Mohon maaf ... sekali. Bagi yang terlanjur membaca dan menunggu cerita ini, aku minta maaf ya. Setelah meimbang-nimbang, kupikir cerita ini lebih baik aku hapus dulu. Selain karena posisiku masih nyantri di pondok, sedangkan di pondok itu tidak diperkenankan menggunakan hp, jadi sulit mencari waktu buat update cerita ini. Daripada nggak tepat update, membuat orang menunggu, lebih baik aku hapus dulu cerita ini. Semoga kalian semua mengerti, ya.
Aku mau ngaji dulu, belajar dulu, biar nanti cerita ini kedepannya bisa jauh lebih baik lagi.
Entah kapan, kalau diberi kesempatan, cerita ini akan kembali lagi kok. Mungkin dengan beberapa nama tokoh yang aku ubah, alur cerita yang sedikit aku ubah, awal pertemuan, bahkan 'mungkin' judul juga aku ubah. Drastis, ya??? Hehehe maklum, aku masih banyak plimplan memang. Tapi aku tetap mempertahankan karakternya kok.
Sekali lagi ... maaf ... banget. Terimakasih yang sudah membaca, menunggu dalam diam😅, atau bahkan yang sudah memberi vote-nya. Aku sayang kalian .... Aku nggak berharap kalian akan tetap menungguku kok. Jangan menunggu yang tidak pasti, ya ... sungguh itu sakit😅. Tapi kalau kalian tetap menunggu, kalian sungguh spesial😊. Kalau kalian mau, kalian bisa menyapaku di fb : Ka Nisa atau di ig : kaniaa_511.
Dukungan kalian, itu pasti akan sangat berarti. Semakin kalian mendukungku, aku tambah semangat menulis cerita ini. Aku akan semangat menulis di pondok, walau dengan tulisan tangan yang kadang aku sendiri tidak bisa membacanya😃. Dan kalau pulang, aku usahakan untuk menyalin tulisan tangan itu kesini. Tapi kalau kalian tidak mendukungku, bagaimana aku bisa cepat mengembalikan cerita ini lagi???
Terakhir kali,aku meminta maaf sekali lagi, sebesar-besarnya. Dan mengucapkan terima kasih sebanyak-banyaknya. Doakan aku, ya😆.
