnya, masih berusaha untuk tetap bersabar. Jasmine tahu, ia tidak boleh gegabah.

Bukannya apa-apa, karena dari sekian banyaknya Jasmine mengamuk, ujung-ujungnya wanita itu juga yang minta maaf karena ternyata Jayden terbukti tidak bersalah.

Maka dari itu, Jasmine membutuhkan bantuan Rena dan segera menelfonnya.

"Ren, lo dimana?" Tanyanya terburu-buru.

"Di butik lah, lo kenapa? Suara lo nggak enak banget didenger"

"Kalau suara gue enak, setiap kali kita karaokean, gue nggak akan dapet partnya Jaemin yang isinya cuma ngerap doang!" Sarkasnya.

Jasmine & JaydenHistorias para obsesionarse. Descúbrelo ahora