"karina ayah mau bicara sama kamu" menatap karina serius dan duduk di sofa sebelah karina.
"Mau ngomong apa ayah?,karina lagi belajar" jawab karina tanpa melirik ayahnya,karna dia sibuk sama tugas sekolahnya yang banyak sekali belum dia kerjakan.
"Kita pindah besok ke korea,ayah juga sudah bilang ke kakakmu" sambil mengusap rambut karina yang lurus dan lembut.
Mendengar itu karina langsung berhenti beraktivitasnya menulis,dan menatap ayah "pindah?"
"Iya sayang karna ayah-"
"Ayah,kitaa dah 3 kali pindah rumah dan itu karna perkerjaan ayahh,dan tidak pernah memikirkan perasaan karina dan kakak" beranjak dari tempat duduk,menaiki anak tangga satu persatu
"Tidak perlu membantah karina,besok pagi kau harus sudah siap" teriak ayah sambil menatap punggung karina
Tetapi karina tidak mengubrisnya,dia tetap menaiki anak tangga itu menuju kamarnya.
Sesampainya di kamar,karina mengunci pintu kamarnya rapat-rapat.
Keesokan paginya karina sudah menyiapkan koper,karina membuka koper itu dan mengambil pakaiannya dan menaruhnya di koper.
Tok tok!!
"Apa kamu sudah menyiapkan barangnya karina?" Terdengar suara ayah karina di balik pintu kamar karina.
Karina langsung membukakan pintunya dan mempersilahkan ayahnya masuk ke dalam kamar karina.
"Sudah ayah" jawab karina
"Bagus,sekarang kamu bangunin kakak kamu,dia dari tadi belum bangun juga,koper biar ayah bawa" jelas ayah dan mengambil koper karina menuju garansi mobil.
"Baik ayah" begitu di perintahkan karina langsung keluar kamarnya dan menuju kamar kakaknya yang berada di samping kamar karina.
Karina langsung membuka kamar kakaknya,karna kakaknya tidak pernah mengunci kamarnya.
Mengoyangkan badan kakaknya sesekali menampar pipi kakaknya.tapi nihil kakaknya tidak mau bangun juga.
"Astaga kakak,kau tidur apa mati ah?" Bertolak pinggang sambil menatap kakaknya.
Karena kesal karina punya ide cemerlang,dia berlari ke kamar mandi kakaknya mengambil air sedikit di tangan karina."sepertinya manjur xixi" jalan ke kamar kakak dannn menyiramkan ke muka kakaknya
"AHHH HUJAN HUJAN" bangun dari tidurnya sambil teriak teriak
Melihat ekspresi kakaknya yang lucu menurut karina dia tertawa "hahaaha"
"Ade kurang ajar,ehh kamu kira kakak kamu ini tanaman?" Murka kakaknya sambil mengelap wajahnya akibat basah karna ulah karina.
"Ya habis ga bangun bangun,yaudah karina siram ajah,itu juga dikit kok ga seember" membela dirinya. dia berjalan ke lemari pakaian kakaknya sambil membukakan lemari kakaknya,mengambil pakaian kakaknya
Melirik kakaknya sekilas "cepat mandi kak,ayah sudah menunggu di ruangan keluarga"
"Iya adikku yang bawel" ledek kakak ten,ya dia namanya ten,nama kakaknya Karina ten.tidak ada nama panjangannya,simpel bukan.
Selesai beres beres rumah karina dan keluarganya pergih ke bandara jam 8:10,ya karna dia pernerbangan pesawat menuju korea pukul 10:00.perjalanan dari rumah ke bandara itu sangat jauh,dan takut macet makanya keluarga karina berangkat jam 8:10.
Oh ya sedikit cerita,tentang mamahnya.mamahnya karina meningal saat karina umur 8thn saat karina masih kecil mamahnya meningal karna di tabrak oleh truk barang.sebagian tubuhnya hancur karna di lindas oleh truk barang. Sebelum dia menjemput karina pulang dari sekolahnya.
Karina masih ingat kejadian itu,betapa hancurnya hati karina saat melihat tubuh mamahnya yang tidak bisa menyatu lagi dengan badanya.hancur semua hancur bergeletak dimana-mana. Meningat kejadian itu ada hati yang sangat di benci.
Kenapa?kenapa tuhan mengambil mamah karina yang karina sayang, kenapa? Pertanyaan itu terus ada di otak Karina kalau karina mengingatnya kejadian beberapa tahun yang lalu.
Sesampainya dibandara.karina dan keluarganya langsung menuju pesawat yang akan terbang ke koreaa,setelah beberapa jam pesawat sampai menuju korea dengann keadaan selamat.
Mereka langsung berangkat menggunakan mobil menuju rumah barunya yang berada di Seoul tempat mereka tinggal.setelah beberapa jam mereka akhirnya sampai.
"Ini rumah baru kita ayah?" Tanya karina kepada ayah,karna rumah yang mereka tempati sekarang agak besar dan mewah.
"Iya,apa kau suka karina" tanya ayah karina kepada karina,setelah itu ayah memperintahkan pegawainya untuk mengambil barang-barang keluarganya yang berada di bagasi mobil untuk di bawakan kedalam rumah barunya.
"Masuk karina,ten" sambil berjalan dan masuk ke dalam rumah barunya diikuti kakak ten dan karina.
Kakak ten langsung duduk di sofa sambil memijitkan betisnya yang terasa pegal "hadhh pegel" terdengar suara lesu dari ten
Karina dan ayah ya pun ikut duduk "ah iya kak,karina juga capek"
"Dah jam 8 malam kita sampainya" jawab karina lagi
"Karina,ten ayah sudah mendaftarkan kamu sekolah di sekolah school entertainment seoul,dan besok kalian berdua sudah harus sekolah,tentang pakaian sudah ada di lemari kalian masing-masing oke,ayah ke kamar dulu mau istirahat" jelas ayah panjang lebar setelah itu ayah karina langsung pergih ke kamarnya yang berada ada di lantai 2
Ten dan karina menatap punggung ayahnya sampai menghilang dari pandangannya.
"Ya elah besok sekolah lagi,udh gitu gw ga punya temen,jangankan temen tempat sekolahnya ajah ga tau" cibir ten
"Nanti juga punya kak temen,kalau tempat sekolahnya karina juga ga tau si,tapi mugkin ayah sudah tau dan mengantarkan kita kesekolah baru kita,seperti waktu itu kita pindah" jelas karina dan bangun dari tempat duduknya "dah lah Karina mau bobo dah ngantuk" pergih meningalkan kakaknya, sempet kakaknya berbicara sampai karina berhenti berjalan
"Emangnya kau tau kamar kamu dimna ah?" Tanya ten menatap punggung adiknya.
"Ahh iyaa" balik badan dan menatap kakaknya yang tiduran dengan tangan kakaknya menyilang sebagai bantal di sofa "tanya bibi bwlee" menimpuk wajah kakaknya menggunakan bantal sofa setelah itu karina kabur.
"ADEE GILAA" teriak ten dan mengejar adiknya yang kurang hajar itu.
YOU ARE READING
ABOUT J.S
Teen Fictionpria yang selalu di jelek jelekan di setiap saat tapi masih bisa tersenyum
