Remaja 16 tahun tampak berjalan di koridor sekolah yang sepi, dia berjalan menuju kelas nya, kelas 12. Huel? ya di usia nya yang baru menginjak 16 tahun itu dia sudah hampir menyelesaikan jenjang sekolahnya.
Langkahnya terhenti dan menatap lurus kedepan, tepat di depannya seorang remaja berusia 2 tahun lebih tua darinya berdiri dengan seragam yang sama dengan dirinya.
Namun remaja 16 tahun itu malah melanjutkan jalannya melewati yang lebih tua.
"Yang Mulia, dia ingin menyampaikan sesuatu padamu. Dengarkan lah dahulu"
Langkah Jisung terhenti kala mendengar ucapan burung yang bertengger diatas ranting pohon yang kokoh.
Ya Remaja itu adalah Park Jisung, Putra Mahkota kerajaan, Putra Tunggal Kerajaan yang akan melanjutkan tahta sang ayah, namun sayang sungguh di sayang ia terbuang atas satu kesalahan yang bahkan tidak dia perbuat.
"Temui aku di roftoop sekolah saat istirahat nanti jika kau ingin menyampaikan sesuatu", ujar Jisung lalu melanjutkan langkahnya.
Lain dengan remaja yang di ajak Jisung berbicara tadi.
"Hey, dia sepertinya mau berbicara dengan ku hyung. Aku sungguh bahagia"
"Yak, jangan berbahagia dulu. Sampaikan maksud kita selama ini padanya baru kau bisa berbahagia Haechan"
"Ck, tidak bisakah kau mengapresiasikan kesenangan ku dahulu?"
"Tidak, aku terlalu sibuk"
"Ck, menyebalkan"
Yap, Haechan. Salah satu anak dari panglima kerajaan, dia lah yang tadi berpapasan dengan Jisung.
Dia merenggut kala mendengar ucapan salah satu hyung nya dari teleportasi yang dia lakukan.
"Tak apa Haechan, yang penting tugasmu selama 1 tahun ini sepertinya mendapat setitik pencerahan hari ini. Huft semangat untuk waktu istirahat nanti"
Kini kita melihat keadaan di roftoop, tampak Jisung sedang berdiri di pembatas roftoop sembari menatap ke arah bawah.
"YAK, YEJI!!", teriak seorang remaja lelaki berusia 18 tahun.
"Wle, aku mendapatkan nya kau tau?", ujar gadis yang bernama Yeji, lalu menjuluskan lidahnya kepada sang kembarang Hyunjin.
"Itu punyaku Yeji, jangan bermain main ya. Atau...."
"Atau apa?", tantang Yeji yang memotong ucapan Hyunjin.
"Kalau kau macam macam, akan ku kadukan pada kakek", ancam Yeji.
Hyunjin hanya dapat mendumal pelan lalu tatapan matanya jatuh menatap punggung tegap seorang Park Jisung.
"Yang Mulia..."
"Jangan panggil aku dengan sebutan itu", sentak Jisung.
"M-maaf, Jisung....Apa kau tidak masuk ke kelas mu?"
Ya, setelah bertemu Haechan tadi, Jisung lebih memilih berdiam diri di roftoop sekolahnya hingga menunggu Haechan datang menemuinya.
"Tidak, aku ingin menunggu dia disini"
Si kembar tidak identik itu tau, siapa dia yang dimaksud oleh Jisung.
"Hm, baiklah. Kalau begitu kita pergi dulu. Ayo kak kita pergi", ujar Yeji memecahkan keheningan yang ada.
"Sejak kapan kau memanggilku kakak?", tanya Hyunjin heran.
"Ish, kau bertele tele sekali. Ayo", setelah itu asap putih pekat membuat kedua saudara kembar itu menghilang dari hadapan Jisung.
"Huft", helaan nafas berat terdengar dari bibir Jisung.
Dia terduduk di sofa tua, namun masih layak dipakai. Lalu menatap langit yang ditutupi atap transparan tak lama dia memejamkan matanya.
"Dia yang sudah membocorkan rahasis kerajaan bahkan dia membunuh saudaraku"
"Aku tidak melakukan itu"
"Kau harus dihukum mati"
"Ibu, hiks aku mohon bantu aku"
"Tidak, hyung hiks bantu aku"
"Ahrghh"
Jisung langsung terduduk dengan nafas terengah, ayolah apa dia tidak bisa untuk tidur dengan tenang?. Selama 10 tahun dia selalu terbayang akan kejadia tersebut.
"Aku ingin tenang itu saja, aku sudah lepas dari tanggung jawabku. Aku mohon berhenti menghantui pikiranku", gumam Jisung lirih.
Tepukan di bahunya, membuat Jisubg terlonjak kaget dan menatap kebelakang. Disana tampak Haechan berdiri.
"Sudah waktunya Istirahat?", tanya Jisung.
"Hm, i-iya", ucap Haechan.
Jujur, suasana kini cukup canggung bahkan bisa di bilang sangat canggung.
"Pada intinya saja, kau ingin mengatakan apa?"
"Underland membutuhkanmu, kembalilah", ucap Haechan sepontan.
Jisung menatap dingin dan datar Haechan, namun aura intimidasi lebih mendominasi keadaan saat ini membuat Haechan menunduk dalam.
"Tidak, aku tidak akan pernah kembali", ujar Jisung lalu melangkahkan kakinya ingin masuk ke portal yang telah ia buat.
"Jisung, coba lah kau lihat keadaan di Underland, hanya kau yang bisa menyelamatkan keadaan disana saat ini. Ayah dan Ibumu tidak tau keberadaan nya dimana, Underland berada di tangan yang salah Jisung. Aku mohon pertimbangkan ucapan ku ini"
Setelah itu Haechan menghilang dengan cahaya putih yang membawanya ntah kemana.
"Underland membutuhkan ku?, tidak. Itu tidak mungkin", batin Jisung berkecamuk.
Hai ini cerita pertamaku guys, maaf klo ada typo atau kurang menarik
Tunggu aja kelanjutan ceritanya.
Klo aku ga sibuk, terus alur cerita ngalir di otak ku, pasti lancar jaya cerita ini.
Hehehe, jangan lupa untuk vote dan comment nya ya.
YOU ARE READING
UNDERLAND (PARK JISUNG)
Fanfiction"Aku tau aku hanya putra kerajaan yang terbuang, tapi kesengsaran rakyat Underland membuat aku tak tega, jika dengan nyawaku bisa mengembalikan UNDERLAND menjadi semula. Aku rela bahkan ikhlas"_Park Jisung Park Jisung feat NCT 0T: 23 Start: 7 Juni 2...
