previous title 505
"hei kau tahanan nomor 505 ! bila kau ingin mati , matilah tapi jangan ditempat ini, penjara ini sudah cukup angker bila malam hari" ucap seo changbin pada tahanan yang tergeletak di lantai
pria berdarah setengah Australia bernama...
"Lepaskan aku!! Jelas jelas aku tak bersalah!!" Teriak pria berambut panjang saat ditarik petugas menuju kantor polisi.
"Aish! Diam! Jelaskan di kantor nanti" bentak petugas dengan kasar menggiringnya.
"tinggal dijalanan sudah buruk dan kini aku harus menekam di penjara?!" Gumam pria itu.
Sebelum itu, let me introduce our main cast
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
Felix lee.
pria berdarah australia yang kini duduk dibangku kelas 3 SMA yang berusia sekitar 18 tahun yang hidup dan dibesarkan di jalanan yang keras. Pertengkaran,perkelahian,pukulan,makian itulah makanan sehari harinya. Ia kabur ke korea saat usianya 13 tahun.
Sudah beberapa hari sejak felix dikeluarkan dari sekolahnya, bukan karena kasus pencuriannya saja, tapi juga karena felix tidak mampu membayar biaya sekolah.
Beberapa hari yang lalu...
Ini hari pertama felix masuk sekolah setelah libur musim dingin. Felix terbangun dari kasur tipis yang ia tiduri. "shit here we go again" felix menghela nafas berat sambil melihat seragamnya yang sudah ia gantung semalam
Ia pun memakai seragam yang sudah sedikit pudar warnanya karena sudah ia pakai selama setahun. Itupun pemberian dari sekolah.
Pria manis itu berjalan menuju sekolahnya,ia berjalan kaki untuk menghemat ongkos jadi ia selalu berangkat lebih pagi.
beep beep... Suara klakson motor teman felix yang berhenti tepat di sampingnya
"Ups maaf" ucap pria yang membawa motor saat melihat celana felix terciprat genangan air
"Lagian seragam sudah pudar seperti itu masih saja kau pakai hahahaha" pria itu pergi dengan menggunakan motornya.
Ups! Gambar ini tidak mengikuti Pedoman Konten kami. Untuk melanjutkan publikasi, hapuslah gambar ini atau unggah gambar lain.
hwang hyunjin
Pria yang tadi menertawakan felix, ia seorang anak dari seorang pengacara kondang yang terkenal. Begitupun dirinya, hampir seluruh siswa mengenalinya bahkan tergila gila padanya bukan hanya itu ia juga seorang model serta selebgram yang memiliki ribuan pengikut. Namun dibalik semua popularitasnya dia juga seorang remaja yang liar dan nakal yang tergila gila dengan balap liar dan dunia malamnya.
"Oit mana tugasku apa kau menyelesaikannya" hyunjin memanggil felix ke rooftop tempat hyunjin dkk berkumpul.
Tidak seperti ayahnya yang cerdas,hyunjin nyatanya tak begitu pintar sampai sampai ia harus membayar felix untuk mengerjakan seluruh tugasnya.
"nih,sudah ku selesaikan sebagian" felix menyodorkan kumpulan tugas itu pada hyunjin
"Sebagian?! Bukankah aku menyuruhmu untuk mengerjakan semua?!" Hyunjin membanting bukunya
"Soal itu sangat mudah,bahkan anak sd saja bisa mengerjakannya" jawab felix
"Apa kau baru saja menghinaku?!" Hyunjin berdiri dari meja yang ia tadi duduki,lalu mulai menarik kerah baju felix
"Aku sudah menulis seluruh caranya disana" ucap felix yang sedikit tercekik
"baiklah,sana pergi!" Hyunjin pun melepas cengkramannya
"Mana bayaranku?" Tentu saja felix menagih bayaran atas pekerjaan yang ia kerjakan
"Nih makan tuh uang hahahaha,ayo pergi" hyunjin melempar lembaran lembaran uang didepan wajah felix lalu mengajak beberapa temannya disana untuk pergi.
felix pun mengambil satu persatu lembaran uang yang bertebaran di lantai sambil menghela nafas berat
"apa mereka membully mu lagi?" Itu bangchan,guru olahraga yang datang untuk mengambil beberapa barang digudang
Usianya masih sangat muda sekitar 25 tahun,ia mengajar sampai guru olahraga yang lama kembali dari tugasnya di luar kota.
"Ah tidak,kami hanya bermain main" felix tersenyum canggung sambil menggaruk tengkuk nya yang tak gatal
"kau bisa berkata jujur dengan ku" banchan menepuk pundak muridnya itu
"Terimakasih,tapi aku harus segera masuk kelas, sampai jumpa" felix membungkukkan badan pada yang lebih tua sebelum ia pergi.
...
Felix pergi menuju lokernya untuk mengambil buku yang ia simpan disana. Ia pun membuka kunci lokernya, dan saat dibuka ada banyak sampah berjatuhan serta cairan keluar dari lokernya. Alhasil buku yang ia simpan basah kuyup
Pria bersurai pirang itu hanya bisa menggela nafasnya "lagi?" Ucapnya dalam hati
Masalahnya ini bukan kali pertama felix mendapat kejutan buruk seperti ini.