JF : 01

160 17 3
                                        

꒰↪︎⎙  ꒱

Pagi menjelang, wanita bernama Kang Soojin atau lebih kerap di panggil Soojin itu sedang melakukan rutinitas paginya.

❝Nona anda di panggil Tuan untuk sarapan.❞ Panggil sang Pembantu.

❝Baiklah aku akan segera turun.❞ sahut Soojin dari dalam kamarnya.

❝Baik nona.❞

Lalu terdengar suara langkah kaki yang menjauh dari kamarnya, Soojin dengan sigap menggambil tasnya yang berada di atas kasur lalu bergegas turun kebawah.

Sesampainya di bawah Soojin menemukan ayahnya yang sedang bermesraan dengan sang ibu tiri. Soojin hanya memutar bola mata dengan tatapan malas.

Soojin langsung berjalan dengan santainya melewati tempat makan.

❝Kang Soojin.❞ Panggil sang Ayah.

Soojin tak memperdulikannya ia hanya berjalan lurus tanpa berniat untuk berbalik ataupun menyahuti panggilan sang Ayah.

❝Yak! Kang Soojin.❞

Lalu Soojin pun berbalik dengan tatapan malas.

❝Ada apa?❞

❝Mengapa nilai Matematikamu dapat 70?❞

❝Lalu mengapa bila nilai Matematikaku dapat 70?❞

❝Yak! Kang Soojin kau benar benar.❞ Kesal sang Ayah, Lalu ia berjalan menghampiri Soojin dengan tatapan marah.

Plak!

Dantae menampar Soojin hingga ujung bibir Soojin robek dan berdarah. Sedangkan Soojin hanya dapat diam dan menahan amarah yang akan meluap.

Lalu Soojin berbalik dan pergi dari hadapan Dantae.

❝Kang Soojin!❞ Teriak Dantae akan tetapi Soojin tak memperdulikannya ia hanya ingin cepat cepat sampai sekolah.

Ini kah yang di nama kan sarapan ? Wah benar benar sarapan pagi Soojin pagi ini sangat menyakitkan tapi apa boleh buat itu sudah sarapan setiap paginya bagi Soojin.

Saat ini Soojin sudah berada di dalam kelasnya lalu ia mendudukan dirinya di kursi 2 dari depan. Tiba tiba ada seorang pria menghampirinya dengan roti coklat dan susu coklat di tangannya.

Lalu pria itu menyodorkan roti dan susu coklat di tangannya ke hadapan Soojin.

❝Kau pasti belum sarapan, makanlah kau ini selau saja kebiasaan.❞

❝Baiklah baiklah nanti saat jam istirahat akan ku makan.❞

❝Sekarang aku tak terima penolakan. ❞

❝Huh baiklah, kau ini.❞ kesal Soojin lalu ia pun memakan roti dan juga meminum susu itu.

❝Sudahkan? Kembalilah ke kelasmu.❞

❝Tidak! Aku akan menunggu hingga kau selesai.❞ Tolak pria itu.

Soojin hanya memutar bola matanya malas, benar benar pria bermarga lee ini.

❝Soojin-ah mengapa ujung bibirmu mrngeluarkan darah seperti ini.❞ Panik pria tadi.

Dengan sigap Soojin mengelap darah yang keluar dengan jempolnya.

❝Bukan apa apa.❞

❝Yak kau ini! Ayo ke UKS.❞ Ujar pria itu lalu menarik pergelangan tangan Soojin ke arah UKS.

꒰✰✰✰꒱





















Hai chingu!
Jangan lupa vomentnya ya!
Sorry for typo or kesalahan dalam penulisan.

Just Friend.Où les histoires vivent. Découvrez maintenant