Diri Sendiri.

12 0 0
                                        

31-08-20

Perkenalkan, namaku Daniel Lingga, umurku 17th, Aku tinggal di pulau Bali, bersama dengan Ibuku.

Aku sering di panggil Daniel atau ("Manusia Kudet"). Yap "Manusia Kudet" adalah nama yang di berikan oleh teman-teman sekolahku, yang berarti ( Manusia Kurang Update ), nama itu di berikan kepadaku untuk menggambarkan sifat pribadiku sendiri. yang kurang bergaul, kurang berinteraksi, kurang bersosialisasi, dan bahkan aku hanya memikirkan diriku sendiri dari pada orang-orang sekitarku.

Aku selalu ditegur oleh teman kelas, Wali kelas, dan bahkan Orang tuaku sendiri. Mereka berkata, ( aku tidak boleh seperti ini terus menerus, dunia di luar sangatlah luas, kamu harus  melihatnya dan memiliki banyak sekali teman, itu adalah hal terindah dalam hidup ), tetapi aku hanya acuh dan tak memperdulikan hal itu sama sekali. karena, prinsipku adalah,  ( Duniaku adalah, dunia yang hanya ada aku seorang diri. ), Hal inipun aku terapkan di sekolah, di rumah dan bahkan di lingkungan masyarakat.

Aku menjalani hari-hariku dengan seperti biasa, cuek terhadap sekitar, berbicara seperlunya, melakukan kegiatan yang seperlunya, bahkan sewaktu istirahat di sekolahpun, aku hanya pergi ke perpustakaan untuk membaca komik favoritku, bahkan penjaga perpustakaanpun sampai heran denganku, yang selalu sendiri dan hanya membaca komik di waktu istirahat,
Penjaga perpustakaan itu bernama "Bu Tina"  , dan ia bertanya kepadaku. ( " Apa kamu tidak bosan?, lihatlah teman-temanmu yang lain, di waktu jam istirahat mereka bermain bersama, canda tawa bersama, apa kamu tidak menginginkannya? " ) , *Aku hanya diam ,menatap komik dengan memakan roti isian yang ku bawa sebagai bekal* , Yap, aku kembali mengabaikan pertanyaan dari Bu Tina tersebut.

*Sambil melahap roti isi tersebut, Bu Tina kembali berbicara terhadapku*

" Daniel, kalau tidak salah, besok akan ada murid pindahan dari Sumbawa, kalau tidak salah dia itu perempuan, Ibu harap kamu bisa akrab dan berbaur denganya" ( ucap Bu Tina )

Dan sekali lagi, Aku hanya meliriknya saja.

Setelah selesai menyantap roti isi itu, akupun keluar dari perpustakaan untuk kembali ke kelas, Yap untuk sekali lagi, aku melakukan rutinitas ku, yang hanya berbicara jika perlu, dan melakukan kegiatan seperlunya saja, Hingga bel pulangpun berbunyi.

Teman-teman kelasku, sangat senang ketika bel pulang berbunyi, Tetapi tidak denganku. Aku menanggapinya sebuah hal yang biasa, aku hanya duduk, menunggu sampai kelas sepi, baru aku beranjak dari kursiku untuk lekas pulang.

Aku berjalan menyusuri lorong sekolah, untuk mengambil sepeda gayuh yg terletak di tempat parkir belakang sekolah, sewaktu berjalan, Nampak sesosok gadis belia yang sedang lari tergesa-gesa, dan aku hanya melirik sambil memberikan space untuk ia berlari, agar tidak tertabrak.

Tak lama kemudian ia melewatiku. Yang terpintas di otakku saat itu adalah, ( mengapa ia berlari tergesa-gesa? Padahal kondisi sekolah saat ini sangat sepi )

Tapi tiba-tiba, ia berhenti dan meneriaki ku " Hey kamu, kantor kepala sekolah ada disebelah mana" ( tanyanya dengan suara yang sangat keras dan lantang ).

*Aku hanya diam dan menjawab  dengan menggunakan bahasa tubuh, yang menunjukkan ke arah kanan lantai 2*

Ia berteriak " Terimakasih" ( sambil berlari kembali )

Dan aku kembali berjalan untuk mengambil sepeda gayuh, lalu aku mengayuh sepedaku untuk bergegas pulang.

Sesampainya di rumah, sesosok wanita menghampiriku. Yap ialah ibuku, sesosok wanita tangguh yang membesarkanku seorang diri, aku hanya hidup ber dua dengan ibuku.

Ayahku??, ia meninggalkan ku dan ibuku, untuk memilih menikah lagi dengan perempuan lain.

Sambil menyiapkan makanan ibuku berkata. " Gimana sekolahnya, lancar? Apakah ada hal aneh terjadi" ( tanya ibu kepadaku ) , * aku hanya diam dan menggelengkan kepala, sambil menyantap makanan yang telah di siapkan*.

Setelah menyantap makanan, akupun pergi ke kamar, untuk mandi dan bersiap untuk melakukan ibadah, ini adalah rutinitasku yang ke 2,  melakukan hal kewajiban sebagai umat beragama.

Jam'pun menunjukan pukul 8 malam. Setelah itu, aku melakukan kegiatan seperti anak pada umumnya, yaitu. Belajar, Bermain ponsel, dan tiduran.

Selagi tiduran di atas kasur, tiba-tiba terlintas kata-kata Bu Tina di benakku, dan sosok wanita yang berlari di lorong.

*Apakah itu berkaitan? Apakah wanita tersebut adalah murid baru yang akan datang di sekolahku besok?* (Itulah kata-kata yang terlintas di benakku pada saat itu).

Lalu tanpa sadar akupun tertidur pulas, dan akupun terbangun karena hari mulai terang.

01-09-20































*Sory kalau misal ada kalimat atau kata yang salah :D, update 2 hari 1x ya*

Long Distance RelationshipWhere stories live. Discover now