Kosong.

7 1 1
                                        

...
Teriakan demi teriakan perlahan merusak fungsi kerjanya. 

🌻🌻🌻

Awal yang tidak mudah dari sebuah kisah panjang yang saat ini aku berani untuk sampaikan dalam bentuk tulisan....
"Nulis apa lo?" Tanya seorang yang baru datang
"Oo..oohh ngga cuman coret coret aja kok." Dengan cepat tanganya mengganti ke lembaran yang kosong.
"Yaelah asik coret coret aja, buruan balik yuk."
"I...iya bentar, masukin dulu ini."

...
"Eh han, hari minggu temenin gua ke toko buku yuk, ada buku inceran gua yang baru keluar nihh, pleaseee..."
"Hmmm, klo ga sibuk ya."
"Yeay, gua yakin lu pasti ikut, Untung bgt yak rumah kita deket dari sekolah, lumayan bisa hemat ongkos, ya kan han?"
Rina sahabat satu satunya Jihan, Rina remaja yang penuh semangat di dirinya. Jihan butuh Rina untuk menjadi penyemangat hari hari nya.

"Iya Rina. Dah ah gua masuk dulu, sana balik, hati hati ya." Menyadarkan Rina yang sedang asik mengoceh sendiri
" lah udh nyampe rumah lu aja, Yaudah gua balik dulu ya, bye Jihan sampai ketemu hari minggu." Dengan senyum ceria nya Rina berlari kecil.
...
Gua Jihan salsabila bersyukur punya sahabat kayak Rina, ya gua ga perlu pacar untuk bahagia. Selama ada Rina gua bahagia.
Tulis Jihan di buku yang selalu ia bawa kemanapun. Buku yang didalamnya berisi suara suara yang tak pernah bisa ia ucapkan pada siapapun.
Jihan memiliki sifat yang tertutup, jarang berkomunikasi dan kurang peduli sekitar.  Jihan hidup sendiri, ia tidak memiliki saudara kandung. Hidup lama dalam kesendirian, membuat Jihan sulit untuk merasakan adanya kehadiran seseorang yang peduli padanya.
...
Kejadian itu memang sudah lama, namun kenapa aku belum bisa menghapuskan semua rasa sakitnya? Apa karna terlalu lama aku memendam? Aku butuh tempat untuk suara suara inih, Namun pada siapa? Ah sudahlah aku tak butuh hal seperti itu, aku terbiasa untuk mendiamkan, meredamkan suara suara itu saja. 
Jihan menghabiskan hari Sabtu ini dengan biasa, seperti setiap harinya ia menuliskan semua, mengeluarkan semua pada buku itu. Entah sampai kapan ia akan terus meluapkannya hanya pada buku itu. Jihan memang ingin menemukan seorang yang bisa membuatnya mengeluarkan semua suara nya, namun ia takut bahwa semua itu hanya keingintahuan akan dirinya saja.
...

"Han buru ih, liat nih yang gua pengen, gilakk ini seru banget tau." Seperti biasa sikap Rina yang penuh semangat memeluk buku yang di pegangnya
"Iya dah beli dah, gua pengen ke sebelah sana dulu, entar lu tunggu gua di kasir aja Rin." Pergi setelah memberitahu Rina
"Iyaaa Jiiha..." Saat Rina ingin menyahuti, "et dah udah pergi aja."
...

Kini Jihan ada di bagian buku dongeng, dia sangat menyukai buku buku dongeng. Memang aneh di umur dia yang sekarang ini masih menyukai buku seperti itu. Namun Jihan tak peduli, ia sangat menyukai buku dongeng dan sudah banyak mengoleksi buku dongeng dari dulu.
Saat Jihan ingin mengambil buku yang berjudul 'Hansel and Gretel' seorang laki laki sudah mengambilnya lebih dulu, hingga membuat mereka saling bertatap.
"Ooohh ma..maaf mbak nya ingin ambil ini juga yah, silahkan ambil aja." Dengan ramah menyodorkan buku tersebut ke Jihan
Jihan hanya terpaku diam, ia sangat tak percaya sosok laki laki di depannya, dimana laki laki tersebut juga tertarik dengan buku dongeng. Hal tersebut sangat langkah bagi Jihan.
"Emm....lo juga suka baca buku dongeng?" Tanya Jihan tertarik
"Ohh ini, bukan gua cuman mau kasih buat adik ponakan gua ajah." Jawabnya dengan tawa kecil
"Oh gitu ya, yaudah deh lo ambil aja, gua cari yang lain lagi aja." Tanpa penyebab jelas Jihan kecewa, ia kira laki laki itu memiliki ketertarikan yang sama seperti dia, mungkin memang hanya dia remaja yang menyukai buku dongeng."
Saat Jihan ingin pergi, laki laki itu menahan tangan Jihan " oh iya nama lo siapa kalau boleh tau?" Tanya laki laki itu ragu. "Oh gua Jihan, lo siapa?" Jawab Jihan cepat, dia malas berbasa basi, "Gua Rian, salam kenal ya Jihan, nama lo bagus." Rian memberanikan diri mengajak bicara Jihan lebih lama. "Iya makasih. Gua harus pergi dulu, temen gua nungguin." Karna malas berlama lama Jihan cepat menghilang dari hadapan Rian
...
"Tadi lo lama amat Han, ngapain aja? Perasaan lu kaga beli apa apa." Tanya Rina
"Oh gua tadi baca baca doang, belum ada yang menarik di gua." Jawab Jihan asal
"Abis dari ini kita mau kemana lagi?"
"Balik aja lah, capek gua pengen istirahat." Entah kenapa pikiran Jihan tidak bisa teralihkan dari sosok Rian, Jihan benar benar tak abis pikir ada apa dengan dirinya ini.
"Yaudah deh balik aja, gua juga mau cepet baca ni buku."
...
Dua buah mata yang sulit dihilangkan dari pikiranku, suara yang membuatku ingin terus mendengarkan, sebenarnya apa yang terjadi padaku? Apa ini yang disebut jatuh cinta pandangan pertama..
Saat Jihan ingin melanjutkan menulis ia tersadar "ngga ngga ngga Jihan lo ga boleh jatuh cinta, belom saat nya, lo harus sembuh dulu, lo harus bisa menjadi Jihan yang berani bersuara dulu." Ucap Jihan dengan apa yang telah dia sepakati dengan dirinya dulu.
...

Senin pagi, hari dimana semua orang masih terbawa suasana hari minggu, hari dimana banyak yang membenci nya, hari yang dianggap orang orang menjadi hari yang sangat melelahkan.
Pagi itu Jihan sudah tiba disekolah, namun pikirin nya dari semalam masih saja tertuju pada Rian, entah mengapa sangat sulit melupakan sejenak Rian dari benaknya.
"Woi woi pak Andre dateng, duduk duduk." Teriak salah satu murid yang berlari dari luar kelas, yang membuat muridnya lainnya duduk dan menghentikan aktifitas mereka
"Selamat pagi anak anak, kelas kalian kedatangan murid baru, dia pindahan dari Bandung. Silahkan perkenalkan diri kamu nak" Ucap pak Andre yang membuat suasana kelas tiba tiba berisik, Jihan tak terlalu memperdulikan, ia asik dengan buku dan penanya.
"Kenalin temen temen.." Seketika Jihan mulai tertarik dengan suara yang baru saja ia dengar, suara yang  tidak asing baginya. "Nama gua Rian Edgar Dareen, gua pindah karna gua harus nemenin nyokap gua di Jakarta. Gua harap kita bisa lebih akrab lagi kedepannya, makasih." Saat suara itu berhenti, Jihan benar benar terdiam, ia tak menyangka akan bertemu lagi dengan Rian, ntah apa yang sekarang Jihan rasakan, dia sangat senang namun ia takut itu yang akan membuat lubang baru kesedihannya sendiri.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Sep 15, 2021 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

SuaraWhere stories live. Discover now