Update : Senin, Selasa, Rabu.
⚠️ Vote n komen!
⚠️ Follow akun Ell!
⚠️ No plagiat!
Seperti halnya setiap manusia memiliki sosok yang didamba juga dikagumi. Ersya pun sama. Gadis berambut cokelat yang begitu mengagumi sosok kakak idolanya.
Namun, sia...
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.
"Gue mau kita pacaran!" Satu kalimat yang berhasil membuat cowok di hadapannya mengangkat sebelah alis, air mukanya masih datar. Namun gadis itu tahu jika si cowok pasti bertanya-tanya apa maksudnya.
Gadis bermanik kecokelatan itu menggenggam jemari cowok di hadapannya. Walau sudah ditepis, tapi selalu digapai kembali, membuat sang empu kesal dan langsung menghempaskannya, kasar.
"Gue enggak kenal, lo!" tegas si cowok.
Gadis yang tangannya dihempas pun tak tinggal diam. Di dalam ruangan sepi ini, ia akan menyelesaikan urusannya. Ia harus berhasil membujuk cowok di depannya. "Kita saling kenal, gue temennya Kia, mantan elo!" jelasnya.
Namun, itu semua belum membuat tekad cowok itu untuk meninggalkannya luruh. Ia malah tak suka ada yang membahas tentang Kia di hadapannya.
"Kak, gue mohon bantuan lo. Toh, kita akan saling menguntungkan ke depannya." Tetap, si gadis terus membujuk.
Membuat si cowok terkekeh sinis menanggapi ucapan gadis itu, tanpa berniat mempercayainya. Apa tadi? Saling menguntungkan? "Kakak enggak percaya?" Lama-lama gadis itu geram juga melihat si cowok yang sulit ditaklukkan. Ia sudah susah payah membujuk si cowok menemuinya, masa tujuannya tidak tergapai? Ah, itu tak boleh dibiarkan!
Sebelum kembali berkata, gadis itu terlebih dahulu menarik napas dalam, lalu menghembuskannya perlahan. Ia kembali menatap manik tajam cowok tersebut, melanjutkan aksinya.
"Gue suka sama temen elo, Kak. Dan gue yakin lo masih sayang sama Kia. Jadi gue mau ngajak Kakak buat kerja sama. Kita pacaran, jadi--"
"Lo manfaatin gue?" semprot si cowok sebelum mendengarkan gadis selesai berbicara.
"Ck, bikin emosi deh," decak gadis itu merasa sebal.
"Jadi kita itu kayak simbiosis mutualisme, Kak. Kita pacaran! Cuman status doang, sih, tapi inget! Tujuan gue biar deket sama kak Raven juga bisa buat elo balikan sama mantan tersayang elo! Mutualisme! Bukan gue jadi parasit, B.U.K.A.N!"
Saking kesalnya, gadis itu hampir menekankan setiap kata, dan untuk ujung kalimat, spesial ia menekan perhuruf. Dengan jelas dan tegas.
Tampak cowok itu menatap datar ke arahnya. Rautnya begitu sulit dibaca, membuat gadis menggigit bibir bawahnya, takut jika usahanya akan sia-sia.
Keinginan yang begitu sederhana sebenarnya. Karena seorang Ersya Sabila ingin dikenal oleh sosok Raven Nandana. Bukan tanpa sebab juga Ersya begitu mengagumi sosok yang menjabat sebagai ketua OSIS itu.
Pastinya, selain tampan, Raven begitu ramah dan menggemaskan. Suara merdunya selalu mampu membuat seorang Ersya terkagum-kagum. Bahkan, tak jarang ia mengkhayalkan Raven dengan spesial menyanyikannya sebuah lagu untuknya. Namun, itu hanya angan.
Dan, kenyataan terpahitnya adalah, Raven sudah memiliki kekasih. Cantik, sih menurut Ersya sendiri. Ramah juga orangnya. Namanya Zeline Zakeisha yang merupakan sekretaris OSIS sendiri, juga teman sekelas Raven. Oh, every time, they met.
Tapi jangan salah, ya! Ersya. Gadis yang dirasa tak kalah cantik dari seorang Zeline--si primadona--itu tak ingin kok merebut sesuatu yang bukan miliknya. Gadis pemilik netra cokelat madu yang begitu selaras dengan rambut lurus sepunggung itu tak ingin memiliki sosok Raven--walau sebenarnya hatinya begitu menginginkan.
Untunglah, pikirannya masih waras untuk tidak menjadi perebut pacar orang. Enough to know, nothing more. Begitu lah slogan yang selama ini menjadi prinsip seorang Ersya Sabila menahan gejolak pada Raven.
"Oke, gue setuju."
Dan dari sinilah awal kisah keduanya dimulai. Entah apa yang akan terjadi ke depannya dan entah apa yang mereka hadapi nantinya. Tak ada yang tahu masa depan kecuali Tuhan. Namun, mungkinkah salah satu di antara kalian ada yang sudah mengetahui ending cerita ini? Adakah yang sudah menebaknya?
Oops! This image does not follow our content guidelines. To continue publishing, please remove it or upload a different image.