Hai namaku Achassa Eunika. Aku biasa dipanggil Acha. Aku dilahirkan di keluarga yang biasa-biasa saja. Mungkin bisa dibilang berkecukupan. Aku adalah dua bersaudara bersama abangku. Satu hal yang selalu aku syukuri adalah aku berada didalam keluarga ini. Ayah, Bunda serta Abang yang menyayangiku dan rumah yang penuh dengan kehangatan. Aku merasa kalau mereka saja sudah cukup untuk membuatku bahagia. Tanpa ada orang lain yang mengubahnya.
Saat ini aku sedang duduk di bangku SMA. 2 bulan yang lalu aku baru saja menginjakkan kaki di kelas 11. Lebih tepatnya 11 IPA 3. Banyak orang bilang masa-masa SMA ini adalah masa yang indah. Remaja- remaja yang sedang mencari jati diri. Abangku pun selalu bilang kalau dia bisa mengulang masa SMA, dia akan kembali dengan senang hati. Aku sedang merasakannya. Memiliki banyak teman, mencoba banyak hal baru yang saat SMP mungkin aku belum diperbolehkan dan mendapat pasangan yang katanya sih selalu sayang aku. Tadi aku bilang keluargaku saja sudah cukup untuk membuatku bahagia. Tapi kalau aku tambah satu lagi bisa kan ? Hehe
Namanya adalah Dio Putra. Sahabatku sejak SMP yang orangnya lucu namun terkadang aneh. Seseorang yang selalu mendengarkan keluh kesahku, mendukung apapun yang ingin kulakukan dan selalu menemaniku di setiap saat. Entah sejak kapan perasaan menyayangi sahabat ini berubah menjadi perasaan sayang yang rumit, tidak bisa dijelaskan. Hingga suatu hari kami memutuskan berpacaran dan menyadari kebenaran sebuah kalimat, "Tidak ada persahabatan yang murni dari seorang perempuan dan laki-laki, yang ada hanya salah satunya mempunyai perasaan lebih namun tidak diungkapkan".
YOU ARE READING
Genggam
Teen FictionApa kamu tau apa yang lebih menyakitkan? Digenggam terlalu erat, bahkan disaat aku memilih untuk melepaskan tautan jemari itu. Jangan menjadi bayangan, biarkan aku bebas dan menikmati kebahagiaan itu tanpa kamu di dalamnya. Kamu sendiri yang memilih...
