"I-iya..gue drummer Titanyra..ke-kenapa?" Kak Reyvangga terlihat panik dan gugup karena mendapat perhatian banyak orang.
Sementara aku dengan polosnya bertanya "Titanyra apa?" ke Kak Reyvangga.
"Nama band sekolah kita! Band gue! Lo gak tau!?" Kak Reyvangga makin kaget lagi mendengar pertanyaanku. Aku menggeleng "Anak sekolah mana sih lo? Ya ampun.."
"Kak minta tanda tangan dong!"
"Foto bareng boleh gak?"
"Ya ampun gue ngefans banget sama drummernya!!"
"Titanyra yang pernah manggung waktu pensi tahun lalu di sekolah kita kan?"
"Mintain tanda tangan bassis nya dong!"
Berbagai pertanyaan dan permintaan diperuntukkan untuk Kak populer di depanku ini. Kesal sekaligus kaget banget. Kesal karena acara makan siang gratisan gue diganggu dan kaget karena dugaanku barusan ternyata benar!! Shock sumpah. Ya ampuuun...
"Ng..boleh sih.." Kak Reyvangga menatapku enggan ketika ia menyanggupi seorang fansnya minta foto bareng.
Aku mengambil sisa sandwichku "Silahkan. Gue makan di dalem aja" aku menarik kursiku lalu masuk ke area no smoking di restoran. Aku meraih telfon umum di dekat kamar mandi dan memasukkan recehan di dalamnya.
Aku memencet nomor Reisya
"Halo?" jawab suara diseberang sana
"Gue Vero. Gila gila gila. Lo mesti tau. Aaargh gue susah jelasinnya. Satu kata yang jelas, Kak super famous alias Reyvangga Andito benar-benar famous sampe bikin gue muak. Oke dah" aku mematikan telfonnya sebelum Reisya nanya dengan fangirling.
Aku mencari tempat kosong di lantai satu dan untungnya ada. Cepat-cepat kududuki takut ada yang menempati. Kulahap Sandwich itu penuh tenaga alias kesal.
×××××
Aku lupa membawa minumanku tadi. Alhasil aku beli lagi. Padahal minuman yang dibeliin Kak Reyvangga kayaknya enak dan disini gue sendiri dengan sampah bungkus sandwich ditemani teh pucuk. Tanpa hiburan apapun.
Sumpah, bete banget. Acara gratisan gue rusak gara-gara fans sialan itu. Eh tapi coba tadi gue ga ngomong nama, pasti ga bakal kejadian kayak gini nih! Aaargh bego banget sih gue!
Lho itu kan anak SMP yang teriak tadi. Coba kutanya. Aku menghampiri dua anak SMP itu "Ng...acaranya Reyvangga Andito udah selesai ya?" tanyaku.
Si anak yang teriak itu memandangiku dari atas sampai bawah "Lo siapanya Reyvangga?" tanyanya sinis.
Astaga kumohon, jangan sinetron banget dong! "Yang jelas bukan sesuai bayangan lo. Udah selesai atau belom?" tanyaku sekali lagi.
"Lo anak Galang juga ya? Masa band sekolah sendiri gak kenal sih?" sindir sebelahnya.
Aku menghela nafas lelah "Ud--"
"Oh gue tau. Lo pasti bopung Galang. Ga pernah update. Hahahaha kasian banget. Lo bisa lunch berdua Reyvangga lo bayar apa? Jual diri lo? Hahahahaha" tawa Si teriak tadi.
Fuck you, Bitch.
"Cabe, dengerin gue. Gue ga niat ngajak ribut sama lo, oke? Jadi berhenti nuduh gue yang enggak-enggak sebelum gue bawa lo ke pengadilan, Cabe"
"Heh! Lo tuh yang Cabe! Jual diri cuma buat ngelunch--"
"Harus berapa kali gue bilang jangan nuduh gue yang enggak-enggak be. Oh, mungkin lo ga ngerti bahasa gue ya? Ng...intinya sih Stop this fucking up, bitch. Are you understand me?" aku terkekeh geli.
Dua cabe itu kaget mendengar ucapanku. Baru mereka ingin membalasnya aku sudah melewatinya sambil berbisik "Bye bitch!" lalu naik ke atas tangga lantai dua tempat si famous berada.
YOU ARE READING
Love Story
RomanceSiapa sih yang gak kenal Reyvangga? Cowok super tenar dengan muka standarnya itu? Vero lah orangnya. Vero yang tidak pernah mendengar nama itu malah dapat kesempatan berduaan dengan Reyvangga di UKS yang dikhayalkan fansnya. Reyvangga yang bangga ka...
