Staring at two different views on your window ledge,
Coffee is going cold, it's like time froze...
Ia duduk di sela sempit jendela kamar nya. Badan mungil itu mampu menyesuaikan dirinya bersandar sambil memandang pemandangan kota di bawah. Pandangan nya kosong, seperti banyak hal berkecamuk di kepala nya. Hinata juga tidak memahami isi kepala nya sendiri. Beberapa hari ini ia selalu dihantui oleh bayangan lelaki bermata biru legam yang pernah ada di sela hidupnya. Namun sekarang, ia bahkan tidak tau kabar mengenainya.
"Shoyo,"
Sebuah suara menyadarkan lamunan nya. Ia menoleh ke arah suara lelaki yang baru saja memasuki kamar dengan dua gelas kopi di kedua tangan nya. Hinata tersenyum dan meraih salah satu gelas dan memejamkan mata nya seraya pria itu mengecup puncak kepala nya.
Hangat. Ia bisa merasakan desir hangat di dada nya.
"Kamu gak kedinginan?" tanya nya lalu mengambil selimut yang berserakan di kasur hingga ke lantai. Ia lalu menaruh gelas kopinya dan melingkarkan selimut itu di badan Hinata.
Miya Atsumu, pria itu, kini duduk di hadapan Hinata dengan secangkir kopi yang sudah kembali berada di tangannya.
"Makasih," jawab Hinata lembut lalu mengeratkan selimut di bahunya.
"Kamu kenapa? Kayak ada pikiran beberapa hari ini."
Mata mereka bertemu. Hinata bisa mengetahui betapa Atsumu bertanya karena ia memang tidak tahu apa yang sedang terjadi pada dirinya. Ia bisa melihat manik mata pria itu yang tulus menatap ke arahnya. Hinata tahu, Atsumu tidak memaksa nya untuk bercerita. Kekasih nya itu hanya memastikan keadaan nya, yang sedang tidak baik-baik saja.
Alih-alih langsung menjawab, Hinata tersenyum lalu meraih tangan Atsumu dan mengelus nya pelan.
"Aku gak papa," jawabnya.
Hinata bisa melihat senyuman di wajah Atsumu yang memancarkan kasih sayang yang selama ini selalu ia rasakan tiap hari, tiap detik. Perilaku Atsumu hangat, manis, dan selalu membuat hatinya tidak bisa diam. Ia selalu berdesir setiap apapun yang diucapkan atau dilakukan Atsumu kepadanya.
Hinata menyayangi Miya Atsumu.
Sesekali di hari latihan mereka yang sangat padat, Atsumu akan menggenggam tangan Hinata dan memuji pukulan nya sepanjang malam. Walaupun Hinata sendiri tahu, hari itu ia sangat payah.
Di hari yang sangat panas, ia akan mendapati Atsumu dengan berbagai jenis minuman kesukaan Hinata dan bahkan mengipasi nya dengan tangan nya sendiri atau membuat lelucon bahwa dirinya adalah kipas raksasa yang bisa menghasilkan udara yang menyejukkan dengan meniup rambut oranye Hinata berulang-ulang kali. Hinata selalu tersenyum karena hal itu.
Tidak jarang juga Atsumu akan ijin untuk pulang lebih lama dan membiarkan Hinata sampai di apartemen mereka lebih dulu hanya untuk singgah dan membeli sesuatu yang bisa menjadi kejutan untuk Hinata dari yang terlucu sampai paling romantis. Ia pernah tiba-tiba membelikan nya sebuah sapu yang berwarna oranye terang dengan alasan itu mengingatkan nya dengan Hinata. Atau tiba-tiba muncul dengan sekeranjang bunga sambil tersenyum lebar dan lagi-lagi memuji Hinata yang sudah berusaha keras hari itu.
Siapa yang tidak menyukai Miya Atsumu? Walaupun ia terkadang sangat ceroboh, pemarah, dan konyol, namun Hinata selalu berhasil dibuat heran oleh semua tingkah pria itu. Hinata selalu tertawa saat sedang sedih. Hinata selalu kembali bersemangat saat sedang putus asa. Hinata selalu bahagia saat bersama nya.
"Hari ini aku mau ke kedai Osamu, mau ikut?" tanya Atsumu kembali mengalihkan perhatian Hinata dari lalu lalang kota Tokyo di bawah sana.
Ia menggeleng, dan lagi-lagi Atsumu tersenyum dan berbalik menggenggam tangan Hinata yang lebih kecil darinya.
"Yaudah, istirahat di rumah ya," lanjut Atsumu lagi diikuti anggukan Hinata.
Ia bersyukur Atsumu tidak pernah memaksanya, atau mendesaknya untuk melakukan hal yang ia tidak mau. Atsumu selalu sangat pengertian dan memperhatikan keadaan Hinata. Ia tidak pernah menyakiti hatinya, dengan perlakuan atau kata-kata kasar. Ia selalu memuja Hinata.
Kopi di tangan nya kini terasa dingin, seperti waktu berhenti dan semua yang ada dibenaknya membuat ia lupa dengan gelas di genggaman nya. Hinata bisa melihat bayangan Atsumu keluar dari kamar dan menutup pintu. Ia sesaat merasa kehilangan sebuah presensi.
•••
Hi! Aku seneng banget bisa mulai AU ini semoga kalian suka dan aku berharap kalian tinggalin jejak ya untuk aku yang lebih baik di comment hehehe jangan lupa untuk vote!💖
multimedia art by: mieillee on twitter
YOU ARE READING
Between you and him
FanfictionHinata Shoyo yang kini memiliki hubungan dengan Miya Atsumu, setter di tim voli nya. Namun masih dihantui rasa bersalah kepada mantan partner voli nya, Kageyama Tobio. -based on Middle by DJ Snake ft Bipolar Sunshine- an Alternate Universe. WARNING:...
