"PROLOG"

10 2 1
                                        

-AUTHOR-

"Dih capek"
       Nida menghembuskan nafas sejenak dan mengibaskan tangannya ke arah leher, pikiran Nida hanya ingin cepat sampai dan sampai, tetapi lokasi tempat Kakaknya pertunangan masih jauh.
      Tak lama Nida mulai mengayuh sepedanya dan melanjutkan perjalanannya,
"sumpah capek bener dah"
   Setelah lama berjuang mengayuh sepedanya dan sampai juga ke tempat Kakaknya bertunangannya, tanpa basa-basi Nida langsung memarkirkan sepedanya ke samping pohon mangga yang tidak jauh dari lokasi pertunangan kakaknya, Nida terdiam saat seseorang menyenggolnya dari depan eh sorry sorry, nida merasa tak peduli setelah cowok itu mengeluarkan suara di depan muka nida, tapi akhirnya dia menyadari tujuan ke sini hanya ingin melihat kakaknya hanya ingin melihat kakaknya bertunangan ia tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan besar yang ia tunggu-tunggu.
    Nida hanya melirik tanpa mengeluarkan satu katapun dan langsung pergi meninggalkan cowok itu,
"hei???", nida kaget saat tangannya di ditarik oleh cowok yang tadi menabrak nya tak sengaja,               nida berbalik lagi lagi lagi cowok itu memulai pembicaraan,"Gue nggak sengaja..."
Nida tak menggubris perkataan cowok itu menganggap bahwa perkataan itu hanya basa-basi modus.Nida ingin segera pergi dari hadapannya namun cowok itu masih menggenggam erat tangan Nida, ia merasa tak nyaman pada akhirnya??
"oke gue maafin", teriak Nida keras saking gemesnya Nida melanjutkan perkataannya setelah Hening sejenak,
"lepasin tangan gue gue buru-buru", cowok itu melepas genggaman nya sambil mendesah ringan Nida berlari kecil menuju tempat pertunangan kakaknya ia kaget saat cafe yang terlihat megah dan sering banyak dikunjungi remaja remaja seumuran nya terlihat sepi Padahal tempat Kakaknya bertunangan ada di dalam Cafe,
      Apakah cafe itu sudah dibooking kakaknya                  untuk bertunangan Apakah ada orang lain yang membooking nya??
    Nida bingung sorot matanya tegang menghadap cafe ia tak bisa berbuat apa-apa yang iya tahu seharusnya kafe itu sudah terlihat ramai. Selang beberapa menit seseorang menepuk punggungnya Nida, dan berkata
"ada yang bisa dibantu", Nida kaget dan langsung berbalik ternyata seorang satpam yang bertubuh kekar, "Ada yang bisa saya bantu", ulang satpam tersebut Nida mengedipkan mata dan langsung menjawab,
"Hah Iya apa kafe ini tutup Pak", satpam itu pun menganggukkan kepalanya tanda bahwa jawabannya adalah "iya"
"tapi Pak! apakah Bapak tidak melihat acara pertunangan keluarga besar?" lanjut Nida,
"dari tadi saya di sini Cafe ini tutup untuk beberapa hari ke depan",
    nida diam dan menunduk ia merasa kesal namun Ia tetap tidak ingin menyerah, "tapi kamu bisa balik lagi jika sudah buka mungkin pertunangan diundur besok" jelas satpam itu nida menggeleng dan mengucapkan terima kasih setelah itu pergi meninggalkan satpam tersebut.
"Gak! gak mungkin!!! satpam itu pasti bohong!"
Dan pada akhirnya nida langsung lari menuju ke sepedanya.

🙌🙌🙌
Prolog dulu yhe besok lanjut laghi
Bantuin vote nya yhah...ini gua juga baru belajar

You've reached the end of published parts.

⏰ Last updated: Apr 30, 2021 ⏰

Add this story to your Library to get notified about new parts!

ANIDAWhere stories live. Discover now