Huh?

1.8K 174 3
                                        

Happy reading~

.
.
.

Anak-anak Dream sedang disibukkan dengan persiapan comeback mereka, sehingga hampir setiap hari mereka berada di gedung SM untuk latihan. Hari inipun sama, terlihat para member satu persatu datang, tepatnya di cafe yang berada di lantai bawah gedung. Sepertinya mereka berniat makan dulu sebelum memulai latihan.

Mark dan Haechan sudah sampai terlebih dahulu karena dijemput pertama oleh manajer mereka, sehingga mereka sudah makan duluan sebelum member lainnya sampai.

"Oh! Mark hyung, Haechan hyung sudah sampai duluan ternyata" Jisung menyapa kedua hyungnya tersebut.

"Wah rajinnya..." puji Chenle dengan nada sarkastiknya.

"Ya iyalah, kita kan lebih rajin dari kalian" balas Haechan dengan ekspresi sombong yang dibuat-buat.

"Huh," Renjun ingin membalas, sebelum ia melihat piring-piring kosong di meja makan, "Wah wah, lihat ini, kalian tidak setia kawan sekali" sahut Renjun sambil menunjuk piring-piring tersebut.

"Oh sorry, kita tadi sudah sangat lapar jadi makan duluan, hehe" jelas Mark sambil terkekeh kecil.

"Ya sudah, bagaimana kalau kita juga pesan makanan sekarang, aku sudah sangat lapar." Jaemin berpendapat, yang langsung disetujui oleh mereka dan segera dilakukan.

Dari perbincangan yang terjadi daritadi ada seseorang yang tidak mengeluarkan suaranya sama sekali. Ia bahkan tidak menyimak sama sekali, karena fokusnya hanya tertuju di layar hpnya.
Yup, dia adalah Jeno yang sedang sibuk bermain game di hpnya.

"Semuanya sudah pesan? Jeno, kau sudah?" tanya Jaemin melihat Jeno yang hanya fokus pada gamenya.

"Hmm, aku tidak usah, lagi main soalnya" jawab Jeno.

"Ckck, baiklah. Jangan merengek padaku nanti kalau kau kelaparan saat di dorm, aku tidak akan memasak untukmu." respon Jaemin dengan nada mengancam.

"Iya, iya." balas Jeno singkat. Ia juga sebenarnya belum merasa lapar, sehingga ia lebih memilih untuk bermain game.

Sambil menunggu makanan disediakan, mereka kembali berbincang-bincang dan suasana kembali ribut.
Karena Mark sudah selesai makan daritadi, jadi ia memutuskan untuk pergi ke ruang latihan duluan. Ia ingin bersantai di sofa dan menikmati ketenangan.

"Aku duluan ke ruangan ya, ingin bersantai sedikit" Mark pamit pergi duluan.

"Aku juga ikut Mark hyung, ingin bersantai main game.. hehe" sahut Jeno sambil menyusul Mark menuju ruang latihan.

.
.
.

Suasana ruang latihan yang sepi, karena hanya terdapat dua orang di sana yang sibuk dengan dunia mereka sendiri. Mereka duduk santai bersebelahan dan melakukan aktivitas yang sama namun berbeda. Sama-sama memegang hp, tetapi Jeno digunakan untuk bermain game, sedang Mark mengscroll ig-nya karena tidak memiliki kerjaan lain.

Mark ingin mengobrol dengan Jeno, tetapi ia tidak tahu hal apa yang menarik untuk dibicarakan saat ini. Selain itu, Jeno juga masih sibuk dengan gamenya. Sebenarnya, Jeno juga pasti akan meladeni apapun yang dibicarakan Mark meskipun sedang sibuk bermain game.

Entah postingan apa yang muncul di ig-nya, ia hanya memandangnya sebentar lalu melihat postingan lain, begitu terus sampai ia bosan. Ia kemudian melihat postingan kucing-kucing lucu dan setelahnya,

"Jeno-ya" panggil Mark. Ia akhirnya memiliki topik pembicaraan.

"Hmm?" balas Jeno singkat sambil tetap bermain game.

"Bagaimana kabar kucing-kucingmu?" tanya Mark.

"Hm, kurasa mereka baik-baik saja. Sudah lama aku tidak pulang rumah, jadi aku kurang tau bagaimana keadaan mereka." jawab Jeno. Fyi, ini kalimat terpanjangnya sejak tadi.

"Oh begitu." respon Mark.

Dan percakapan mereka terhenti sampai di situ. Hening kembali menghampiri kedua pemuda tersebut.

Mark kemudian beberapa kali membuka percakapan setelah melihat postingan orang-orang di ignya, dan beberapa kali juga percakapan tersebut berakhir dengan singkat.

Terciptalah pattern yang sama, Mark melihat suatu postingan, kemudian bertanya pada Jeno terkait hal yang dilihatnya, kemudian Jeno menjawabnya, setelah itu hening kembali. Berulang-ulang. Katakan saja bahwa ia hanya mencoba menghilangkan keheningan yang tercipta, sambil menunggu member lain datang.

Ia bahkan tidak ingat hal random apa saja yang ditanyakannya pada Jeno, dan ia sangat bersyukur karena Jeno anak yang baik, mau saja meladeni pertanyaan-pertanyaan randomnya. Seperti,

"Jeno-ya, kau suka anjing ras apa?"
Ini ia tanyakan setelah melihat video anjing lucu. Atau,

"Kalau kau ingin beli mobil, kau mau beli mobil apa?"
Ini setelah ia melihat foto mobil-mobil sport.

"Bukankah Paris itu indah? Seingatku kita belum pernah kesana. Aku ingin mencoba traveling sendirian. Bagaimana denganmu?" setelah ia melihat foto pemandangan malam menara Eiffel.
Dan pertanyaan-pertanyaan sejenis lainnya.

Jeno, yang seperti kata Mark anak baik, meladeni semua pertanyaan yang Mark lontarkan. Meskipun ia hanya menjawab seadanya, karena ia tidak ingin berpikir panjang saat fokus bermain game. Jawaban seperti, "ya", "tidak", "aku tidak tahu", "aku belum pernah memikirkannya", sering dilontarkannya untuk menjawab pertanyaan random Mark.

Saat inipun tetap sama. Tetapi entah mengapa, satu pertanyaan random terakhir dari Mark ini tidak disangka dapat menjadi turning point dari hal apapun itu yang terjadi antara dia dan pemuda yang berada di sebelahnya itu.

Tbc~

.

So? Gimana? Bagus gak sih?
Aku bikin ini cuma on a whim, makanya mohon maap atas kekurangannya, hehe..
Chapter selanjutnya akan menyusul secepatnya~
Lastly, makasih banyak yang udah mampir buat baca<3 huhuㅠㅠ

Sure..? | MarknoKde žijí příběhy. Začni objevovat