Pertemuan

360 27 20
                                        

Keluarga kecil itu sedang menikmati kebersamaan mereka di ruang tengah sembari menonton TV.

Tiba-tiba anak imut nan lucu itu berkata "Ayah, aku sangat ingin makan Topokki" ucap gadis kecil yang baru berusia 6 tahun itu.

"Sekarang? Baiklah ayah akan membelikannya untuk putri ayah." ucap ayahnya sembari mengambil jaket dan bergegas untuk pergi membeli Topokki langganan mereka.

Anak laki-laki berusia 11 tahun itu berdiri dari tempat duduknya dan ibunya bertanya "Kamu mau kemana?" "Ke kamar mandi." ucap anak laki-laki itu.

'Brakkkkk!' Tiba-tiba suara dobrakan pintu terdengar sangat keras dan membuat gadis kecil itu sangat ketakutan, ibunya memiliki perasaan yang sangat tidak enak, dengan gemetar ia berkata "Pergi ke kamarmu dan sembunyi di
lemari sekarang, jangan keluar sampai ibu memanggilmu!" sembari ketakutan, gadis kecil itupun berlari menuju kamarnya.

Pria dengan badan yang gagah dan besar berhasil masuk setelah mendobrak pintu berkali-kali, ia berjalan menuju ruang tengah, "Kamu siapa?" ucap ibu dari gadis kecil itu.

Lalu pria itu membuka maskernya, sambil tersenyum lebar ia berkata "Sudah lama tidak bertemu, bagaimana kabarmu, Kang Su Jin?"

Betapa kagetnya ia saat mengetahui pria itu adalah sahabat suaminya, lalu sembari gemetar ia berkata "Song Joon Gu, apa yang kamu inginkan?"

"Singkat saja, aku ingin kamu, tapi aku tidak bisa memilikimu, jika aku tidak bisa memilikimu, maka tidak ada satupun didunia ini yang bisa memilikimu, maka dari itu kamu harus mati" ucap pria itu.

"Apa maksudmu?" tanya Su Jin.

"Dimana Jeon Tae Min? Aku ingin dia melihatmu mati, berani-beraninya sahabatku sendiri mengambil seseorang yang sangat aku cintai?" tegas pria itu.

"Tidak, dia tidak bersalah, dia tidak mengetahui kamu menyukaiku." ucap Su Jin.

"Dimana Tae Min?!" pria itu bertanya sekali lagi dengan lantang.

Dengan badan yang gemetar sembari menangis Su Jin menjawab "Dia sedang keluar membeli makanan"

"Ah, baiklah, anak-anakmu? Dimana mereka?" tanya pria itu.

"Jangan sakiti anak-anakku" mohon Su Jin sembari menangis.

Gadis kecil yang sedang bersembunyi didalam lemari itu tiba-tiba teringat pada kakaknya yang sedang berada di kamar mandi, lalu ia langsung keluar dari kamar untuk menghampiri kakaknya.

Namun saat ia keluar dari kamar, pria itu berkata "Hey gadis kecil, kemarilah, aku adalah teman ibumu"

Gadis kecil itu spontan meilirik ibunya yang sedang ketakutan, dan ibunya memberikan tanda jangan mendekat dengan menggelengkan kepalanya, namun karena gadis itu ketakutan ia mendekati pria itu.

Pria itu berkata "Aku mau memperlihatkan sebuah kejutan" lalu pria itu menodongkan pistolnya kearah Su Jin dan 'Dorrrrr' kepala Su Jin tertembak hingga seketika ia tewas ditempat. Pria itu pun berlari keluar dan meninggalkan rumah itu.

Setelah mendengar suara tembakan, kakak laki-lakinya pun segera berlari ke ruang tengah, dan melihat adiknya menangis sembari memegang kepala ibunya yang sudah tidak bernyawa.

Ayahnya pun datang dan begitu melihat istrinya tak bernyawa, ia menggendong si gadis kecil dan menuntun anak laki-laki itu keluar rumah sembari menangis.

24 tahun kemudian...

Di pagi yang cerah, Jae Soo istirahat setelah jogging, ia duduk di taman menikmati pemandangan bunga yang bermekaran, tatapannya tiba-tiba terkunci pada satu wanita yang sedang berdiri di tepi jalan dan entah mengapa sangat mencuri perhatiannya.

BloodWhere stories live. Discover now