DELUSI

6 0 0
                                        



                 Ada yang merasakan kebahagiaan sampai-sampai lupa kalau-kalau baru saja mereka bersedih, atau sebaliknya. Ada yang Merasakan kesedihan sampai-sampai tak percaya jika kebahagiaan akan datang dengan segera.

               Malam ini entah kebahagiaan atau ketakutan yang aku rasakan.Aku bahagia sebab akhir akhir ini aku bisa berdamai dengan tidur. Maksud berdamai yakni bukan lantas aku bisa tidur begitu saja, semuanya tetap sama, Insomnia. lihatlah kedua kelopak mataku yang semakin nyalang ini. Sampai sekarang belum ketemukan cara bagaimana aku bisa tidur dengan normal tetapi paling tidak aku bisa berdamai dulu dan tentu saja hal itu melegakan.

               kebahagiaan yang kedua ialah ini Purnama! Entah sejak kapan aku jatuh cinta padanya. Maka sengaja kuhabiskan waktuku untuk memandanginya, Begadang. Malam ini sengaja kubuat secangkir kopi tanpa memperdulikan kapan aku tidur, bisa tidur atau tidak, atau nasib besok yang entah seperti apa pedihnya nanti kedua kelopak mataku, belum lagi tugas membangunkan anak-anak untuk ngaji ataupun KBM. Yang jelas aku ingin menikmati Purnama sampai ia benar-benar selesai melakukan ritualnya.

Jangan tanyakan mereka-mereka yang pernah kutanyai soal tidurku yang lantas menyalahkan kopi ataupun teh, tentu saja setiap kali mereka melihatku dengan cangkir di hadapanku, aku di hujani pertanyaan pertanyaan aneh dan seolah-olah bagi mereka aku sudah tak lagi mengindahkan kata-katanya, Bebal, Bengal atau lebih parahnya lagi, putus asa! Tidak, sama sekali tidak. Hanya saja aku ingin melihat purnama dengan teman yang aku anggap bisa menemaniku semalam suntuk. Lagipula sampai kapan mereka mau membuka mata bahwa soal bisa tidur atau tidak bisa tidur itu bukan sebab teh ataupun kopi berhentilah memvonisnya!

" itu sebab hatimu yang sedang gelisah Sas. Ucap seseorang yang selalu menyendiri di pojok masjid sana

" Dan itu cinta! Sambungnya sembari menyunggingkan senyum khasnya!

Mengapa orang sependiam dan katakanlah tak punya teman seperti dia tahu soal hatiku? Apakah kabar ini sudah meluas hingga mahluk seperti dia mengendusnya atau hanya orang-orang yang memiliki indera yang tajam saja yang mengetahuinya? Kemarin Fahris, sekarang Naufal. Sial!

###

                  Poin kedua ialah ketakutan! memang benar aku sudah bisa berdamai dengan tidur tetapi akhir-akhir ini banyak sekali orang-orang mengatakan bahwa aku ini seolah aneh, semakin aneh dan tidak sedikit di antara mereka-mereka yang mengatakan aku seperti pesakitan atau majnun! Tertawa sendiri, senyum senyum sendiri bahkan terkadang sampai teriak-teriak segala! Aku sendiri tak begitu yakin kalau yang mereka katakan itu benar adanya sebab jangan-jangan hal ini sengaja mereka buat-buat agar aku kebingungan lantas menderita, Mengingat aku orang yang sering usil,jail dll maka tak aneh kalau-kalau mereka membalasku " Aku yakin, yakin sekali kalau hal itu sengaja di buat-buat"

Memang ada sedikit kejanggalan dalam diriku. Setahuku keanehan dalam hidupku akhir-akhir ini ialah bisa bermimpi meskipun tanpa tidur dan tentu saja tanpa harus kupejamkan kedua mataku Aku bisa melayang layang entah ia bawa aku ke alam mana, kadangkala aku tidak bisa membedakan di mana sekarang aku ini, dunia nyata ataupun mimpi? Setelahnya aku hanya diam. Diam dalam kekosongan. Hanya diam!

Sejauh yang aku rasakan, tidak ada tawa, teriak-teriak atau adegan-adegan janggal lainya, tidak ada, sama sekali tak ada! Namun mereka-meraka bersih keras, keukeuh, bilang jika aku tak lagi waras. Katanya lagi dalam keadaan itu sering kali aku atau siapapun takan sadar kepada apa apa yang baru saja di perbuat

kini kebingungan dan derita yang mereka buat-buat telah menjadi nyata dalam diriku, kali ini aku ketakutan, benar benar ketakutan.

###

"Beruntung banget kon jika mendapatkannya!

" cinta yo cinta tapi ndelok sopo sing mok cintai sas..sas..!

" Awakmu iku sopo ?iso opo? Gae karak? Sopo sing gak iso lek!

" Sebelum melakukan bacalah dulu keadaanmu!

" Soal bisa atau tidak atau hal lain dan sebagainya itu bukan masalah besar bukan bukankah di pondok ini banyak manusia-manusia unik serba bisanya! Mau apa? ngaji, sedang proses Bismillah! Keamanan? Ketuane malah. Ketua pondok? Pandongane. Listrik? bikin lemari/meubel dengan sempurna? Fahris bisa! Melamir? Gae omah? Anwar yo iso! Bikin Desain,ijazah, pernak pernik lewat Pc? Ama' bisa. Nge-Hack?, bikin foto/video graper ? atau gae robot? Ilan iso. Menjahit ala Desainer manapun? izul iso, Wartawan, Reporter sing britane anget lan akurat? Jems iso...dll lah.. tinggal belajar sing temen lalu menyerap ilmu dari mereka mereka apa susahnya. Elmu ketok ae kok!

Kau tahu?itu bukan omongan siapa-siapa kecuali aku sendiri yang kadang kala berdamai dan lebih seringnya bertengkar. Bertengkar dengan diri sendiri! Tidak mudah mempercayainya, memang namun kulakukan itu berkali kali dan itu bermula Sejak aku mencintai dia, Entahlah banyak sekali hal-hal aneh kali ini dalam hidupku, bermacam-macam. Sampai-sampai aku sendiri rabun membedakanya.

Mengapa bisa bisanya dalam hal ini aku malah terprosok jauh kedalamnya padahal sudah jelas bahkan sangat jelas, untuk aku yang sekarang ini "Cinta sangat tidak bagus untuk kesehatanku" kutipan itu aku dapat dari film saat liburan kemarin dan Benar. Cinta sangat tidak menyehatkan dan saat ini aku mengidapnya!

Arghhhh kalau saja dia tak lewat saat aku mengunci gerbang masjid mungkin urusan ini tidak berbelit seperti ini. Lagipula kenapa juga saat itu aku menengok padahal biasanya samasekali.

" Bukan sebab bias senyumnya ataupun elok parasnya bukan.

Ia tiba-tiba saja bertamu dan masuk kedalamnya tanpa perlu mengetuk pintu hatiku dulu".

Ya salam... Sampai kapan aku demikian. Lagipula jika hal ini kubiarkan terus menerus mau jadi apa aku nanti?Si Majnun? Tidak..tidak.. siapa pula yang mengingikan hal itu. Padahal baru atau bahkan belum selangkah pun aku menunaikan Niat Mencari ilmu atau perihal cita-citaku, belum lagi menyerap ilmu mereka orang serba bisa, paling tidak agar tak melulu di katakan tukang karak sebab siapapun yang mendengarnya pasti langsung tertawa dan itu tidak ada keren-kerenya sama sekali padahal mereka-mereka yang suka mengolok-olok perihal karak nyatanya doyan bahkan tidak sedikit yang minta-minta. ah tidak..tidak maaf aku keliru! untuk saat ini dan sampai kapanpun sebutan apapun tak masalah bagiku, dan dalam mencari ilmu aku tak mencari gelar ataupun sebutan, anggap saja yang tadi itu ialah aku yang sedang tidak sadar.

Setidaknya itulah pelajaran yang kudapat dari menjemur karak lebih dari itu aku tak ingin gara gara sekedar cinta tujuanku berubah ataupun goyah

###

                   Dari sisi lain mana mungkin juga aku menyalahkan cinta? Kuakui dari semua sisi bagi aku yang sekarang ini sungguh tidak baik dan tidak menyehatkan (meski usiaku saat ini jika di golongkan orang pada umumnya sudah seperti kelopak bunga yang sedang mekar mekarnya. Jadi bahan omongan kapan nikah!) tetapi lebih dari hal itu ada rasa yang ah, bahkan aku sendiri susah sangat susah untuk mengungkapkanya apalagi menjabarkanya aku tak tahu ini apa, sebab jika kukatakan indah takut-takut ada yang keliru, Entahlah, yang jelas sangat di sayangkan jika kubuang begitu saja meski itu nyeri sekalipun aku ingin merasakannya berulang-ulang.

Maka sementara ini kuletakan dulu rasa ini di tempat yang sunyi dan tentu saja aman sebab (ku ulangi kataku) tak sampai hati aku membuangnya, lagipula jika aku tidak menarunya sampai kapan aku menimangnya. Dan itu sangat mengganggu nalarku. Maka doaku semoga orang yang kucintai segera menikah sesegera mungkin. Perihal dengan siapa siapanya aku tak masalah ( meski dalam hatiku berulang ulang kuucapkan Aku 3x ) Paling tidak dengan ia yang sudah menikah, perlahan-perlahan aku melepasnya,bisa atau tidak jawabanya satu, Harus bisa! Agar Aku tak perlu lagi menyimpan, menaruh ataupun menimangnya.

Aku lelah saban hari berjibaku dengan kekonyolan yang ku rekayasa sendiri.

Aku ingin hidup dengan normal


DELUSIWhere stories live. Discover now