Malam ini menjadi malam yang sangat melelahkan, karena seharian ini aku tak henti-hentinya melakukan berbagai macam pekerjaanku yang harus aku selesaikan hari ini juga. Karena terlalu Lelah, akupun langsung tertidur tanpa sempat menggantikan pakaianku dan menghapus make-upku.
Tiba-tiba disaat tidurku yang pulas aku mendengar bunyi hp yang berada disampingku.
Ting. (bunyi hp).
aku membuka mataku dengan enggan, Ah! Rasanya ngantuk sekali, namun aku penasaran. Siapa sih yang ngechat malam-malam begini?. Saat aku menghidupkan layer hp ku tertera, Reza yang ngechat malam-malam begini. Ada apa?. Reza adalah pacarku, kami telah menjalankan hubungan 6 tahun. Aku dan reza memang sekarang sedang menjalankan hubungan LDR. Kami telah menjalankan LDR selama 2 tahun belakangan. Setelah kami sama-sama telah menyelesaikan kuliah kami. Aku dan reza menjalankan hubungan dari awal kami mulai kuliah di salah satu universitas yang ada di Malang. Setelah lulus dari malang Reza melanjutkan studinya di eropa. Sementara aku kerja di Yogyakarta.
Reza
Ra?
Iya za. Ada apa?
Kamu udah tidur kah?
Iya aku udah bangun, ada apa?
Kamu sekarang dimana?
Aku di rumah za. Kenapa sih?
Enggak papa, aku lagi kangen aja. Udah lanjutin tidurnya nanti pagi aku bangunin.
ada apa sih?
Reza tak menjawab pertanyaanku dan chat kami pun berhenti sampai disana saja. Tidak seperti biasanya Reza membalas pesanku sekaku itu. Ada apa dengannya?. aku khawatir terjadi sesuatu dengannya. aku pun mencoba menghubungi dia lagi.
Reza
Za? Are you okay?
Yes, I'm okay honey.
Za, comeon.. wht happen?
Aku barusan mimpi kamu, dan kamu dilamar sama orang, aku takut ini terjadi. Apalagi belakangan ini aku sibuk dengan kuliahku dan kamu sibuk dengan pekerjaanmu. Please don't do it ☹
Hahaha! Kamu buat aku khawatir, tenang aku disini fokus sama kerjaan, kamu disana baik-baik yah. love you
Love you too honey.
Chatingan kami pun hanya berakhir sampai disini, aku melanjutkan tidurku karena masih ada tugas diakhir esok yang menungguku. Aku dan Reza tak hanya berbeda negara, aku dan reza pun berbeda keyakinan. Aku islam dan reza katholik. Sejauh ini orang tuaku dan orang tua reza tidka menentang hubungan kami yang berbeda agama. Justru aku akrab dengan keluarga Reza begitupun dengan Reza. Tapi semakin lama hubungan ini kami pun mulai menjalankannya dengan serius. Meskipun kami sangat jarang untuk komunikasi, kami bukan lagi anak SMA yang harus telponan sampai berjam-jam atau chatingan setiap saat. Semenjak lulus kuliah di Malang aku dan Reza sama-sama untuk fokus dengan apa yang kami inginkan. Karena aku fokus dengan pekerjaanku dan Reza fokus dengan studinya kami pun hamper jarang berkomunikasi. Tapi, kami selalu percaya antara satu sama lain. Aku dan Reza kuliah di Malang karena beasiswa, kami satu fakultas tapi beda jurusan. Reza berasal dari Manado tubuhnya tinggi, putih, hidungnya mancung dan matanya sedikit sipit. Aku berasal dari Bandung tubuhku kecil, kulit kuning langsat, hidung mancung, bibir tipis dan mata sedikit besar. Aku dan Reza sering dibilang kembar. Karena kata orang-orang aku dan reza begitu sangat mirip. Tapi aku merasa tidak, kami hanya mempunyai tahi lalat diujung hidung saja yang sama selebihny tidak mirip. Mungkin karena kami selalu berdua saja makanya orang mengira kami kembar.
ESTÁS LEYENDO
jarak
Novela Juveniljarak merupakan salah satu ketakutan terbesar dalam suatu hubungan, , , selamat membaca!
