Tubuhnya menghantam dinding dengan keras yang membuatnya jatuh terduduk di lantai, sedangkan yang mendorongnya hanya menatapnya dengan tajam. Gadis itu menatap gemetar kearah sosok laki-laki yang jauh lebih besar dari dirinya.
"Bagus, udah mulai berani ngelawan gua?!” bentak pria dihadapannya.
Ia berjongkok di hadapan perempuan itu lalu mencekik leher si gadis lalu mendekatkan mukanya hingga berjarak hanya 10 cm dari muka gadis itu.
“Ingat perkataan ini di otak lu bodoh lu. Lu itu cuman budak gua, dan seorang budak harus menuruti perintah tuannya. Ngerti?!" Gertak Hyota kepada gadis dihadapannya yg sedang mencoba bernafas karna genggamannya yang kuat.
"I-iya maafin gua Hyota..." Jawab Adra terbata-bata.
DEG!
Adra bisa merasakan cengkraman hyota semakin kencang bahkan penglihatannya saja mulai memburam karna pasokan oksigen yg menipis. Ia tau kalau ia baru saja melakukan kesalahan lagi yg membuatnya semakin tersiksa.
"Siapa yang bilang lu boleh manggil gua dengan nama Hyota hmm? Lupa lu harus manggil gw apa?" Tanya nya dingin lalu mulai memaksa Adra berdiri dengan leher yang masih ia cekik.
"M-maaf tuan.. Tapi tolong lepasin cengkraman lu, gua ga bisa nafas" lirih Adra yang mulai menitikan air matanya dan menepuk lengan Hyota.
Hyota yang awalnya memasang muka datar lalu tersenyum penuh kemenangan. Ia mencengkram leher Adra lebih kencang dan akhirnya menghempaskan tubuh gadis itu ke lantai hingga tubuhnya tersungkur.
Adra langsung mengambil banyak oksigen dan juga mencoba untuk bangun dari posisinya tersungkur. Tapi belum juga ia duduk, rambutnya sudah terlebih dahulu di tarik oleh Hyota. Matanya terbelalak merasakan sakit yang amat parah di kepalanya.
"Siapa yang bilang lu boleh istirahat? Ayo layani gua lagi cantik. Buat gua puas dalam waktu 1 jam, kalau gagal. Lu tau hukumannya apa" gertaknya lagi sambil mengikat leher Adra dengan ikat pinggang yg ia bawa dan tersenyum menyeringai. Lalu ia duduk kembali ke sofa dan menunggu gadis itu datang menghampirinya.
Adra sempat terdiam namun pada akhirnya berjalan kearahnya tanpa mengucapkan sepatah kata pun. Jiwanya sekarang mulai mati perlahan. Tatapannya kosong tapi sebenarnya penuh dengan kebencian terhadap sosok Hyota yang sedang menunggunya. Tapi sayang, Hyota masih tau arti tatapannya sehingga membuat ia kesal.
Plak!
Tamparan keras mengenai Adra yang membuatnya tersadar dari tatapan kosongnya lalu menundukan kepalanya. Jari jemari yg awalnya tergenggam erat penuh emosi langsung terlepas begitu saja. Tubuhnya pun kembali melemas dan akhirnya jatuh berlutut dihadapan Hyota.
Rasa panas masih terasa dengan jelas di pipi kanan Adra. badannya kembali gemetar seperti sebelumnya, ia masih menundukan kepalanya enggan menatap wajah laki-laki dihadapannya.
"Gua suruh lu buat layani gua. Bukan buat natap gua dengan tatapan menjijikan itu!" Bentak Hyota lalu menarik ikat pinggang yang sedang melilit leher Adra.
"Aw!! Sakit.." Lirih Adra ketika ikatan ikat pinggang tersebut mengecil dan mulai mencekiknya lagi.
Air mata kembali menetes ke pipi, tubuhnya kembali oleng ketika mendapat tarikan kuat yang mendadak dan berakhir dengan wajahnya tepat menyender dipaha Hyota. Tak ada tatapan benci lagi, hanya menyisakan tatapan ketakutan.
Dan sudah bisa di pastikan Hyota tersenyum kembali melihat raut wajah Adra. Baginya jika Adra ketakutan maka ia yang menang. Karna ia dapat mengontrol tubuh itu sepenuhnya, tidak ada lagi perlawanan, dan semuanya keinginannya dapat dituruti. Ia menarik ikat pinggang itu lagi agar wajah adra bisa lebih dekat dengan wajahnya.
"Ini baru budak kesayangan gua" bisik hyota lalu menciumnya dengan ganas.
Gimana prolognya? Sangat bagus bukan 😃
Tenang ini baru permulaan jadi tungguin aja ya
Oh iya sesuai nama author jadi.... Update tergantung mood. Oke? Sip
Jangan lupa tinggalin jejak kalau engga, ga dilanjutin 😈
Salam tercintah dari author :*
Babayyy. Mwahhh
/kiss bye
YOU ARE READING
DEAD INSIDE (18+)
Teen Fiction"Inget lu tuh cuman budak. Cuman karna gua bakal pindah kota bukan berarti gua bakal biarin lu hidup dengan tenang."- Hyota "Hah suka? Gua chat lu karna gabut doang" - Ellgar "Wkwk dari awal gua ga ada rasa sama lu sama sekali" - Kalan *** Orang-or...
