Halo, aku Calla, umurku 17 tahun. Pada awalnya aku hanyalah seorang gadis biasa yang sangat senang sekali berada dirumah. Tetapi, seiring berjalan nya waktu sebelum aku menginjakan usia ke-16, hidupku berubah, aku seperti tidak mengenali diriku sendiri, aku berubah menjadi gadis remaja yang tidak bisa berdiam diri dirumah, rasanya sangat membosankan jika berada dirumah. Dan saat itu pula, aku bertemu dengan laki-laki yang dapat mengambil hatiku. Hingga pada akhirnya aku dan dia pun mempunyai hubungan.
Awalnya kami seperti pasangan pada umum nya, tetapi semakin lama, banyak sekali kejadian yang seharusnya tidak aku alami diumur ku yang masih cukup muda ini.
Dan aku pun tidak menyadarinya bahwa yang sedang aku jalani dengan nya ternyata bernama 'Toxic Relationship'.
Mari aku ceritakan kisahku.
***
Hari ini aku sangat senang sekali karena sebentar lagi aku akan bertemu dengan pacarku, RAVEN GAZER. rasanya seperti deg-deg an dan banyak sekali kupu-kupu yang berterbangan di tubuhku. Padahal ini kedua kali nya aku berjalan dengan nya, tetapi rasa nya selalu gugup saat pertama jumpa. mengingat wajah nya saja sudah cukup membuatku tersipu malu. Aku mengingat momen dimana dia memberi gelang hitam yang sama persis seperti yang dia pakai, ah sangat romantis bukan?
Cara nya bicara, menatapku, memuji ku, semua terlihat seperti dia memang benar benar mencintaiku.
Aku melihat jam di dinding, yang ternyata sudah jam setengah 7 malam. Kenapa dia belum datang juga ya? padahal kita berjanjian pada pukul jam 6 sore. Ah atau mungkin saja dia terjebak macet, lagi pula jarak antara rumah ku dan rumah dia tidak dekat.
tin tin
Aku tersentak kaget saat mendengar suara klakson mobil yang berada di depan halaman rumahku. Rasa deg-deg an ku semakin kencang tidak bisa terkontrol.
Di depan cermin aku menata rambut ku agar terlihat rapih, dan Aku pun menarik nafas dan membuang nya dan mengulang itu sampai tiga kali agar aku tidak terlalu gugup.
Aku segera keluar dari kamarku dan turun ke bawah yang ternyata sudah ada Raven bersama kedua orang tua ku.
"Nah ini dia si anak cantik," Kata Raven membuat aku tersipu malu.
"Ih apaan si, malu tau!" Kata ku kepada nya.
"Udah sana berangkat, biar bisa lama-lama," Kata papaku sambil sedikit tertawa.
"Yaudah Om, Tante, Aku ajak Calla pergi dulu ya," Kata Raven sambil mencium tangan kedua orang tua ku yang disusul aku.
"Iya... Hati hati ya, jagain Calla. Tante percaya sama kamu." Kata Mamaku.
"Siap tante!"
Aku dan Raven pun berjalan ke arah mobil putih Raven yang terlihat seperti baru saja di cuci. Raven membuka pintu nya untuk ku. Perlakuan kecil nya ini cukup membuatku seperti Ratu.
Setelah sampai di tempat yang kita tuju, ternyata Raven membawa ku ke sebuah kedai kopi.
"Nanti di dalam ada temen-temen aku, kamu kenalan aja ya." Kata Raven yang diangguki oleh ku.
Aku berjalan di belakang Raven, jujur aku sangat gugup. Ini pertama kali nya untuk ku ke tempat seperti ini.
"Bro, kenalin cewe gue." Kata Raven sambil tos-an dengan teman sejenis nya yang pada sedang merokok sambil memainkan ponsel nya.
ESTÁS LEYENDO
MANIA LOVE
Novela JuvenilMania = Cinta obsesi Dari arti judul nya saja kalian bisa menebak, menceritakan apa tulisan di dalam ini. ya, ini cerita tentang kisah cinta obsesi serta posesif yang awal mula dapat terjadi nya toxic relationship. Untuk kalian yang berada di zon...
