Prolog

12 1 0
                                        


    Tak pernah menyangka bahwa Rayya akan menjadi seorang penghianat. Tidak, ini bukan keinginan rayya. tidak ada yang menginginkan hal ini.
Rayya hancur. Sudah jelas mereka akan menjauhi nya, di Cap sebagai penghianat adalah hal yang menyakitkan.

   Raya mencoba berkali-kali menghubungi Nino, Pria yang telah menjadi kekasihnya selama lebih dari 6tahun lamanya. mencoba menjelaskan pada sahabatnya, kimmy Dan maya. Bahwa kejadian yang menimpa nya dan Saka adalah sebuah kecelakaan .

   Persahabatan mereka semua hancur sudah. Nino bersahabat dengan Saka sudah lebih dari 10tahun lamanya. begitu juga persahabatan Raya dan Kimmy juga Maya. Tentu juga hubungan Saka dan Kimmy yang sudah terjalin 8tahun lama nya pun hancur.

   Apa yang harus kulakukan, pikir Raya. Rasanya ingin mati saja.
Tadinya Raya yang kerap dipanggil Yaya oleh sahabat-sahabatnya ini ingin terus merahasiakan hal ini bersama Saka. tapi apa daya, kecelakaan itu membuahkan hasil nyata yang tak mungkin bisa disembunyikan.

  Apa yaya pergi saja? mungkin lebih baik, membawa serta bayi dalam kandungannya pergi jauh.

  Menjelang tengah malam, Saka datang, dengan wajah yang sama muram nya dengan Yaya.

   Yaya tau Saka juga masih marah padanya. saat Yaya memberitahu kalau Kecelakaan itu membuahkan hasil, Saka marah besar. .Kenapa semua jadi menyalahkan Yaya, ini bukan salahnya. Ini juga bukan kemauan Yaya.

   Saka masih diam, matanya memandang ke arah perut Yaya.

“Gugurkan dia!” . Yaya terkejut mendengar pernyataan Saka.
   Sontak mendongak menatap Wajah saka yang memasang ekspresi datar, seolah tak berperasaan. Aku tidak salah dengarkan? Pikir yaya.
   
    Bagaimana mungkin dia berkata seperti itu? Seolah Yaya tidak mengenalnya, Ini bukan Saka temannya yang bertahun-tahun dia kenal, Ini Bukan Saka yang selalu menyambut Yaya dengan senyum, Bukan Saka temannya yang selalu Peduli padanya.
“Ini darah dagingmu, kau... teganya--.”
Yaya tak sanggup melanjutkan kalimatnya, sudah sakit semakin sakit rasanya diperlakukan seperti ini.

“Jika kau tidak mau bertanggung jawab, tidak masalah, aku toh tidak meminta pertanggung jawabanmu.”
Sontak Yaya bangkit dan meninggalkan Saka yang terpaku.

RAYYAWhere stories live. Discover now