Ivana yang seharusnya sudah mati malah bereinkarnasi kembali ke dalam tubuh seorang gadis bernama Hanagaki Yoshina setelah menjalani operasi jantung dari seorang pendonor yang tak terduga yakni Sano Shinichirou, kakak kandung dari Sano Manjirou alia...
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
Langit-langit ruangan putih itu penuh uadara hampa tanpa tuan.
(Mengedip)– Gadis kecil yang tengah terbaring dengan tubuh dipenuhi selang serta alat bantu medis itu menatap bingung ruangan yang pertama kali ia lihat selama 14 tahun hidupnya.
Tunggu.
Dilihat dari tubuh kecilnya itu tidak terlihat seperti seseorang yang sudah berusia 14 tahun, mungkin, 10 atau 11 tahun?
Sekumpulan orang-orang dengan jubah putih yang membawa serta peralatan medis mereka tergesa-gesa masuk tanpa mengetuk, mengangetkan sang empunya ruangan.
"Siapa mereka ini? Aku ini dimana? Bukannya aku sudah mati?".
(Membuka mulut)– " Bahasa apa yang mereka gunakan? Terdengar familiar. Tapi. Tunggu!! Aku memahaminya!! setiap satu kata dari apa yang mereka ucapkan, aku memahaminya!!"–(Melotot)
"HALELUYA!!!" –(teriak beberapa petugas)
Gadis itu tak henti melotot. Mengapa ia masih hidup? Ini dimana? Atau, sebenarnya apa yang telah terjadi?
Mungkin semua hal itu yang akan ia lontarkan jikalau mulutnya bebas dari alat bantu pernapasan. Meski tatapan matanya semakin memudar, samar-samar diantara sekumpulan tenaga medis, gadis itu dapat melihat dua orang dengan wajah asing yang sudah jelas bukan tenaga medis oleh karena pakaian mereka yang terkesan kuno. Tembus diantara tubuh padat petugas medis yang sedang memeriksanya, tersenyum penuh arti.
Mereka itu... Makhluk jenis apa?
***
"Hoammm"–(Menguap)
"Tidurmu nyenyak? Princess."
(Kaget)–gadis itu menoleh. Menggeser arah pandang menuju sumber suara tadi. Mendapati dua objek yang sedang, Mengambang?
"Aaaaaaaaaa!!!!!" Gadis itu berteriak, memekakkan telinganya siapapun yang mendengar.
Begitu juga dengan kedua, makhluk? Yang spontan menutup telinga. Yang satu menutup tangannya, yang satu lagi masih normal karena telinganya berada di samping kepala. Bukan di tangan seperti yang satunya.
"S-si-siapa kalian?" tanya gadis itu dengan bahasa yang baru saja ia kuasai secara gaib. Bahasa Jepang:v
Makhluk dengan rambut berwarna putih melayang mendekat ke tempat tidur pasien yang gadis itu tiduri, membuat sang gadis merinding ketakutan.
"Jangan ganggu dia Lian" perintah makhluk satunya dengan suara berat seperti laki-laki. Dia yang tadi menutup telapak tangan dengan tulisan rumput "ear/telinga" Jika diterjemahkan.
Sedangkan yang dipanggil Lian hanya mampu memasang senyum ke arah makhluk satunya. Mundur beberapa meter dan mengambil tempat tepat di samping "lelaki" Itu dan menyender manja di bahunya.
"Namaku Jian, dan dia Ini Lian" Sapa suara beratnya lagi, membuka pembicaraan dengan menjawab lontaran pertanyaan gadis itu sebelumnya. "Kami mantan manusia, tapi juga bukan Setan atau Jin." Lanjutnya.