Di tengah terik mentari yang membakar keramaian, semilir angin menerbangkan helaian lembar soal seorang gadis, yang bernama Aurel.
Aurel yang bermata bulat menatap sipu ke arah helaian kertas yang digiringi angin ke gerumunan lelaki yang sedang nongkrong di depan kelas.
Perlahan Ia berjalan tertata-tata untuk mengambil helaian soal tersebut. Dia tidak membayangkan betapa malunya untuk mengambil helaian lembar soal itu, hingga dia digoda para lelaki buaya.
"Hai cantik, mau kemana?"
"Cari guee yakk?"
Aurel menatap Dika, laki-laki yang merayu nya itu dengan tatapan penuh kebencian. Di sisi lain Dika juga terkenal akan ke playboy an nya.
Sementara sebagian laki-laki yang ada di sana asik bersanda gurau dengan teman-temannya. Salah satu diantara mereka menyapa Aurel.
"Kamu mau ambil soal ini ya?"
Laki-laki yang berparas tampan itu sambil menyodorkan helaian soal tersebut, yang tak salah lagi banyak dikagumi kaum hawa di satu sekolah akan kepintaran dan ketampanannya yang bernama Rizky.
"Iiii...ya, terimakasih😊," jawab Aurel dengan suara bergetar malu. Setelah mengambil helaian soal tersebut, Aurel langsung berjalan menuju ruang kelas yang telah ditunggu teman-temannya.
"Lo kemana aja? Lama amat, kan gue udah lapar dari tadi tau!," sela Friska sahabat sekaligus dianggap saudara sendiri oleh Aurel.
Aurel sengaja tidak menjawab pertanyaan Friska sembari membagikan soal kepada teman-temannya.
"Ke kantin yuk Fris, tadi lo bilang belum sarapan kan?"
"Yuk." Mereka pergi meninggalkan kelas.
Aurel menceritakan semua kejadian yang menimpanya tadi.
Kriingg.......
Bel pun berbunyi bertanda telah habisnya jam istirahat, hingga membuat se isi kantin berlarian untuk masuk kelas, namun karena tergesa-gesa, Aurel tanpa sengaja menginjak tali sepatu Dika yang sedang melangkah hingga tergelepak jatuh.
Bruuuuukkkkkk!
Seisi kantin dipenuhi suara tawa yang menertawakan Dika.
Dika langsung berdiri dan menatap lirih Aurel.
Tanpa menghiraukan Dika Aurel tetap berlari merangkul tangan Friska ke kelas.
Kriiiinggggg...........
Suara bel yang ditunggu-tunggu telah berbunyi bertanda jam pelajaran telah selesai.
Bunyinya amatlah merdu yang membuat para siswa bersemangat lagi untuk melangkah akan pulang. Bagaimana tidak? Yang di tunggu-tunggu telah tiba.
"Au, gue duluan pulang ya, sudah ditungguin ni, lagian lo sih, siapa suruh ga ada pacar, jadi sendirian kan pulangnya 😅😅," Ejek Friska.
" Gue udah biasa sendirian, lo duluan aja, ti hati-hati ya😊."
Setelah beberapa menit berdiri di depan kelas, Aurel melangkahkan kaki untuk pulang. Hari juga telah mendung akan mengundang hujan.
"Lo, yang sudah membuat gue jatuh di kantin, ayo ikut gue," ujar Dika sambil menarik tangan Aurel.
Aurel merasa gemetar, karena takut.
"Ma..af, kan gue ga sengaja."
"Gue bakal maafin lo, tapi sekarang lo harus ikut gue."
"Ta...pi??"
Tanya Aurel penuh tanda tanya.
"Ga ada tapi-tapian, buruan naik."
Namun Aurel tidak dapat berucap apa-apa lagi dan terpaksa untuk menuruti permintaan Dika.
🍁🍁
kira-kira, Dika bawa Aurel kemana ya? Nantikan part 2 nya! ❤️❤️
Jangan lupa vote dan coment ya😁😁
YOU ARE READING
Cerpen Cinta
Short StoryPada akhirnya benci, mengundang akan sayang, namun apalah arti sebuah pertemuan ini, kita hanyalah sebagai dua orang asing
