"Jadi kapan kita bermain?"

"Sore hari. Tak apa?" tanya Jaehyun, tangannya memainkan pipi Taeyong.

"Mm, sepertinya tak apa." ucap Taeyong setelah cukup lama terdiam.

Sang dominan menatap Taeyong yang terlihat resah, "Kita tak akan pergi jika kau tak mau." ucapnya. Jaehyun juga tak ingin memaksa Taeyong, dirinya takut jika Taeyong mengalami panic attack seperti biasanya.

Dengan cepat Taeyong menggeleng, "Tidak, aku mau." ucapnya dengan sedikit keraguan yang bisa Jaehyun rasakan disana. "Kau akan menjagaku, bukan?"

Jaehyun mengusap kepala Taeyong lalu mengecup pucuk kepalanya, "Tentu saja, Sayang." mendengar itu, Taeyong bisa menghela sedikit nafasnya.

"Ah, aku belum terbiasa dengan panggilan itu." gumamnya setelah mendengar panggilan Jaehyun untuknya. Wajahnya menunduk menyembunyikan rona merah dipipinya.

Jaehyun tersenyum tampan, memperlihatkan dimplenya yang dalam, "Sayang. Sayang. Sayang." bisiknya tepat ditelinga Taeyong.

"Jaehyun." Taeyong mendorong tubuh Jaehyun, tapi sayang. Tubuh itu sekokoh baja hingga Taeyong tak berhasil mendorongnya.

Pria yang lebih tua itu mengangkat dagu Taeyong agar menatap wajahnya, "Iya Sayangku?" suara Jaehyun terdengar begitu rendah dan berat.

Mampu membuat Taeyong mengerjap, menatap wajah tampan didepannya yang berjarak begitu dekat. Merasa tersadar Taeyong berdehem pelan kemudian mengalihkan wajahnya kearah lain.

"Hentikan!" ucapnya, menepuk dada Jaehyun dengan sedikit dorongan, "Aku mau mandi saja." Taeyong bangkit dari tempatnya dan berjalan menuju kamar mandi.

"Sayang, aku ikut!!!" Jaehyun meloncat dari ranjang, berjalan cepat menuju Taeyong.

"JAEHYUN!!!"

*****

Pria mungil itu sedang duduk disofa ruang keluarga sembari menggigiti kukunya, membaca sesuatu pada ponselnya. Taeyong membacanya begitu serius, berusaha mengingatnya dalam otaknya.

"8 tips menjaga hubungan agar tetap harmonis." Taeyong mengangguk penuh semangat, dia akan menghafal dan mengingatnya.

"1. Tunjukkan kasih sayang. Eyy aku selalu menunjukkan kasih sayang kepada Jaehyun, ya walau tidak secara langsung." ucap Taeyong sembari berkomentar pada poin-poin yang dibacanya.

"2. Komunikasi yang baik. Kami berkomunikasi dengan baik."

"3. Jangan ragu untuk memberikan apresiasi. Hmm, mungkin aku akan memberikannya nanti."

"4. Tepati janji. Aku belum pernah berjanji apapun pada Jaehyun, tapi aku akan mengingatnya."

"5. Selalu hargai keberadaan pasangan. Tentu saja! Aku bahkan selalu ingin berada disamping Jaehyun."

"6. Saling percaya. Tenang saja! Aku selalu percaya Jaehyunku. Berani berbohong kuterjunkan saja Jaehyun dari jendela." bibirnya terpout lucu setelah membaca itu.

"7. Luangkan waktu bersama. Kami selalu bersama sepanjang waktu."

"8. Saling terbuka satu sama lain."

Taeyong terdiam membaca poin terakhir, menatap lama kata itu. Kata itu yang membuat Taeyong tak bisa berkutik. Apa Taeyong bisa?

Apa Taeyong bisa terbuka pada Jaehyun? Menceritakan semuanya? Membongkar semua rahasia yang ditutupnya begitu rapat hingga tak ada siapapun yang tahu kecuali Taeyong sendiri.

Jika Taeyong tak terbuka apakah Jaehyun akan meninggalkannya? Tapi bagaimana jika Taeyong menceritakan segalanya malah membuat Jaehyun juga pergi?

Jujur saja, mengingat dan bermimpi saja rasanya Taeyong bisa sungguh menjadi gila. Apalagi menceritakan semuanya, tapi sekarang hanya Jaehyun sandaran baginya. Jika Jaehyun pergi mungkin Taeyong akan benar-benar hancur sendirian.

My Bodyguard (JAEYONG) ✔️Where stories live. Discover now