Prolog

3 0 0
                                        

Hal terakhir yang dapat Zhea ingat sebelum ia menutup mata adalah cahaya lampu yang sangat menyilaukan. Zhea juga ingat dengan sangat baik, ia mengalami kecelakaan akibat ulahnya menerobos lampu merah karena ia pikir tidak ada mobil yang melintas yang nyatanya membuat ia meregang nyawa.

Hal yang tidak dapat Zhea cerna adalah keberadaan dirinya sekarang. Dirinya berada di sebuah kasur yang sangat empuk dan hangat, yang seumur hidup Zhea belum pernah rasakan. Beberapa saat kemudian dirinya turun dari kasur dan berjalan mendekat ke arah jendela, berusaha melihat keluar. Belum lagi pemandangan di sekeliling Zhea, ini juga merupakan pertama kalinya Zhea lihat. Zhea mencubit pelan tangannya, ingin mengetahui apakah ini nyata atau tidak, dan saat ia melakukannya dengan sangat cepat ia merasakan rasa sakit. Seketika itu juga Zhea menyadari bahwa apa yang ia pikirkan dan apa yang ia rasakan adalah hal yang nyata.

" Tidak mungkin, bagaimana aku bisa ada disini?" Gumamnya pelan. Tak perlu mencari jawaban tiba-tiba saja pintu kamar miliknya terbuka dan muncullah laki-laki berpakaian seperti pelayan. " Selamat pagi nona Zhea, sudah saatnya anda bangun dan.. " Ucapan sang pelayan terhenti saat melihat Zhea sudah bangun dari tidurnya dan sekarang berada di depan jendela.

" Nona Zhea.. Tidak biasanya anda sudah terbangun. Apakah anda membutuhkan saya untuk menyiapkan air untuk mandi?" Tanya pelayan itu lagi, kali ini Zhea menyengitkan dahinya karena bingung harus menjawab apa. " Nona Zhea.." Panggil pelayan itu lagi dengan nada cemas.

" Apakah namaku Zhea?" Tanya Zhea dengan nada polos. Dirinya berusaha untuk bersikap selayaknya ia lupa ingatan.

" Nona Zhea.. Apa maksud anda? Tentu saja nama anda adalah Nona Zhea.. " Jawab sang pelayan dengan nada cemas.

" Oh Begitu.. Rupanya namaku adalah Zhea.. Senang mendengarnya.." Ucap Zhea kembali sembari membalikkan badannya, menghadap jendela dan menatap keluar. Berusaha untuk mencari informasi yang setidaknya membantu.

" Nona Zhea.. Sepertinya anda tidak sehat, bisakah anda kembali ketempat tidur sembari saya memanggilkan dokter untuk memeriksa anda?" Tanya sang pelayan kembali sembari menuntun Zhea agar menjauhi jendela dan membantu Zhea untuk naik ketempat tidurnya.

" Siapa namamu?" Tanya Zhea kembali, kali ini mengusap-usap matanya yang tiba-tiba saja terasa berat.

" Nama saya Hans Nona.." Ucap Hans, sang pelayan dengan nada pelan.

" Hans.. Aku ini sebenarnya siapa?" Tanya Zhea kembali sebelum ia tiba-tiba saja menutup matanya dan kembali tidur. Tanpa ia sadari pertanyaan yang ia lontarkan membuat Hans, sang pelayan segera berlari keluar dan sesegera mungkin mencari dokter.

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: May 15, 2021 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

Living With The VillainStories to obsess over. Discover now