Sungguh, Tuhan Itu Romantis

574 10 1
                                        

     Mereka bilang aku berbeda, ya, memang aku berbeda, aku melihat dunia tidak sama seperti kebanyakan orang. Aku memang tidak normal.

     Aku tidak akan memperkenalkan siapa aku, karna bagaimanapun aku memperkenalkan diri, aku tau setelah kalian tau bagaimana aku, yang kalian ingat aku hanyalah seorang wanita tidak normal. Dan patut dimasukkan ke dalam neraka.
       Tentu saja, aku punya seorang teman. Tidak,dia tidak sama sepertiku, dia sangat normal, tapi bisa menerima perbedaan. Toh, dia anggap kalau berbeda juga tidak apa apa, tidak akan merubah hidupnya juga, kan? Namanya Sungkan, lucu bukan? Sungkan. Seorang pria pria putih, dengan mata coklat, rambut coklat, hidung mancung, lesung pipit yang dalam, gigi yang rapi, dan, tentu saja, tinggi. Siapa yang tidak akan tergila gila dengan pria seperti itu, sekalipun aku mungkin akan tenggelam ketika melihat matanya, sebelum ia sadari bahwa aku sedang mabuk kepayang.
       Sungkan dan aku merupakan seorang dua sejoli namun berbeda tali, hahaha, kami selalu bersama, tapi tidak ditakdirkan untuk berdua. Karna dia anggap aku tidak normal.
       
Kalaupun Tuhan tidak menakdirkanku dengan siapapun, mungkin aku akan rela, karena aku sudah punya sahabat seperti Sungkan. Karna kami tau, Tuhan itu romantis, walaupun kami hanya bisa sekedar diam menunggu keajaiban. Maaf, maksudnya aku, aku sedang menunggu keajaiban.
Aku tidak tau, mengapa aku senang sekali melihat matanya dalam dalam. Mungkin Tuhan sedang berbisik, ini yang namanya cinta.

Home, am i right?Where stories live. Discover now